HomeCelotehMencari Jejak Cak Imin

Mencari Jejak Cak Imin

Kecil Besar

“Where’d you go? I miss you so. Seems like it’s been forever that you’ve been gone” – Skylar Grey, penyanyi asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Sebagian besar dari kita pasti tahu siapa Cak Imin. Eits, maksud saya Gus AMI. Abdul Muhaimin Iskandar merupakan Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dulu dikabarkan sempat ingin menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kini, setelah Pemilu 2019 usai, keponakan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sejak dilantik pada 1 Oktober lalu. Tentunya, sebagai wakil rakyat, Cak Imin sudah seharusnya bekerja dong agar rakyat dapat terwakili suaranya.

Eh, tapi, berdasarkan kabar-kabarnya nih, Cak Imin jarang terlihat di kantor. Berbagai agenda sidang paripurna berjalan tanpa kehadiran Gus AMI. Beliau terakhir terlihat di DPR pada akhir bulan lalu.

Selain itu, katanya, keberadaan beliau juga tidak diketahui. Waduh. Otomatis dong publik cemas dengan keadaan Cak Imin.

Keberadaan Cak Imin yang tidak ketahui ini mirip-mirip nih sama kisah film Paper Towns (2015). Dalam film itu, ceritanya, terdapat seorang gadis pelajar bernama Margo Roth Spiegelman yang memutuskan untuk pergi dari kehidupan lamanya.

Pada awalnya, absennya Margo di sekolah tidak banyak dicurigai. Namun, seiring berjalannya waktu, teman-temannya menduga Margo hilang. Waduh, masyarakat perlu khawatir juga nggak ya nih?

Beberapa wartawan pun akhirnya menanyakan keberadaan Ketum PKB tersebut kepada Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid. Pak Jazilul pun mengatakan tidak tahu dan meminta para wartawan untuk bertanya pada Sekretariat DPR. Waduh, waketumnya saja juga nggak tahu? Ke mana nih Cak Imin?

Ketidakhadiran Cak Imin di depan publik ini mungkin akan mengingatkan banyak orang dengan absennya beliau ketika dipanggil KPK. Beberapa waktu lalu, komisi anti-rasuah ini memang pernah memanggil Cak Imin.

Eits, setelah ditilik kembali, ternyata Cak Imin tidak hadir dalam panggilan KPK sebagai saksi. Tapi, tenang, Cak Imin ternyata menyertakan alasan beliau mengapa tidak hadir. Dalam surat yang disertakan nih, dikatakan bahwa beliau sibuk dengan agenda sebagai pimpinan DPR hingga 23 Desember.

Hmm, tapi, kalau sibuk sebagai pimpinan DPR, kok nggak kelihatan ya di Gedung DPR? Barang kali, sebagai pimpinan partai lebah – seperi kata beliau, Cak Imin tengah bepergian menebarkan manfaat bagi masyarakat. Ya, semoga saja manfaatnya juga terasa sebagai wakil rakyat. Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Hotel Sultan dan Mesin Uang Soeharto
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Merekat Persatuan dalam Kebinekaan

Berbagai gesekan di masyarakat bisa saja menghantui Indonesia ke depannya. Namun, nilai kebinekaan yang menjadi semboyan bangsa seharusnya dapat menjadi modal sosial bagi masyarakat...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?