HomeCelotehPilih Kasih Hantui Anies-RK?

Pilih Kasih Hantui Anies-RK?

Kecil Besar

“I am a person who is unhappy with things as they stand. We cannot accept the world as it is. Each day we should wake up foaming at the mouth because of the injustice of things” – Hugo Claus, penulis asal Belgium


PinterPolitik.com

Mungkin, sebagian dari kita paham bahwa perasaan iri dan dengki merupakan sesuatu yang buruk. Tanpa disadari, rasa sepert ini kerap menimbulkan ketidaktenangan hati.

Bagi para penggemar film Indonesia, perasaan seperti ini mungkin dapat ditemukan dalam sebuah film yang berjudul Imperfect (2019). Soalnya nih, dalam film ini, dikisahkan dua bersaudara yang berbeda dalam sejumlah hal – seperti penampilan.

Alhasil, Rara dan Lulu ini diperlakukan secara berbeda oleh ibunya yang juga sekaligus seorang mantan model. Tentu, perasaan tidak adil yang ditimbulkan oleh perlakuan pilih kasih seperti ini.

Mungkin, apa yang dirasakan oleh Rara ini juga lagi di-rasain oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pasalnya, Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya kabarnya baru-baru ini memanggilnya terkait kerumunan massa yang ditimbulkan oleh Habib Rizieq Shihab (HRS).

Selain tim kepolisian, sindiran kepada Anies juga dilontarkan lho oleh pejabat-pejabat pemerintahan. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, misalnya, juga disebut-sebut menyindir Gubernur DKI Jakarta itu akibat kegiatan-kegiatan yang mengabaikan protokol kesehatan Covid-19.

Hmmtapi nih ya, kalau diamati kembali, kerumunan yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan HRS tidak hanya terjadi di wilayah DKI Jakarta lho. Kerumunan akibat penjemputan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, misalnya, terjadi di wilayah Provinsi Banten.

Tidak hanya DKI Jakarta dan Banten, kerumunan disebut juga pernah terjadi di Provinsi Jawa Barat (Jabar) – khususnya di Puncak, Bogor. Kala itu, HRS menghadiri kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad di sebuah pondok pesantren.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Hmm, kalau begitu, pihak kepolisian dan pemerintah pusat harusnya tidak hanya “menyalahkan” Pak Anies saja dong. Mungkin, Polri dan pemerintah bisa juga memanggil Gubernur Jabar Ridwan Kamil (RK) dan Gubernur Banten Wahidin Halim.

Wah, mungkin, mirip dengan nasib Rara dan Lulu di film Imperfect, nasib antara Pak Anies, Pak RK, dan Pak Wahidin ini juga berbeda-beda ya. Hmm, apa jangan-jangan ada sikap pilih kasih nih di antara para kepala daerah ini ya?

Anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan, misalnya, menyebutkan bahwa Pak RK seharusnya juga dipanggil – mengingat kerumunan juga terjadi di daerahnya. Asumsi ini, menurutnya, didasarkan pada prinsip equality before the law.

Ya, terlepas dari persoalan pilih kasih, semua ini bisa aja bergantung kembali pasal apa yang dituduhkan kepada Pak Anies – yakni Pasal 93 Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Mari kita nantikan sajalah kelanjutan kasus ini. (A43)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Hipdut, no na, Timurnesia: Trisula Nusantara?

Tiga aliran musik baru dari Indonesia kini merajai tangga lagu. Mungkinkah trisula ini diam-diam sedang melawan dominasi musik dunia? 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu?