HomeCelotehNadiem Selamatkan Nasib Anak Guru?

Nadiem Selamatkan Nasib Anak Guru?

“Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri?” – Iwan Fals, Guru Oemar Bakrie


PinterPolitik.com

Selamat Hari Guru!

Wah, apa kabar ya nasib para pahlawan tanda jasa ini di hari mereka saat ini? Apakah sudah sejahtera semua? Apakah masih harus berkutat dengan murid-murid bandel tapi tak boleh ditegasi? Apakah masih menerima penghasilan yang serba pas-pasan? Semoga aja nasib guru bisa terus membaik ya dengan adanya perayaan hari guru tersebut.

Nah, di tengah perayaan harinya para pendidik tersebut, ada sebuah naskah viral yang ditulis oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. Sedianya, naskah itu baru akan dibacakan di hari-H perayaan hari guru, tetapi ternyata pidato itu sudah ramai duluan di media sosial.

Di dalam naskah pidato tersebut, Pak Nadiem menyampaikan rasa simpatinya kepada para guru karena tugas mulia mereka terkendala oleh perkara administratif dan aturan-aturan lain. Selain itu, mantan CEO perusahaan transportasi daring ini juga menyoroti kurikulum yang juga menjadi hambatan para guru.

Pak Nadiem sih tidak menyebut akalu dia tidak akan memberikan janji-janji kosong dalam pidatonya itu. Meski demikian, ia berharap para pengajar itu bisa melakukan perubahan tanpa perlu diberikan perintah terlebih dahulu.

Naskah pidato itu sendiri kemudian menuai banyak pujian di media sosial. Banyak yang menganggap bahwa masyarakat tuh jadi bisa punya harapan lagi karena punya Mendikbud dengan pemikiran cukup berbeda.

Dari naskah pidato itu, buat beberapa orang tampak bahwa Pak Nadiem ini cukup concern dengan perkara administratif yang menyulitkan para guru. Iya sih, gimana guru bisa fokus meningkatkan kualitas para peserta didiknya kalau harus direpotkan dengan berbagai aturan dan urusan administratif.

- Advertisement -

Selain itu, Pak Nadiem juga sepertinya memang fokus pada inovasi, sesuai dengan yang dibayangkan banyak orang akan jadi jalannya Pak Nadiem. Ya, untuk urusan yang seperti ini kayaknya Pak Nadiem cukup layak untuk diacungi jempol.

Baca juga :  Bintang Tito-Idham Belum Redup?

Terlepas dari itu semua, sepertinya ada satu kelompok yang menyambut sangat baik pidato Pak Nadiem tersebut. Ialah anak-anak dari para guru, yang kemungkinan akan menangguk sambil berteriak setuju saat membaca naskah pidato itu. Kok bisa?

Kan disebutkan kalau para guru itu direpotkan sama urusan administratif, nah dalam praktiknya, banyak anak guru yang diminta bantuan oleh orang tua mereka untuk menyelesaikan hal itu. Dari perkara silabus sampai hal-hal lain, anak-anak para pendidik itu kerap dimintai tolong karena orang tua mereka juga harus fokus mengajar.

Jadi ya, sebenarnya naskah pidato Pak Nadiem ini memang akan disambut banyak pihak, apalagi oleh para anak guru. Setidaknya, kalau hal itu terjadi, para anak guru itu bisa terbebas dari permintaan tolong untuk mengetik silabus yang panjangnya ampun-ampunan.

Semoga aja Pak Nadiem serius ya menangani berbagai urusan administratif, aturan, dan kurikulum ini, biar cita-cita Indonesia yang lebih inovatif dapat terwujud.

Oh iya satu lagi, tolong titip penghasilan para pendidik ini ya Pak Nadiem, masa sudah harus mengetik banyak urusan administratif, menghadapi murid-murid bandel, gajinya masih banyak yang pas-pasan? Semoga Pak Nadiem serius ya memperhatikan nasib para pendidik ini. (H33)

- Advertisement -

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

PSI Bakal Jadi Partai “Gagal”?

Kader-kader pentolan PSI memutuskan keluar dari partai -- mulai dari Tsamara Amany hingga Michael Sianipar. Mungkinkah PSI jadi partai "gagal"?

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

Lord Rangga Pergi, Indonesia Bersedih?

“Selamat jalan, Lord Rangga! Terima kasih sudah menyuguhkan kritik sosial dengan balutan performance gimmick yang cerdas untuk masyarakat yang memang bingung ini! Suwargi langgeng!” – Warganet PinterPolitik.com Sejumlah...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

More Stories

Membaca Siapa “Musuh” Jokowi

Dari radikalisme hingga anarko sindikalisme, terlihat bahwa ada banyak paham yang dianggap masyarakat sebagai ancaman bagi pemerintah. Bagi sejumlah pihak, label itu bisa saja...

Untuk Apa Civil Society Watch?

Ade Armando dan kawan-kawan mengumumkan berdirinya kelompok bertajuk Civil Society Watch. Munculnya kelompok ini jadi bahan pembicaraan netizen karena berpotensi jadi ancaman demokrasi. Pinterpolitik Masyarakat sipil...

Tanda Tanya Sikap Gerindra Soal Perkosaan

Kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Bekasi asal Gerindra membuat geram masyarakat. Gerindra, yang namanya belakangan diseret netizen seharusnya bisa bersikap lebih baik...