Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Mimpi Ganjar Butuh Keajaiban?

Mimpi Ganjar Butuh Keajaiban?


A43 - Wednesday, November 24, 2021 16:00
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo (tengah) mengikuti kegiatan doa bersama yang digelar di Gradhika Bhakti Pradja pada 22 Januari 2021 lalu. (Foto: Pemprov Jateng)

0 min read

Meski sebelumnya Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mendapatkan tawaran untuk berlabuh ke Partai Golkar, kini Wakil Ketua Umum (Waketum) Golkar Nurdin Halid mewanti-wanti Ganjar untuk tidak berharap mendapatkan “karpet merah” dari partainya dan menekankan Golkar tetap mengutamakan “karpet kuning” untuk Ketua Umum Airlangga Hartarto. Apakah hanya keajaiban yang benar-benar bisa mewujudkan mimpi Ganjar?


PinterPolitik.com

Di dunia yang jauh di sana, tepatnya di alternate universe Bumi-23, hiduplah seorang pemuda yang memiliki sejuta mimpi. Namanya adalah Al-Ganjar. 

Meski tidak memiliki banyak kesempatan, Al-Ganjar selalu memiliki banyak dukungan dari teman-temannya. Salah satunya adalah mereka yang tergabung dalam circle The Ganjarist.

Mungkin, memang tak mudah bagi Al-Ganjar untuk menggapai mimpinya. Namun, tekad Al-Ganjar pun tidak pupus meski harus berhadapan dengan mereka-mereka yang tidak menyukai Al-Ganjar, seperti Harani yang menguasai negerinya.

Di tengah kebingungannya dalam mencari cara untuk menggapai impiannya, Al-Ganjar pun pergi ke sebuah gua yang terletak di pedalaman hutan. Di sana, ia bertapa selama beberapa jam.

Namun, tanpa disangka, Al-Ganjar menemukan sebuah teko berwarna kuning. Tanpa pikir panjang, Al-Ganjar menyentuhnya dan secara tidak sengaja mengusapnya selama tiga kali.

Sontak, Genie Golkar alias Genie G keluar dan menyapa Al-Ganjar. Ia pun kaget dan terkejut melihat sosok Genie G yang serba ajaib.


Genie G: Wahai, anak muda. Ucapkan keinginanmu sehingga bisa ku wujudkan menjadi kenyataan.

Al-Ganjar: Hai, Genie G. Saya sebenarnya memiliki satu keinginan. Apakah kau bisa membantuku?

Genie G: Sebutkan saja apa maumu, hai, anak muda!

Al-Ganjar: Saya ingin bisa disayangi oleh ibu dari segala putra di negeri ini, yakni Ibu Wati. Aku ingin bisa menjadi pemimpin pilihannya.


Baca Juga: Ganjar Sebaiknya Pindah ke Golkar?

Ganjar Sebaiknya ke Golkar

Genie G: Sayang sekali, anak muda. Aku tidak bisa mencampuri urusan sayang-sayangan. Bagaimana bila aku menawarkan sejumlah benda yang mungkin bisa membantumu?

Al-Ganjar: Huft. Baiklah. Aku ingin karpet merah yang bisa mengantarkanku ke mana saja.

Genie G: Sepertinya, aku juga tidak bisa membantumu soal ini.

Al-Ganjar: Lah, kenapa?

Genie G: Karpet ajaib yang kumiliki hanya yang berwarna kuning. Itu pun sepertinya kau harus menumpang dengan pemilik utamanya. Karpet merah sudah dimiliki oleh mereka yang sedarah dengan keturunan Kusno.

Al-Ganjar: Hmm, siapa pemilik karpet kuning itu?

Genie G: Namanya adalah Rangga Hartarto. Tentu, dia bukan Rangga yang terkenal dari AADC. But, yeah, he’s a nice person kok.

Al-Ganjar: Hmm, aku bingung. Bagaimana ini?


Dengan kebingungannya itu, Al-Ganjar akhirnya meminta Genie G untuk dipesankan ojek online saja agar bisa pulang ke rumah. Namun, baik Al-Ganjar maupun Genie G tahu bahwa mereka memiliki kecocokan dalam hati mereka. 

Akankah mereka berakhir bersama sebagai partners yang saling mengisi? Ataukah pertemanan sejenak ini akan berakhir menjadi ghosting semata? Hanya Al-Ganjar dan Genie G yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan ini. (A43)

Baca Juga: Airlangga Pilih Ganjar Sebagai Pendamping?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait