Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Mampukah Puan Jadi Harapan Megawati?

Mampukah Puan Jadi Harapan Megawati?


F46 - Friday, July 24, 2020 18:00
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri) dan Puan Maharani (kanan). (Foto: Koran Madura)

0 min read

“Demokrasi: ia melahirkan kuasa yang disepakati, dan ada proses bertukar pikiran sebelum kesepakatan” – Goenawan Mohamad, pendiri Majalah Tempo


PinterPolitik.com

Cuy, kita tahu dong saat ini bonus demografi sudah di depan mata Indonesia. Banyak banget anak-anak muda yang juga sudah mulai unjuk gigi dan menunjukkan kemampuannya, baik dalam bidang industri, perkembangan teknologi, dan pendidikan.

Nah, dalam politik, kelihatannya kan kemarin-kemarin belum sempat terlalu terlihat. Baru Partai Demokrat saja yang berusaha memberikan penyegaran melalui terpilihnya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum.

Langkah ini kelihatannya akan memberi pengaruh kepada partai-partai lain, cuy. Salah satunya adalah PDIP.

Hal ini terlihat dari ungkapan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam peresmian 20 Kantor DPC/DPD PDIP yang dilakukan secara daring. Bu Mega kurang lebih mengatakan seperti ini, cuy, “Saudara-saudara, kita akan melakukan sebuah regenerasi. Dapat dikatakan total pada 2024”. Wedeh, berarti bakal ada penyegaran secara total nih.

Tapi, langkah ini bukan karena Demokrat yang sudah duluan melakukan langkah itu kan, Bu? Takutnya, ntar bikin seruan seperti ini karena hanya terpancing dan takut kalah saing, kan bahaya. Hehehe.

Sebenarnya, titik poin tulisan ini itu bukan hanya terkait regenerasi PDIP, cuy, tetapi juga soal siapa yang akan menggantikan Bu Mega di PDIP. Kita tahu ya bahwa salah satu alasan Ibu Megawati berusaha dipertahankan agar tetap memimpin PDIP yaitu karena kader butuh sosok Bu Mega untuk merekatkan para kader partai.

Ya, mau gak mau harus diakui sih bahwa wibawa Bu Mega di depan kader PDIP ini masih kental banget. Kalau dalam bahasa pesantrennya itu, para kader masih sangat tawadu’ sama Bu Mega alias sam’an wa to’atan gitu loh.

Selain itu, kalaupun mau ada regenerasi, jika memang akan tetap dipegang oleh trah Soekarno, apa mungkin Mbak Puan bisa menggantikan Bu Mega? Secara nih, salah satu orientasi partai politik kan pasti ingin mengantarkan kadernya menjadi pemimpin nasional alias jadi Presiden, apa lagi PDIP partai besar.

Terlebih nih, dalam survei yang dilakukan Indikator Politik saja, elektabilitas Mbak Puan Maharani ini masih dibilang kecil banget loh, yaitu hanya 2 persen. Kalau dibandingkan dengan nama-nama lain ini jauh banget, apalagi kalau dibandingkan dengan AHY sebagai Ketua umum Partai Demokrat, beeh, jauh banget yaitu 6,8 persen.

Terlebih, tren elektabilitas AHY ini cenderung cukup baik dan terus mengalami kenaikan. Padahal, Partai Demokrat itu ada di luar lingkaran koalisi pemerintah loh sedangkan Mbak Puan ini di dalam lingkaran koalisi, bahkan doi saat ini menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Itu kan miris banget ya kalau elektabilitas hanya 2 persen.

Memang sih, waktu berjuang dapat dikatakan masih panjang, lahwong ini masih tahun 2020. Adapun gelanggang pertarungan itu di tahun 2024.

Tapi, kan persiapan harus dilakukan secara cepat. Terlebih, kalaupun nanti ada strategi brilian dari PDIP untuk mengerek elektabilitas Mbak Puan, partai lain kan juga akan melakukan hal yang sama.

Hayo, gimana nih, menurut kalian, mbak Puan ini apakah bisa menggantikan sosok Bu Mega? Pantau analisis dan informasi dari kita terus ya. Hehehe. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait