HomeCelotehMengapa Jokowi “Buang” Fadjroel?

Mengapa Jokowi “Buang” Fadjroel?

Kecil Besar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan segera menunjuk sejumlah duta besar (dubes) baru yang akan mewakili Indonesia di sejumlah negara, termasuk Juru Bicara (Jubir) Kepresidenan Fadjroel Rachman yang disebut bakal menjadi dubes untuk Kazakhstan dan Tajikistan. Mengapa Jokowi malah “buang” jubirnya sendiri?


PinterPolitik.com

Hayoo, siapa yang di sini ingin bisa pergi berkeliling ke banyak negeri di luar sana? Hampir semua pasti menjawab iya. Ya iyalah, mimin juga pengen dong bisa pergi mengunjungi berbagai negeri termasyhur di dunia.

Dengan berkeliling dunia, kita bisa melihat-lihat keindahan dan keajaiban dunia. Nggak cuma itu, kita juga bisa belajar soal budaya-budaya lain sekaligus mencicipi berbagai jenis kuliner – mulai dari pasta, burger, sushi, hingga nasi lemak.

Apalagi nihmimin dulu ketika kuliah mengambil program studi Hubungan Internasional (HI). Beeuhudah jadi mimpi setiap anak HI tuh buat pergi ke luar negeri dan menjadi diplomat untuk mewakili Indonesia tercinta di luar sana.

Diplomat sendiri ada dua jenisnya lho, yakni ada diplomat karier dan diplomat non-karier. Nah, mereka yang jadi diplomat tanpa meniti karier dari awal ialah diplomat non-karier. Hmm, ada banyak kok contohnya dari diplomat non-karier. Kalau nggak percaya, coba aja tanya Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Selandia Baru, Tantowi Yahya. Hehe.

Baru-baru ini nih, ada sejumlah informasi tersebar yang berisikan 33 nama calon dubes baru yang akan ditunjuk dan dilantik. Di antara nama-nama tersebut, ada satu nama yang membuat mimin sedikit terkejut tuh, yakni nama Juru Bicara (Jubir) Kepresidenan Fadjroel Rachman.

LhagimanaWong Bung Fajdroel ini kan sudah ada di lingkaran ring satu ya. Kok malah sekarang semacam terbuang jauh dari lingkaran Istana? Hmm, ada apa nih, Bung Fadjroel?

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Kalau mimin nonton seri Game of Thrones (GoT) (2011-2019) dulu sih, ada tuh tokoh yang akhirnya diusir jauh. Salah satu ratu yang terkenal berpengaruh, Daenerys Targaryen, sempat mengasingkan kesatrianya, Jorah Mormont.

Baca Juga: Fadjroel Rachman Bikin Bingung Mudik?

Jokowi Buang Fadjroel

Nah, si Jorah ini semacam diasingkan tuh karena dinilai sudah merusak kepercayaan Danny – panggilan akrab Daenerys Targaryen. Alhasil, Jorah ini harus berpetualang terlebih dahulu buat kembali mendapatkan kepercatan sang ratu naga.

Apa iya nih kisah di GoT ini menggambarkan apa yang bakal dijalani oleh Bung Fadjroel? Soalnya, kan, bukan rahasia lagi kalau Bung Fadjroel ini sering bikin blunder selama jadi jubir. Bahkan, nggak jarang tuh pernyataannya malah bikin polemik di masyarakat.

Selain itu, ada lho kebiasaan presiden Indonesia yang membuang sosok-sosok pejabat dengan menjadikan mereka dubes. Kebiasaan ini kerap terjadi kala Presiden Soeharto menjabat dulu. Sampai-sampai, muncul tuh istilah “di-dubes-kan”. Wah, apa iya nih Bung Fadjroel tengah di-dubes-kan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)? Hehe.

Belum lagi, negara yang bakal dijadi tempat posting buat Bung Fadjroel adalah Kazakhstan (merangkap Tajikistan). Negara yang terletak di Asia Tengah ini bisa dibilang tidak terlalu penting tuh buat Indonesia.

Bahkan, ada yang bilang kalau negara seperti Kazakhstan ini adalah negara kelas C bagi para diplomat. Padahal, ada lho negara-negara kelas A yang dianggap penting pengaruhnya buat Indonesia, seperti Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa Barat.

Wah, masa kalah nih Bung Fadjroel sama Dino Patti Djalal (mantan Jubir Kepresidenan untuk Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY)? Pak Dino dulu setelah jadi Jubir malah langsung jadi Dubes Indonesia untuk AS lhoHayooUppss.

Ya, terlepas dari siapa mengapa Bung Fadjroel ini terkesan “dibuang” oleh Pak Jokowi, semoga aja beliau dapat lebih berkembang lah ya di Kazakhstan. Lumayan tuh, Bung Fadjroel. Di Kazakhstan ada tempat-tempat indah seperti Pegunungan Altai. Hehe. (A43)

Baca juga :  Gibran "Ban Serep" yang Ngarep?

Baca Juga: Fadjroel Rachman “Suka” Cara Orba?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Mega-SBY, A Birthday and Three Funerals

“Taufiq mendukung SBY usai terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Begitu pula SBY di kemudian hari menginstruksikan kadernya di kursi parlemen untuk memilih Taufiq...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?