HomeCelotehMaster Chef Ala Bu Risma

Master Chef Ala Bu Risma

Kecil Besar

“Kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi Penerima Manfaat supaya pandai atau pintar mengolah makanan secara baik dan benar, sehingga mereka nantinya akan mempunyai bekal dan ilmu yang cukup untuk membuat usaha kuliner secara mandiri”. – Menteri Sosial Tri Rismaharini


PinterPolitik.com

Memasak. Para ahli filogeni percaya bahwa manusia pertama kali menemukan cara memasak makanan pada 1,8 juta hingga 2,3 juta tahun lalu. Iyess, juta tahun cuy.

Beberapa penemuan lain terkait sisa-sisa olahan makanan dari tumbuhan dan daging juga ditemukan di gua-gua di Afrika Selatan yang menegaskan kemampuan manusia menggunakan api sejak sekitar 1 juta tahun lalu.

Memasak dan kemampuan untuk membuat api itu sendiri menjadi bagian dari sejarah perubahan peradaban manusia. Pasalnya, ini menjadi salah satu titik awal perubahan-perubahan besar lain yang terjadi hingga sekarang ini.

Baca Juga: Lingkaran Pam Swakarsa Komjen Listyo

Jadi buat kalian para milenial dan gen-Z, belajar masak woy. Mau laki kek, perempuan kek semuanya kudu belajar masak. Jangan cuma berharap dimasakin sama orang tua atau taunya cuma beli via ojek online. Malu noh sama homo erectus yang udah memasak makanan sejak 500 ribu tahun lalu. Uppps. Hehehe.

Bicara soal memasak, pasti tahu dong acara Master Chef. Itu loh acara TV yang menampilkan semacam perlombaan memasak dengan berbagai tantangan dan juri yang galak-galak.

Nah, mungkin dalam bentuk yang berbeda, acara memasak itu tengah dilakukan oleh Menteri Sosial Tri Rismaharini. Bedanya, kalau di Master Chef ada yang tereliminasi, sementara kalau acara memasaknya Bu Risma nggak ada eliminasi dan sifatnya pelatihan semata.

Iyess, jadi ceritanya Bu Risma memang ngadain pelatihan memasak untuk para pemulung. Nggak tanggung-tanggung loh, sampai datengin instruktur khusus dari Surabaya Hotel School. Wih, berasa kayak ada Chef Juna sama Chef Arnold-nya nih. Hehehe.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Nantinya, para pemulung yang ikut pelatihan ini akan membuka bisnis kuliner. Makanan yang mereka buat bisa dijual ke masyarakat atau bisa dinikmati oleh para pegawai Kemensos. Hmm, rada pemaksaan nih biar para pegawai Kemensos beli makanan itu. Uppps.

Intinya, maksudnya Bu Risma ini positif sih, biar para pemulung bisa mengubah nasib mereka menjadi lebih baik. Kali-kali nanti beneran ada yang bisa jadi jago kayak Chef Juna dan Chef Arnold, kan keren juga tuh. Hehehe. (S13)


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Yenny “Jomblo”, Diperebutkan Jokowi-Prabowo

“Kamu kejam buat mereka terlihat jahat. Mereka keji membuat kamu terlihat jijik. Atau kalian berdua yang kejam dan keji karena tidak mau jujur melihat...

Dokter: Goodbye Jokowi?

“Seorang dokter menyembuhkan, dan alam yang menciptakan kesehatan.” Aristoteles PinterPolitik.com BPJS… Oh BPJS… Karena kehadiranmu ku tak perlu khawatir lagi jika tiba-tiba jatuh sakit. Iuran tidak...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.