HomeCelotehMenunggu Gatot 'Selamatkan' KAMI

Menunggu Gatot ‘Selamatkan’ KAMI

Kecil Besar

Effective leadership is not about making speeches or being liked; leadership is definied by results of  attributs” – Peter F. Drucker, konsultan manejemen asal Austria


PinterPolitik.com

Gengs, kalian yang mencintai atau cuma menikmati sajian sepak bola pasti kenal dengan istilah ‘kapten’ tim, kan? Meski kita bisa berdebat siapa kapten terbaik sepanjang sejarah persepakbolaan, tetapi untuk babagan kriteria kapten kita kayaknya bakal sepakat deh bahwa seorang kapten harus memiliki kredibilitas, wibawa, kharisma, dan keberanian.

Semua itu terangkum dalam satu kata: tanggung jawab. Kalian bisa melihat prinsip-prinsip tersebut dalam diri semua kapten sepak bola, mulai dari Maldini, Zanetti, Neville, Totti, Buffon, John Terry, Puyol dan lain-lain.

Pada akhirnya, di dalam tim pasti hanya satu orang yang terpilih menjadi kapten. Mereka yang menyandang kapten telah mampu memegang satu kalimat sakral, yakni tanggung jawab.

Di dalam tanggung jawab itu, terhimpun semua nilai dan sikap, mulai keberanian, kematangan, ketenangan, kecerdasan, dan kebersahajaan. Semua itu baru bisa dibuktikan manakala kapten dirundung masalah yang berkaitan dengan rekan setimnya.

Tentu saja, ini juga berlaku bagi pemimpin politik, apalagi pemimpin yang sedang berada dalam kondisi persis seperti yang mimin ceritakan di atas. Siapa lagi kalau bukan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang diklaim sebagai tokoh pentolan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)?

Sebagaimana yang diketahui, beberapa orang KAMI banyak yang ditangkap terkait kisruh demonstrasi omnibus law.Salah satunya adalah Syahganda Nainggolan. Tentu saja, sebagai pimpinan, Gatot diminta untuk turun tangan membebaskan Syahganda dan lainnya tetapi nyatanya nih sampai detik ini belum ada pergerakan yang berarti lhosob.

Sontak saja, Ketua Umum Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule merespons sikap Gatot yang seakan hening dan diam seribu bahasa itu, cuy. Bahkan nih, Iwan sampai mendesak keras dengan kalimat “Jika Gatot tak mau tanggung jawab, maka ProDEM akan ambil alih untuk advokasi Bung @syahganda,” seperti ditulisnya dalam akun Twitter pribadinya.

Waduh, ibarat sepak bola nih, jiwa ‘kapten’ Gatot bisa jadi tengah diuji. Ingat lho, ya, kapten yang baik tentu tetap akan melindungi rekannya supaya nggak dihantam pemain lawan – pun juga mendekati wasit agar mempertimbangkan keputusan yang akan dikeluarkan. Begitulah, gambaran kapten sepak bola.

Nah kira-kira kalau sudah dapat hentakan dari Bung Iwan begini apakah Pak Gatot masih diam atau ternyata ia sedang main cantik agar bisa membebaskan Syahganda tanpa huru-hara?  Kita patut nantikan, cuyHehehe (F46)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Yenny “Jomblo”, Diperebutkan Jokowi-Prabowo

“Kamu kejam buat mereka terlihat jahat. Mereka keji membuat kamu terlihat jijik. Atau kalian berdua yang kejam dan keji karena tidak mau jujur melihat...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...