HomeCelotehMisteri Persahabatan Listyo Sambo

Misteri Persahabatan Listyo Sambo

Kecil Besar

“Kami bukan sahabat. Kepala Divisi Propam memang selalu mendampingi Kapolri dalam menjalankan tugas, termasuk saat kunjungan ke berbagai tempat,” – Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kapolri


PinterPolitik.com

Perjalanan kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang menyeret mantan Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo masih terus berlanjut dan menggelinding bagaikan bola salju.

Bayangkan, sebanyak 83 anggota Polri yang diduga melanggar kode etik dan terlibat dalam kasus ini.

Bahkan, yang terlibat bukanlah personil ecek-ecek loh. Tidak tanggung-tanggung, dua jenderal dikurung di Mako Brimob karena diduga terlibat. Mereka adalah mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Brigjen Hendra Kurniawan dan Karo Provos Divisi Propam Polri Brigjen Benny Ali.

Di sisi lain, kemelut kasus ini memunculkan informasi yang mengatakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah bekingan Sambo dan ikut terlibat dalam kasus Brigadir J.

Informasi mengenai Jenderal Listyo itu menjadi viral setelah muncul video-video lawas yang memperlihatkan Jenderal Listyo bersama dengan Sambo dalam berbagai kegiatan. 

Sontak perhatian warganet tertuju pada video viral tersebut. Timbul pertanyaan, sedekat apa Listyo dengan Sambo? Apa alasan di balik munculnya video maupun foto yang memperlihatkan kedekatan mereka?

Menjawab peristiwa itu, Jenderal Listyo menjelaskan bahwa posisi Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan itu memang selalu mendampingi Kapolri dalam bertugas. Ia menegaskan, kedekatannya dengan Sambo hanya sebatas atasan dan bawahan

Menurut Jenderal Listyo, Kadiv Propam selalu mengawal Kapolri juga berlaku di era sebelumnya, yakni saat Jenderal (Purn) Idham Azis menjabat sebagai Kapolri.

Anyway, isu miring yang menimpa Kapolri ini disebabkan oleh jejak digital yang coba diangkat kembali ke media sosial. Tentu, peristiwa semacam ini tidak hanya menimpa Kapolri, melainkan kita semua yang punya jejak digital di internet.

image
Kata “Sayang” Saat Bahas Sambo

Nah, di sinilah aspek keamanan digital perlu menjadi perhatian kita semua. Karena tidak bisa dipungkiri, setiap aktivitas yang kita lakukan di dunia digital pasti meninggalkan digital footprint atau jejak digital.

Jejak digital ini dapat berupa unggahan foto dan video, aktivitas berkirim dan menerima pesan, serta mengisi data pribadi. Semua itu dapat dinarasikan kembali oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Fenomena itu juga dijelaskan Brian McNair dalam bukunya An Introduction to Political Communication. Menurut pakar komunikasi politik itu, hadirnya media sosial memang memudahkan politisi dalam mengenalkan diri, citra, dan programnya ke masyarakat.

Namun, karena akses media sosial yang semakin luas, konten-konten yang diunggah politisi rentan diubah dan diunggah ulang oleh masyarakat luas. Ini kemudian yang menjadi pisau bermata dua.

Mereka yang mendukung sang politisi akan mengubah konten itu agar semakin bernada positif. Namun, bagi mereka yang tidak suka akan mengubahnya untuk memberikan kesan negatif.

Btw, jika kita perhatikan latar lagu dari video viral itu, terdengar penggalan lagu yang berbunyi, “Persahabatan bagai kepompong. Mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Persahabatan bagai kepompong. Hal yang tak mudah berubah jadi indah”.

Lagu ini menegaskan bahwa persahabatan itu bisa menjadi sebuah wadah bagi para sahabat berkembang, berubah, dan belajar tentang hidup. Lumayan dalam ya, makna lagunya.

Dan pada syair selanjutnya, “Kini kita berjalan berjauh-jauhan. Kau jauhi diriku karena sesuatu. Mungkin ku terlalu bertindak kejauhan. Namun itu karna ku sayang.”

Bait terakhir inilah yang membuat orang berpikir liar dan akhirnya mempunyai interpretasi yang negatif terkait hubungan antara Jenderal Listyo dengan Sambo.

Hmm, jadi ingat ungkapan seorang teman dekat. Waktu itu dia pernah mengatakan kalau kita sebenarnya bukanlah sahabat. Tapi, lebih dari sahabat, yaitu sudah kayak saudara sendiri. Uppss. Hehehe. (I76)


Kata Bang Yos: Sejak Awal Kasus Brigadir J Tidak Masuk Akal
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

More Stories

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

PDIP Setengah Hati Maafkan PSI?

“Sudah pasti diterima karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan pertama, berterima kasih, latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan, ya pasti oke,”...