HomeCelotehMisteri Magis ala Harun Masiku

Misteri Magis ala Harun Masiku

Kecil Besar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim bahwa buronan Harun Masiku telah masuk daftar red notice Interpol meski namanya belum muncul di publikasi situs organisasi kepolisian internasional tersebut. Apakah ini tanda “kesaktian” Harun Masiku?


PinterPolitik.com

Bukan rahasia lagi kalau manusia memiliki banyak keterbatasan dibandingkan hewan-hewan lain, seperti kelelawar. Bila kelelawar memiliki kemampuan untuk mengeluarkan gelombang suara untuk mengenali lokasi suatu objek, manusia mungkin hanya bisa menggunakan sejumlah alat indera yang terbatas – seperti mata – untuk mengetahui dan mengenali lingkungan sekitarnya.

Tapi, somehow, keterbatasan alat indera manusia mampu memberikan keuntungan tersendiri. Bukan tidak mungkin, bila kita memiliki kemampuan seperti kelelawar, kita nggak bakal bisa menikmati hiburan-hiburan magis ala para pesulap. Banyak yang bilang kalau ilusi dan trik yang menipu mata justru menjadi andalan dan rahasia para pesulap.

Inilah mengapa aku suka nonton beberapa pertunjukan sulap. Salah satu yang paling terkenal di Indonesia dulu adalah The Master (2009) yang merupakan ajang pencarian bakat khusus untuk keahlian sulap.

Mungkin, sebagian dari kita lupa kalau sosok podcaster dan influencer Deddy Corbuzier dulu merupakan salah satu pesulap kondang yang menjadi juri di acara tersebut. Om Deddy sendiri pernah bercerita kalau semangatnya untuk mendalami dunia itu juga terinspirasi oleh para pesulap dunia seperti David Copperfield.

Kalau kalian pernah nonton sulapnya Copperfield, kalian pasti dibuat menganga kaget. Ilusi mata yang diciptakannya pun diakui menjadi salah satu trik yang terkenal di dunia magis. Salah satu triknya yang paling terkenal ialah “portal”.

Trik ini membuat Copperfield tampak bisa berpindah tempat hanya dalam sekejap waktu. Biasanya, dari panggung tempat dia berdiri, Copperfield mampu berpindah tempat ke sebuah pantai yang jaraknya bisa ratusan kilometer dari panggungnya tadi.

Mungkin, trik inilah yang akhirnya juga menginspirasi film soal secret order ‘The Eye’ yang judulnya Now You See Me (2013). Di film itu, ada scene di mana The Four Horsemen mampu melakukan perampokan di bank Crédit Républicain di Paris, Prancis, hanya dalam sekejap waktu.

Trik-trik inilah yang membuat The Four Horsemen susah untuk ditangkap oleh pihak berwajib – meski telah melibatlan Interpol sekalipun. Di sini, aku pun jadi bertanya-tanya, “Kok mirip dengan kisah salah satu buronan terkenal asal Indonesia ya? Apa dia adalah salah satu anggota ‘The Eye’?”

Baca Juga: Harun Masiku, James Bond-nya PDIP?

Joker Harun Masiku

Sosok buronan terkenal ini sering disindir publik juga lho. Namanya adalah Harun Masiku – mantan politikus PDIP yang disebut terlibat dalam kasus suap terkait pemilihan legislatif (Pileg) pada 2019 lalu. Sudah setahun lebih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencari Pak Harun ini sejak Januari 2020 silam.

Kabar soal keberadaannya pun kerap berubah-ubah. Mulanya, Pak Harun disebut berada di Indonesia – tepatnya di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Namun, kemudian, Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyebutkan kalau dia ada di Singapura.

Kabar soal Pak Harun ini pun nggak hanya selesai di situ. Laporan Tempo mengatakan kalau Pak Harun sudah pulang ke Indonesia. Meski sempat dibantah, Kemenkumham akhirnya mengakui kabar tersebut.

Mungkin, banyaknya versi soal keberadaan Pak Harun ini disebabkan oleh trik-trik yang digunakannya. Siapa tahu, kan, kalau ternyata Pak Harun ini pakai trik sulap portal ala Copperfield – mirip aksi-aksi kaburnya The Four Horsemen di film Now You See Me?

Mungkin, ini mengapa akhirnya pihak berwajib mendaftarkan nama buronan ini ke daftar red notice milik Interpol. Kan, The Four Horsemen yang kerap kabur pakai ilusi tersebut juga dikejar-kejar oleh organisasi kepolisian dunia itu. Bisa saja, kan, KPK terinspirasi film itu?

Tapi, ternyata, Harun si Pesulap ini kayak-nya nggak habis akal. Setelah diklaim sudah ada red notice, namanya belum juga muncul lho di situs Interpol. Wah, apa Pak Harun ini lebih jago dibandingkan Copperfield dan The Four Horsemen?

Boleh jadi, agar segera bisa menemukan keberadaan Pak Harun, KPK dan pihak berwajib lainnya butuh bantuan pesulap bertopeng yang biasa membawakan acara Breaking the Magician’s Code (1997). Kan, si pesulap bertopeng ini sangat ahli kalau ngebongkar trik-trik para pesulap. Atau, mungkin, KPK juga bisa cari bantuan pesulap top asal Indonesia sendiri – misalnya Om Deddy.

Gimana pun juga, trik-trik semacam ini kan hanya ilusi yang mengelabui kita. Selama tetap berusaha dengan serius, kita pun bisa selangkah lebih dekat dalam membongkar “trik-trik” magis ala Pak Harun. Bukan begitu? (A43)

Baca Juga: Harun Masiku Seperti Paul McCartney?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Hipdut, no na, Timurnesia: Trisula Nusantara?

Tiga aliran musik baru dari Indonesia kini merajai tangga lagu. Mungkinkah trisula ini diam-diam sedang melawan dominasi musik dunia? 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu?