HomeCelotehPNS, Siap-siap Diawasi Jokowi!

PNS, Siap-siap Diawasi Jokowi!

Kecil Besar

“On sight, catch a charge I might” – JAY-Z, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Pagi-pagi memang waktu yang pas banget ya, gengs, untuk olah raga. Udara masih sejuk, segar, pokoknya kalau diibaratkan fresh from the oven gitu deh. Terlebih, ketika pagi habis subuh, belum banyak orang bersliweran, beh, enak banget pokoknya.

Nahh, pas setelah keluar keringat banyak dan badan udah segar, akan makin lengkap kalau sekalian sarapan soto dan minumnya teh hangat manis. Hmmm, itu kenikmatan duniawi banget ya, cuy, kalah deh pokoknya kenikmatan dunia yang lain. Ehh, sebentar, kan sedang bulan Ramadan, jadi gak boleh, ditahan dulu, cuy.

Ketika belum masuk bulan suci Ramadhan, kegiatan di atas sering banget dilakukan oleh bapak-bapak atau ibu-ibu pegawai negeri sipil (PNS) di daerah kelahiran mimin, cuy. Biasanya mereka melakukan itu sembari menunggu waktu untuk masuk kerja.

Yaa, maklum, sih, jam kerja mereka dari pagi hingga sore. Jadi, satu-satunya waktu luang untuk menyehatkan badan ya ketika habis ibadah salat subuh.

Tetapi, kali ini itu semua berbeda, cuy. Pagi ini, mereka sedikit dikagetkan dengan informasi yang mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 sebagai Perubahan atas PP Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, cuy. Begini deh singkatnya, kalau kalian kurang sedikit familiar dengan dunia PNS, secara simpel-nya, PP tersebut menjelaskan bahwa Presiden saat ini mempunyai otoritas penuh dalam mengangkat, memutasi, bahkan memecat PNS, gengs.

Nah, yang menjadi menarik dalam PP ini, yaitu ada hal yang menjelaskan bahwa otoritas presiden hingga mencapai scopedaerah, bahkan menyangkut gubernur di provinsi dan bupati/wali kota, cuy. Waduduhh, ada apa ya?  Hmmm, jadi penasaran.

By the way nih, cuy, kalau ke depannya PNS langsung diawasi oleh Presiden Jokowi, terus menterinya nanti ngapain ya? Wah, enak dong, beban dan tanggung jawab pekerjaan sedikit berkurang berkat langkah Bapak Presiden.

Atau, jangan-jangan langkah ini karena kepercayaan Presiden terhadap menterinya sudah mulai berkurang sehingga beliau pengen turun tangan secara langsung? Jadi, bisa dikatakan ini sebagai teguran halus gitu, cuy. Upsss, gak tau ya, cuy, kalau ternyata memang benar seperti ini. Hehehe

Sebenarnya, ada banyak banget, pertanyaan yang berkecamuk di pikiran mimin tentang PP ini, cuy. Seperti misalnya, nih, kira-kira sampai eselon berapa ya wewenang Presiden dalam mengawasi PNS melalui PP terbaru ini?

Lebih jauh lagi, nih, bro and sist. Kira-kira, wewenang presiden sampai menjangkau pada perihal lelang jabatan gak, ya? Kalau memang ternyata sampai menjangkau wilayah tersebut, wah, benar-benar mempunyai otoritas penuh nih, cuy.

Gak bisa lagi dong para oknum yang biasanya main suap atau transaksi jual beli jabatan melalui proses lelang. Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M. Romahurmuziy sebelumnya kan tersandung kasus seperti ini juga. Upsss, hehehe.

Tetapi, sekali lagi spekulasi liarnya ditahan dulu ya, gengs, apalagi sekarang lagi puasa. Kita tunggu pihak istana saja memberikan penjelasan agar tidak terjadi salah paham. Hehehe (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  The One-Man Band
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...