HomeCelotehMenanti Aksi KPK ala Batman

Menanti Aksi KPK ala Batman

Kecil Besar

“Batman has no jurisdiction” – Joker, The Dark Knight (2008)


PinterPolitik.com

Baru-baru ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melancarkan aksi-aksinya secara bertubi-tubi. Setelah melakukan operasi tangkap tangan first blood-nya terhadap Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, komisi antirasuah yang kini dipimpin oleh Firli Bahuri itu juga tengah berupaya mengungkap kasus dugaan suap yang terjadi di lingkungan komisi lainnya, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Dalam kasus tersebut, KPK telah menangkap seorang eks-komisioner KPU – Wahyu Setiawan – dan dua staf Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Kini, komisi antikorupsi tersebut tengah berupaya memburu buronan lainnya yang juga merupakan mantan kader partai berlambang banteng itu, yakni Harun Masiku.

Untuk memburu Pak Harun ini, KPK akhirnya meminta bantuan dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) agar buronan itu nggak bisa kabur ke mana-mana ketika penyelidikan masih berlangsung. Tentunya, pihak Dirjen Imigrasi menindaklanjuti permohonan bantuan itu dengan memproses surat cegah bagi Harun.

Tapi, uniknya nih, Pak Harun kabarnya sudah duluan pergi ke luar negeri sebelum surat cegah tersebut keluar. Beliau dikabarkan telah pergi ke Singapura. Yah, kalau begitu, telat dong KPK dan Dirjen Imigrasi menerbitkan surat cegahnya.

Apalagi nih, pemerintah Indonesia nggak punya yurisdiksi di luar batas wilayah kedaulatannya. Secara otomatis, aparat penegak hukum – termasuk KPK – nggak bisa bertindak di luar negeri.

Hmm, jadi ingat film The Dark Knight (2008) nih. Dalam kisah film itu, ada seorang akuntan bernama Lau yang membawa kabur seluruh uang The Mob ke Hong Kong. Lau berpikir bahwa wilayah itu berada di luar yurisdiksi kepolisian Gotham.

Joker pun sadar bahwa persoalan yurisdiksi ini tetap akan mempertemukan Lau dengan pihak lain di luar kepolisian, yakni Batman. Apa yang dikatakan Joker akhirnya kejadian tuh. Akuntan itu akhirnya berhasil ditangkap oleh manusia kelelawar tersebut dan akhirnya berhasil diserahkan pada kepolisian Gotham.

Hmm, kisah di film itu bisa aja perlu dijadikan inspirasi nih buat KPK dalam membasmi kejahatan-kejahatan dengan gercep (gerak cepat) seperti Batman – khususnya tindak pidana korupsi. Pasalnya nih, kalau kelamaan harus menunggu izin dari Dewan Pengawas KPK, bisa-bisa para buronan nanti jadi memiliki waktu lebih luang bila ingin melarikan diri ke luar negeri lho. Hehe.

Ya, kita berharapnya sih, para penegak hukum bisa bertindak cepat nih dalam persoalan-persoalan semacam ini. Mungkin, bila Pak Harun terlanjur kabur seperti ini, KPK butuh bantuan nih dari pihak yang bisa membantu aksinya di luar yurisdiksi seperti Batman. Mari kita tunggu aksi kolaborasi KPK dengan Interpol. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Hotel Sultan dan Mesin Uang Soeharto
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?