HomeCelotehMenguak Hubungan Mega-Ratu Elizabeth

Menguak Hubungan Mega-Ratu Elizabeth

Britania Raya – atau biasa dikenal sebagai Inggris – dan dunia baru saja digemparkan oleh kabar duka atas meninggalnya Ratu Elizabeth II. Pola politik di Indonesia seperti apa yang bisa dibilang mirip dengan dinamika kekuasaan keluarga Kerajaan Inggris?


PinterPolitik.com

“I declare before you all that my whole life whether it be long or short shall be devoted to your service and the service of our great imperial family to which we all belong” – Queen Elizabeth II (1947)

Dunia – dan khususnya Britania (Inggris) Raya – beberapa waktu lalu dikejutkan oleh sebuah kabar duka. Gimana nggak? Ratu Elizabeth II yang sudah berkuasa sejak 6 Februari 1952 silam tersebut akhirnya tutup usia pada 8 September 2022 kemarin.

Duka tampak mewarnai Inggris, negara-negara persemakmuran, dan dunia secara umum. Duka ini paling terlihat di sejumlah platform media sosial (medsos) dengan munculnya story dan posts di Instagram yang diunggah oleh para warganet – termasuk para warganet budiman Indonesia.

Ucapan belasungkawa yang membanjiri timeline ini bisa dibilang masuk akal karena Ratu Elizabeth II sendiri merupakan seorang monark yang berkuasa paling lama dalam sejarah Kerajaan Inggris, yakni selama 70 tahun dan 214 hari.

Tentu, ini bukanlah waktu yang singkat. Bisa dibilang, Ratu Elizabeth II menjadi salah satu monark yang berkuasa paling lama dalam sebuah negara atau kerajaan berdaulat. 

Namun, adakah raja, ratu, atau pemimpin lainnya yang juga memiliki masa menjabat yang lama seperti Queen Elizabeth II? Berikut daftar para pemimpin yang berkuasa terlama – dari Eropa hingga Asia.

1. Raja Louis XIV (Kerajaan Prancis)

Raja Louis XIV dikenal sebagai monark yang berkuasa terlama dalam sejarah negara-negara berdaulat. Ia duduk di takhta Kerajaan Prancis dari 14 Mei 1643 hingga 1 September 1715, yakni sekitar 72 tahun dan 110 hari.

Baca juga :  Megawati Bisa "Jinakkan" Kim Jong-un?
- Advertisement -

Louis XIV juga dikenal dengan pengaruhnya yang besar di awal-awal masa Revolusi Industri. Namun, ia juga dikenal dengan berjayanya absolutisme dalam sejarah Prancis.

Raja Ratu yang Berkuasa Terlama

2. Bhumibol Adulyadej (Thailand)

Bhumibol Adulyadej (Rama IX) merupakan raja Thailand yang berkuasa sejak 9 Juni 1946 hingga 13 Oktober 2016. Ia berkuasa selama 70 tahun dan 126 hari. 

Sosok raja ini sangat dihormati oleh masyarakat Thailand – bahkan dinilai sebagai sosok yang suci (divine). Namun, sejumlah aktivis yang mengkritik kerajaan juga disebut ditangkap dan diasingkan.

3. Megawati Soekarnoputri (PDIP)

Meski hanya menjabat sebentar sebagai Kepala Negara Republik Indonesia – yakni hanya sekitar tiga tahun (2001-2014), Megawati Soekarnoputri telah berkuasa di PDIP selama sekitar 23 tahun (1999-sekarang). Meskipun bukan seorang monark, Bu Mega bisa dibilang memiliki kekuatan sentral seperti seorang monark ala Jawa – bila mengacu pada konsep kekuatan Jawa dalam buku Language and Power dari Benedict Anderson.

Dengan kekuasaannya, Megawati disebut memiliki kekuatan absolut di partai politik (parpol) berlambang banteng tersebut. Dalam menentukan calon presiden (capres) yang diusung, misalnya, Bu Mega disebut menjadi penentu utama yang tidak bisa diganggu gugat. 

Politik suksesi (succession) di PDIP pun disebut penuh dengan intrik. Ada beberapa penerus yang dianggap ingin menjadi ketua umum (ketum) masa depan, seperti Puan Maharani dan Prananda Prabowo.

Demikian tiga nama pemimpin (entah monark atau bukan) yang bisa dibilang menjadi sosok-sosok yang berkuasa terlama di beberapa negara – mulai dari Eropa hingga Asia. Menurut kalian, siapakah di antara nama-nama ini yang paling memiliki kekuasaan absolut di masa kontemporer? (A43)


spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Anies-AHY, Reuni Kuasa SBY-JK?

“Padahal saat itu SBY dan JK adalah menteri Megawati. Toh pertarungan keras antarkan SBY-JK sukses kalahkan Megawati yang adalah Presiden saat itu,” – Muslim...

Ridwan Kamil Penuhi Syarat Kaesang?

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) komentari studi soal bubur diaduk vs tidak diaduk. Bagaimana dengan di Istana menurut Kaesang?

Gibran Kok Berani Lawan Jokowi?

Jokowi teken Inpres yang syaratkan penggunaan mobil listrik sebagai mobil dinas . Namun, Wali Kota Solo Gibran sebut Pemkot Solo belum ke sana.

Prabowo Siap Di-ospek?

“Pertanyaannya adalah, (kampanye) boleh dilakukan di mana saja? Di mana saja sepanjang ada pemilih, itu boleh kampanye pada prinsipnya, termasuk di dalam kampus, di...

Megawati Perlu ke Pesulap Merah?

Soal usulan nomor urut partai yang tetap di setiap Pemilu, Megawati dituding konsultasi ke dukun. Lebih baik ke Pesulap Merah saja sekalian?

Kasino, Alternatif Enembe Cuci Uang?

“Bukan itu persoalannya, itu (tambang) juga tidak pernah ada. Jadi sekarang ini kan Pak Gubernur dituduh hasil korupsinya disetor ke kasino, sekarang tugasnya itu...

SBY-JK-Paloh Adalah Nakama?

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jusuf Kalla (JK), dan Surya Paloh disebut tengah bangun koalisi. Apakah ini sebuah koalisi "nakama"?

More Stories

Kasus Lesti-Billar, Begini Tanggapan Lesti

Lesti Kejora laporkan suaminya, Rizky Billar, atas kasus KDRT setelah diduga ketahuan selingkuh. Mengapa fenomena ini begitu marak?

G30S, Kok Gatot Diam Saja?

Peristiwa 30 September telah terjadi pada 57 tahun lalu, yakni 1965. Gatot Nurmantyo biasanya muncul ke publik peringatkan bahaya PKI.

Menanti Dansa Puan-Ganjar

Ganjar Pranowo sebut Megawati beri arahan agar kepala daerah tidak dansa politik. Padahal, Puan dan Ganjar perlu berdansa politik untuk PDIP.