HomeCelotehMencari Impostor di Omnibus Law

Mencari Impostor di Omnibus Law

Kecil Besar

“Ketidakadilan sosial. Jadi kalau keadilan tidak dijamin, siapa saja bisa mengacau” – Abdul Haris Nasution, Pahlawan Nasional asal Indonesia


PinterPolitik.com

Gengs, dalam negara demokrasi, ibarat keluarga, rakyat ini adalah orang tuanya. Sementara, pemerintah perannya kayak anak. Sebagaimana keluarga, kadang kala ada cekcok antara orang tua dengan anak.

Hal yang sangat wajar terjadi dan rata-rata dialami oleh keluarga mana saja lho. Namun, semarah-marahnya anak ke orang tua, jangan sampai nggak mendengarkan nasihat mereka. Bisa berabe.

Misal, dalam hal percintaan. Ya, kalau memang beda pilihan soal pasangan, mending diobrolkan saja. Siapa tahu hati orang tua jadi terbuka? Pokoknya, jangan sampai main kawin lari deh.

Nah, seperti itu pula kasus omnibus law (UU Cipta Kerja) ini, cuy. Karena rakyat kedudukannya kayak orang tua, maka seharusnya diajak rembukan terlebih dahulu.

Andai kita ibaratkan muara omnibus law, yakni perusahaan, sebagai kekasih, dan produk kebijakan omnibus law layaknya mas kawin, maka dalam hal negara mau mendekati kekasihnya, perlu dong bicara dengan rakyat terkait cocok apa nggak-nya mas kawin tersebut alias omnibus law.

Lha, ini nggakcuy. Tiba-tiba, negara langsung pilih produk kebijakan, nggak diskusi sama sekali dengan elemen rakyat yang notabene banyak lho penolakan dari mereka. Seolah sudah ngebet pengen segera melamar perusahaan, negara nyatanya meninggalkan ngobrol dengan rakyatnya.

Tapi nih, alih-alih bakal didukung oleh perusahaan, eh, ternyata terdapat 35 investor global yang membuat surat terbuka kepada pemerintah Indonesia. Isinya tuh menyatakan bahwa omnibus law akan merusak iklim investasi karena dianggap bakalan melanggar standar praktik terbaik internasional.

Waduh, kok kayak telenovela aja nih dramanya? Saat negara sudah percaya diri, eh, tahunya bertepuk sebelah tangan dengan investor. Upps.

Namun, sebentar dehcuy, kita jangan gegabah dulu menganggap 35 investor itu beneran mewakili investor global secara keseluruhan. Pasalnya, mayoritas anggotanya punya afiliasi dengan elemen masyarakat tertentu.

Lagian juga, kita masih bingung toh apakah ini cuma pengelabuan atau beneran. Secara, zaman sekarang nggak ada yang bisa menerka secara pasti. Toh, kalau memang beneran, kenapa surat baru dikirim setelah pemerintah mengesahkan omnibus lawHayooo.

Coba deh kalian amati saja suatu game yang memberi banyak pelajaran tentang adanya tipuan di saat chaos. Game yang bernama Among Us itu menampilkan karakter impostor yang bertugas membunuh karakter lain tetapi sebisa mungkin tak diketahui.

Bahkan, ia bisa saja mengelabui karakter lain, dengan menuduh karakter lain itulah impostor sebenarnya. Hmm, siapa nih kira-kira impostor di game omnibus law ini? Pemerintah apa investor? Selamat merenung. Hehe. (F46)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...