HomeCelotehMenanti Ma’ruf Bela FPI

Menanti Ma’ruf Bela FPI

Kecil Besar

“Those who cannot remember the past are condemned to repeat it” – George Santayana, filsuf kelahiran Spanyol


PinterPolitik.com

Banyak orang bilang kalau sejarah itu merupakan catatan yang menjadi panduan bagi kita yang hidup di masa kini. Dengan belajar pada sejarah, masyarakat di masa kini pun dapat mendapatkan pengetahuan guna kemajuan umat manusia.

Meski begitu, ada juga sejumlah pihak yang bilang kalau sejarah itu selalu berulang lho. Setelah Perang Dunia I berakhir dulu, misalnya, Perang Dunia II pun kembali terjadi dengan Jerman Nazi yang melakukan militarisasi.

Nah, terulangnya sejarah ini bisa juga lagi terjadi di Indonesia lho baru-baru ini. Kali ini nih, sejarah pembubaran organisasi nih yang terulang. Pada era Orde Baru, Partai Komunis Indonesia (PKI) dilarang. Di era Presiden Joko Widodo (Jokowi), giliran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Kali ini, giliran itu jatuh pada Front Pembela Islam (FPI). Pada akhir tahun 2020 kemarin, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengumumkan pembubaran organisasi, atribut, dan berbagai aktivitasnya.

Wah wah, terulang juga ya sejarah. Pembubaran organisasi di Desember 2020 kemarin bisa jadi kado akhir tahun nih bagi sejumlah pihak. Hehe.

By the way nih, usulan pembubaran FPI ini sebenarnya udah muncul sejak lama lho. Tahun 2014 lalu, misalnya, organisasi itu ramai dibicarakan di publik ketika Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok akan menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Baca Juga: De-FPI-isasi, Chopping Berbahaya Untuk Jokowi

FPI Bukan PKI

Hmm, gara-gara itu tuh, FPI akhirnya dituntut buat dibubarkan tuh karena sejumlah aksi mereka menimbulkan kekisruhan. Tapi, tenang dulu, gengs. Ada sosok yang akhirnya muncul membela FPI, yakni KH Ma’ruf Amin.

Pak Kiai yang kala itu masih menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengusulkan agar FPI dibina saja daripada dibubarkan lho. Bahkan, Pak Kiai Ma’ruf pun menyebutkan ada sejumlah prosedur bila sebuah organisasi akan dibubarkan lho.

Wah, Pak Ma’ruf ­kayak-nya dulu bak pahlawan ya buat FPI. Kalau kita ingat-ingat, Pak Kiai juga dulu berperan lho mengeluarkan fatwa MUI terkait polemik penistaan agama Ahok.

Namun, yang namanya masa lalu hanya tinggal di masa lalu. Pak Ma’ruf sebagai Wakil Presiden (Wapres) tak lagi muncul buat membela upaya pemerintah untuk membubarkan FPI.

Mungkin nih, ini jadi bukti kalau sejarah tinggal lah sejarah. Meski begitu, apakah mungkin ini malah karena Pak Ma’ruf sekarang lagi away from keyboard (AFK) ya? Gimana nih, Pak Ma’ruf? Hehe. (A43)

Baca Juga: Ma’ruf Amin Mulai Unjuk Gigi?

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Pemimpin Idaman Versi Jokowi-Sandi

"Cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik, melainkan juga demokrasi ekonomi. ~Bung Hatta PinterPolitik.com Dalam acara deklarasi dukungan dari alumni sejumlah kampus beberapa waktu...

”Parang” Kompak, Deal Mega-Prabowo

“Seseorang yang bisa membuat senyum paling lebarmu tersungging adalah juga seseorang yang bisa melemparkanmu ke tempat paling asing.” ― Sam Haidy, penulis Indonesia PinterPolitik.com Entah apa...

Esemka, Mobil Dinas Baru Jokowi?

“Karakter bukan diajarkan lewat teori dan wejangan. Karakter diajarkan pakai teladan, dengan contoh nyata”. – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta PinterPolitik.com Ada waktu untuk tertawa, ada...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

“Orang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,” – Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswa  di seluruh penjuru negeri...

More Stories

Fathimah Azzahra dan Warisan STOVIA

Seorang mahasiswi kedokteran memukau publik di panggung debat nasional. Mengapa cara bicaranya yang tenang justru terasa begitu radikal? 

Inul, Naykilla, dan Kebangkitan ‘Centil-isme’

Dari gaya dan goyang yang dulu dicekal, "centil" kini jadi identitas yang dirayakan. Apa yang sebenarnya sedang naik?

‘Teach You a Lesson’: Fantasi Indonesia?

Serial Korea soal negara yang mengirim inspektur ke sekolah jadi sorotan. Mungkinkah fantasi itu yang sebenarnya dibutuhkan guru Indonesia?