HomeCelotehMalfoy, Sri Mulyani Lawan Anak Soeharto?

Malfoy, Sri Mulyani Lawan Anak Soeharto?

S13 – Saturday, September 19, 2020 19:00

3 min read

Asumsi ini bisa benar kalau pemberitaan di Majalah Time pada tahun 1999 tentang transfer dana berjumlah besar dari Swiss ke Austria benar adanya. Time memang menyebutkan ada uang senilai US$ 9 miliar atau sekitar Rp 133 triliun yang dipindahkan. Menariknya, di era kekuasaan Bu Sri Mulyani, mulai banyak tuh kebijakan kerja sama transparansi keuangan dengan negara-negara seperti Swiss, Singapura, Austria, dan lain-lain. Hmm, menarik.


PinterPolitik.com

Citra Soeharto memang kadung buruk di mata banyak orang Indonesia. Berkuasa selama 32 tahun membuat Bapak Pembangunan Nasional itu dicap sebagai pemimpin yang sewenang-wenang secara kekuasaan.

Apalagi, tuduhan KKN, berbagai pelanggaran HAM yang terjadi sepanjang periode kekuasaannya, hingga pengkultusan yang melanggengkan kepemimpinannya, menjadi warna kritik yang berujung pada berakhirnya kekuasaan sang jenderal itu pada tahun 1998.

Kini, setelah 22 tahun lebih berlalu sejak Reformasi digulirkan, citra Soeharto dan dosa-dosanya sepertinya tak begitu saja pudar. Bahkan, anak-anak Soeharto masih “menanggung” akibat lanjutan dari apa yang terjadi di era Orde Baru itu.

Salah satunya adalah yang kini tengah dihadapi oleh putra ketiganya, Bambang Trihatmodjo. Ceritanya, Bambang kini mendapat pencekalan bepergian ke luar negeri akibat persoalan utang piutang yang terjadi antara dirinya dengan pemerintah – lebih tepatnya Kementerian Keuangan – di masa lalu.

Menurut keterangan yang diberikan Kementerian Keuangan, utang Bambang tersebut bermula dari penyelenggaraan SEA Games XIX Tahun 1997. Bambang saat itu merupakan ketua konsorsium swasta yang ditunjuk pemerintah menjadi penyelenggara gelaran olahraga antar-negara se-ASEAN itu di Jakarta. Disebutkan bahwa saat itu rupanya konsorsium swasta kekurangan dana, sehingga harus ditalangi oleh pemerintah.

Baca juga :  Jilbab Buat Pinangki Bebas Bersyarat?
- Advertisement -

Nah, dana itulah yang disebut-sebut menjadi utang Bambang terhadap pemerintah. Adapun besaran utang yang dimaksud tidak diberikan informasinya oleh Kementerian Keuangan.

Wih, jadi berasa kayak kisah Draco Malfoy di serial Harry Potter gitu nggak sih? Berasa kayak anak yang ikutan menanggung “kuasa kegelapan” akibat ayah dan ibunya yang ikut sama Pangeran Kegelapan. Uppps. Walaupun pada akhirnya Malfoy jadi baik dan keluar dari bayang-bayang kelam orang tuanya.

Tapi, kalau diperhatikan secara seksama, Menkeu Sri Mulyani emang membuat beberapa kebijakan yang kalau dipikir-pikir, agak “berseberangan” dengan kepentingan Keluarga Cendana loh. Well, asumsi ini bisa benar kalau pemberitaan di Majalah Time pada tahun 1999 tentang transfer dana berjumlah besar dari Swiss ke Austria benar adanya.

Buat yang belum tahu, Time memang menyebutkan ada uang senilai US$ 9 miliar atau sekitar Rp 133 triliun yang dipindahkan saat itu.

Nah menariknya, di era kekuasaan Bu Sri Mulyani, mulai banyak tuh kebijakan kerja sama transparansi keuangan dengan negara-negara seperti Swiss, Singapura, Austria dan lain sebagainya, yang memang ditujukan untuk “mengejar” kekayaan orang-orang Indonesia yang ada di luar negeri. Tahu kan kekayaan siapa aja yang kemungkinan ada di luar negeri? Uppps.

Wih, jadi makin serem kan isunya.

Hmm, tapi yang jelas, kasus yang menimpa Bambang Tri ini jadi babak baru hubungan Sri Mulyani sebagai Menkeu dengan Keluarga Soeharto. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya? (S13)

spot_img

#Trending Article

Rocky Sebenarnya Fans Luhut?

Momen langka terjadi! Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya bertemu langsung dengan pengkritik terpedasnya, yakni Rocky Gerung.

Nadiem and the Shadow Organization

Penjelasan Mendikbudristek Nadiem Makarim soal shadow organization tuai polemik. Ada apa di balik organisasi bayangan Kemdikbudristek ini?

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Giring Bukan Ketum PSI Lagi?

Ketum PSI Giring tampak tidak sejalan dengan partainya sendiri soal deklarasi Ganjar-Yenny sebagai capres-cawapres. Masihkah Giring Ketum?

SBY, Anak Emas Amerika Serikat?

“Pak SBY membantah, 'Tidak benar saya jadi the golden boy' kan begitu, bantah saja. Tapi kalau kita bicara dengan banyak orang, itu gelar the...

Kasus Lesti-Billar, Begini Tanggapan Lesti

Lesti Kejora laporkan suaminya, Rizky Billar, atas kasus KDRT setelah diduga ketahuan selingkuh. Mengapa fenomena ini begitu marak?

Anies dan Nadiem Dibanding-bandingke?

“Mendikbudristek meminta waktu hingga akhir Juni. Namun, hingga September 2022, tidak ada kabar terkait DIM yang dijanjikan. Bagi kami, hal ini merupakan pengabaian atas...

Surya Paloh Terjun ke Medan Perang?

“Kenapa ada percepatan, yang didengar 10 November, kenapa hari ini. Saya melihat ini jauh lebih hari baik. Sederhana. Lihat cahaya bulan bintang. Hari-hari baik....

More Stories

Mengapa BBM Bisa Bahayakan Jokowi?

Pemerintah telah menaikkan harga BBM. Pertalite naik hingga 30 persen, dari sebelumnya Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Kebijakan ini kemudian...

Kasus Sambo Untungkan Jokowi?

Bergulirnya kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Irjen Ferdy Sambo memang menarik perhatian masyarakat luas. Isu ini bahkan mengalahkan narasi krisis ekonomi yang kini...

Ini Alasan 2024 Harus Kandidat Militer

Peningkatan kapasitas militer Tiongkok dan manuver yang dilakukan oleh negara tersebut atas Taiwan diprediksi akan memanaskan situasi politik di Asia Timur. Banyak ahli geopolitik...