HomeCelotehMembaca Pengaruh Jokowi di 2024

Membaca Pengaruh Jokowi di 2024

Kecil Besar

Ramainya pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait karakteristik yang dimiliki oleh seorang pemimpin yang memikirkan rakyat – seperti kerutan di wajah dan rambut berwarna putih – menunjukkan bahwa Jokowi masih memiliki pengaruh yang luas meskipun kerap disebut akan menjadi presiden “bebek lumpuh” (lame duck). Namun, seberapa jauh pengaruh Jokowi dalam kontestasi elektoral pada tahun 2024 mendatang?


PinterPolitik.com

“Very emotional, I’m a Gemini. I love hard and I fight harder. A born author” – Kendrick Lamar, “The Heart Part 1” (2010)

Zodiak atau rasi bintang menjadi salah satu cara yang kini populer untuk digunakan untuk membaca sifat seseorang – setidaknya menjadi salah satu topik yang ramai dibahas oleh banyak orang. Nah, seringnya nih, kita suka mengategorikan sifat-sifat tertentu berdasarkan zodiak orang tersebut.

Mereka yang berzodiak Cancer, misalnya, kerap dianggap memiliki sensitivitas yang tinggi. Biasanya, mereka dinilai suka berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain berdasarkan perasaan dan emosi.

Selain Cancer, ada juga tetangganya yang masa lahirnya terjadi sebelum Cancer, yakni Gemini. Mereka yang berzodiak Gemini biasanya dinilai memiliki banyak wajah. Meski begitu, Gemini dinilai juga mudah menjadi perhatian banyak orang – semacam center of attention (pusat perhatian) atau trendsetter (pencipta tren).

Nah, mungkin, salah satu contoh nyata dari sifat center of attention dari Gemini ini terlihat dari salah satu penyanyi rap (rapper) populer yang bernama Kendrick Lamar. Rapper yang dikenal juga dengan alter ego Kung Fu Kenny dan K-Dot itu memang dikenal sebagai salah satu rapper paling sukses dan paling ditunggu-tunggu.

Gimana nggak? Setelah terakhir nge-rilis album dengan judul Damn (2017) pada tahun 2017, K-Dot akhirnya merilis album terbarunya, Mr. Morale & the Big Steppers (2022), pada bulan Mei 2022 lalu. Hmm, jarak waktu antara dua album itu mencapai lima tahun lho.

Di antara para penggemar musik hip-hop dan rap, sampai tersebar meme-meme yang seakan-akan Kendrick akan mengalahkan semua rapper lainnya sekalinya dia merilis album. Bahkan, karena saking ditunggu-tunggunya ada anggapan K-Dot akan mengalahkan juga rappers populer seperti Drake, J. Cole, dan Kanye West.

Baca juga :  Jebakan Logika Bedah Kasus Nadiem?

Ya, mungkin, berkaca dari bagaimana populer dan dihormatinya Kendrick, orang-orang Gemini bisa dibilang bisa menjadi pusat perhatian. Bahkan, mungkin, bisa juga jadi trendsetter buat banyak orang.

Jokowi Jadi Presiden Bebek Lumpuh

Nah, selain K-Dot nih, ada juga lho Gemini lain yang terkenal banget lho. Siapa lagi kalau bukan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi)? Hmm, nggak bisa dipungkiri sih kalau Pak Jokowi dari dulu kerap jadi trendsetter tuh – mulai dari sepatu yang dipakai, jaket yang dikenakan, sampai kata-kata Pak Jokowi yang nggak jarang jadi meme.

Terbaru, Pak Jokowi kemarin viral dan jadi pembicaraan publik terkait pernyataannya di kegiatan “Gerakan Nusantara Bersatu: Satu Komando untuk Indonesia” yang dihelat di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 26 November 2022 kemarin. Pernyataan tersebut mengandung persepsi Jokowi soal karakteristik fisik pemimpin yang memikirkan rakyat – yakni memiliki kerutan di wajah dan rambut berwarna putih.

Hmm, terlepas dari makna di balik potongan pidato Pak Jokowi tersebut, mungkin, kita pun sedikit bertanya-tanya. Kenapa ya Pak Jokowi suka banget membuat momen-momen yang kerap jadi perhatian publik – mulai dari pakaian, pidato, restu-restu politik ke banyak calon presiden (capres) potensial, sampai ungkapan kemarahan? Kenapa Pak Jokowi suka jadi center of attention?

Nah, mungkin nih, dengan menjadi center of attention dan trendsetter, manfaat dan pengaruh terhadap politik pun eksis. Mengacu pada tulisan Norbert Merkovity yang berjudul Introduction to Attention-based Politics, perhatian publik dan media terhadap seorang politikus bisa menjadi modal politik (political capital) bagi politikus tersebut – Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Pemilihan Presiden (Pilpres) AS 2016 silam misalnya.

Baca juga :  Anies dan Dark Side of The Moon

Bukan nggak mungkin, strategi yang sama juga lagi dilakukan nih oleh Pak Jokowi. Apalagi nih, waktu menuju kontestasi politik pada tahun 2024 mendatang – baik pemilihan umum (Pemilu) maupun Pilpres – juga semakin dekat.

Dengan tetap menjadi center of attention, Pak Jokowi secara nggak langsung tetap membangun political capital-nya – misal untuk tetap memiliki pengaruh di tahun 2024 mendatang. Apalagi nih, sebagai presiden yang dianggap tengah menuju status “bebek lumpuh” (lame-duck), Jokowi juga harus menjaga kekuatan dan pengaruh politiknya di antara banyak aktor politik lainnya – mulai dari kelompok relawan, partai politik (PDIP, Golkar, Gerindra, PKB, dan sebagainya), hingga elite-elite politik.

Nah, by the way, Gemini kan dikenal memiliki banyak “wajah” ya. Apakah mungkin ini cara Pak Jokowi sebagai Gemini untuk memainkan banyak “wajah” secara taktis untuk menghadapi banyak aktor politik yang disebutkan tadi ya? Well, maybe, Pak Jokowi is the “Gemini presidentfor real! (A43)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Hipdut, no na, Timurnesia: Trisula Nusantara?

Tiga aliran musik baru dari Indonesia kini merajai tangga lagu. Mungkinkah trisula ini diam-diam sedang melawan dominasi musik dunia? 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu?