HomeCelotehMengintip "Spotify Wrapped" Jokowi

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Akhir-akhir ini, banyak pengguna media sosial (medsos) membagikan “Spotify Wrapped 2022” di akun milik mereka. Bagaimana dengan “Spotify Wrapped 2022” milik Presiden Joko Widodo (Jokowi)? Apakah Jokowi juga memiliki akun Spotify?


PinterPolitik.com

“Every year, I get excited to share my summer playlist because I learn about so many new artists from your replies” – @BarackObama, Presiden ke-44 Amerika Serikat (AS)

This is that time of the year. Kalimat yang memiliki arti “ini adalah momen tahunan itu” merupakan kalimat yang makin sering muncul di timeline media sosial (medsos) saat bulan Desember tiba.

Gimana nggak? Di bulan terakhir ini, sering kali musim liburan semakin terasa. Libur Hari Natal, misalnya, menjadi salah satu suasana yang dinanti oleh banyak orang. Nggak hanya Natal, ada juga libur Tahun Baru guna menyambut tahun berikutnya.

Nah, selain hari libur, biasanya momen akhir tahun juga menjadi saat yang pas untuk mengenang apa saja yang terjadi selama setahun terakhir. Kilas balik atau flashback gini biasanya disebut sebagai kaleidoskop.

Berbagai perusahaan dan penyedia jasa akhirnya ikutan membuat kaleidoskop guna merayakan momen akhir tahun ini. YouTube, misalnya, biasanya membuat video bertajuk rewind dengan berbagai creator-nya.

Selain YouTube, ada juga Spotify yang akhirnya bikin “Spotify Wrapped 2022” – yang mana berisikan rekaman soal musik apa saja yang pengguna dengarkan. Nggak jarang, para pengguna pun akhirnya berbondong-bondong mengunggah rekaman “Spotify Wrapped 2022” mereka di akun-akun media sosial (medsos) mereka. 

Nggak hanya lagu, musisi, atau genre saja yang ada dalam “Spotify Wrapped 2022”, melainkan ada juga listening personality (sifat mendengarkan) atas musik-musik yang kita suka. Mirip dengan tes Myers–Briggs Type Indicator (MBTI), Spotify juga membuat singkatan seperti ENVC (exploration, newness, variety, dan commonality) yang diberi label sebagai The Early Adopter karena suka mendengarkan lagu-lagu baru yang populer.

Baca juga :  Anies Baswedan, "Keturunan" Peaky Blinders?
The Top Candidates 2024 Spotify Wrapped 2022
- Advertisement -

Hmm, apa yang dilakukan Spotify ini sebenarnya bisa dijelaskan melalui tulisan Simon Frith yang berjudul “Music and Identity” dalam Questions of Cultural Identity. Dalam tulisan itu, Frith menjelaskan bahwa musik juga memiliki kaitan yang erat dengan identitas sosial.

Nah, jadi penasaran nih. Kira-kira, gimana ya listening personality para politisi? Presiden Joko Widodo (Jokowi), misalnya, ternyata punya profile sebagai artis di Spotify. Nggak hanya Pak Jokowi, ada juga Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ternyata sudah pernah merilis album Harmoni (2011).

Boleh jadi, listening personality bapak-bapak politisi ini bisa terlihat dari discography mereka. Pak Jokowi, misalnya, menjadi featuring artist namanya pada sebuah single dari Slank yang berjudul “NgeSlank Rame Rame” (2014). Mungkin, dari sini, Pak Jokowi suka beramai-ramai dengan masyarakat kecil – tercermin juga nih dari kebiasaan blusukan beliau tuh. Hehe.

Nah, berbeda dengan Pak Jokowi, Pak SBY bisa jadi punya kecenderungan sifat tertentu bila dilihat dari albumnya tadi. Boleh jadi, Pak SBY ini lebih suka dengan gaya kepemimpinan yang mengedepankan pada harmoni antara banyak pihak – terlihat dari motto politik luar negerinya yang berbunyi, “million friends, zero enemies.”

Hmm, tunggu dulu. Namun, apakah mungkin para politisi ini benar-benar suka dengan musik-musik tersebut ya? Apakah benar Pak Jokowi beneran jadi fan sepenuhnya atas band Metalica? Bagaimana sih hubungan antara musik dan politik?

Soalnya nih, kata John Street dalam tulisannya yang berjudul ‘Fight the Power’: The Politics of Music and the Music of Politics, musik juga bisa berfungsi layaknya propaganda lho. Musik juga bisa digunakan untuk menunjukkan citra dan pengasosiasian atas politisi terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam musik tersebut.

Baca juga :  All Jokowi’s Men?

Wah, kalau kata Pak Street benar, bukan nggak mungkin, para politisi ini bisa saja hanya menggunakan musik buat memunculkan citra yang diinginkan. Who knows, kan, ya? Ya, mungkin, kita lihat saja apakah benar preferensi musik dan preferensi kebijakan mereka sejalan apa nggak. Hehe. (A43)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Prabowo dan Kucing-kucing Politik

Ketum Gerindra Prabowo Subianto menyapa followers-nya dengan foto kucing di Twitter. Inikah kucing-kucing politik ala Prabowo Subianto?

Siapa Cocok Jadi Cawapres Ganjar?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebut eksistensi calon pengantin adalah syarat pertama nikah. Bagaimana dengan cawapres buat Ganjar?

Kaesang, Milenial-Gen Z Tipikal?

Putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, dikabarkan tertarik untuk masuk politik. Apakah Kaesang ini Milenial-Gen Z tipikal?

Di Balik ‘Panggil-panggil’ ala Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) panggil banyak figur, mulai dari menteri, pimpinan partai, pimpinan ormas, hingga akademisi. Ada apa di balik ini?

Janji Anies untuk Prabowo Palsu?

Sandiaga Uno menyebutkan bahwa Anies Baswedan punya sebuah perjanjian dengan Prabowo Subianto. Apakah janji itu hanya janji palsu?

Ganjar Perlu Kalkulasi Lagi di 2024?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Rawon Kalkulator di Surabaya. Apa Ganjar perlu belajar 'kalkulasi' 2024 ke mereka?

AHY Bukan Jodoh Anies di 2024?

Partai Demokrat telah umumkan dukung Anies Baswedan sebagai capres 2024 tetapi serahkan cawapres ke Anies. Apakah AHY bukan jodoh Anies?

More Stories

Janji Anies untuk Prabowo Palsu?

Sandiaga Uno menyebutkan bahwa Anies Baswedan punya sebuah perjanjian dengan Prabowo Subianto. Apakah janji itu hanya janji palsu?

Ganjar Perlu Kalkulasi Lagi di 2024?

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berkunjung ke Rawon Kalkulator di Surabaya. Apa Ganjar perlu belajar 'kalkulasi' 2024 ke mereka?

Di Balik ‘Panggil-panggil’ ala Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) panggil banyak figur, mulai dari menteri, pimpinan partai, pimpinan ormas, hingga akademisi. Ada apa di balik ini?