HomeCelotehLuhut Cocok Jadi Wakil Presiden?

Luhut Cocok Jadi Wakil Presiden?

Kecil Besar

Sejumlah relawan yang menamai diri mereka sebagai Sahabat LBP mendeklarasikan dukungan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan untuk menjadi calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.


PinterPolitik.com

Panggilan alam. Sebuah frasa yang kerap digunakan oleh banyak orang setiap datang pagi. Biasanya, akan muncul sebuah perasaan yang menunjukkan bahwa diri telah merasa siap untuk menjawab โ€œpanggilanโ€ tersebut.

Mungkin, perasaan terpanggil ini kini juga dirasakan oleh Luhut โ€“ seseorang yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Negara Indonesia di alternate universe Bumi-45. Bagaimana tidak? Sejumlah pihak memanggil-manggil namanya agar Luhut bisa maju sebagai calon presiden (capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

โ€œLord Luhut! Lord Luhut! Lord Luhut!โ€ sorak para penggemarnya yang mengklaim diri mereka sebagai BLINK (Barisan Luhut untuk Indonesia Negara Kece) setiap Luhut bersiap untuk memberikan pidato. Setelah beranjak menuju podium, Luhut pun mulai memberikan satu dua patah kata, โ€œMungkin, ini panggilan alam saya.โ€

Pidato itu diberikannya ketika Luhut tengah bersiap untuk mendaftar ke Komisi Pemilihan Presiden (KPP) yang bertugas untuk menyeleksi para capres. Ada beberapa syarat yang telah disiapkan Luhut, yakni sebuah dokumen riwayat hidup yang biasa dikenal sebagai curriculum vitae (CV).


Luhut: Selamat pagi, Pak. Permisi.

Ilham: Oh iya. Silakan masuk.

(Luhut duduk di hadapan Ilham)

Ilham: Baik. Selamat pagi. Sebelumnya, perkenalkan, nama saya Ilham. Saya adalah yang bertugas di sini untuk mewawancarai Pak Luhut sebagai kandidat capres di KPP. KPP di sini adalah Komisi Pemilihan Presiden ya, Pak, bukan Kantor Pelayanan Pajak.

Luhut: Baik, Pak Ilham. Kalau urusan pajak dan papers, tentunya bukan di sini urusannya ya, Pak. Hehe.

Ilham: Oke. Kita mulai saja. Bisa perkenalkan diri dulu. Silakan, Pak Luhut.

Luhut: Baik. Terima kasih. Perkenalkan. Nama saya Luhut. Saya di sini hendak mengajukan diri sebagai calon presiden untuk Negara Indonesia. Saya memiliki pengalaman yang cukup panjang di pemerintahan. Setidaknya, saya sudah pernah memegang jabatan lebih dari sepuluh secara total.

Ilham: Hah? Sepuluh jabatan lebih? Apa saja itu?


Baca Juga: Luhut dan Bayangan Teknologi Tiongkok

Hello My Name is Luhut CV

Luhut: Silakan. Bisa bapak lihat di CV saya yang sudah saya kumpulkan kemarin.

Ilham: Wah, keren juga sih ini. Banyak banget pengalamannya. Bisa-bisa jadi auto-keterima nih kalau punya pengalaman segini banyaknya. Sisanya tinggal poin good-looking-is-a-plus aja ini.

Luhut: Hehe. Iya, Pak. Jadi, bagaimana, Pak? Apa masih perlu interview lagi?

Ilham: Hmm, cukup sepertinya. Sebenarnya, dengan experience bapak, bapak bisa saja langsung diterima. Bapak juga jago dalam negotiation dan bisa assertive soal menerapkan Program Pantang Ke Mana-mana (PPKM). Namun, kualifikasi bapak ini sepertinya sangat over buat kami dan you know lah orang-orang Indonesia bagaimana, Pak.

Luhut: Saya sepertinya mengerti ini arahnya ke mana. Kalau begitu, saya pamit dulu, Pak Ilham. Mohon maaf dan terima kasih.

(Luhut bergegas untuk meninggalkan ruangan)

Ilham: Tunggu! Jangan pergi dulu!

Luhut: Apa?! Apa lagi yang kau inginkan dariku?

IlhamThere is and ideaโ€ฆ to bring together a group ofโ€ฆ

Luhut: โ€ฆremarkable people and so on and so onโ€ฆ

Ilham: Saya berpikir. Dengan persoalan identitas Pak Luhut yang kemungkinan besar bakal dipersoalkan orang-orang Indonesia, bagaimana kalau bapak mencalonkan diri sebagai cawapres? Saya dengar Pak Luhut ini lihai bak Pak Jusuf Kalaa.

Luhut: Hmm. Menarikโ€ฆ

(To be continuedโ€ฆ)

(A43)

Baca Juga: Jika Luhut Jadi Presiden di 2024


โ–บ Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

PSI, dari Achilles ke Batman

โ€œKamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kitaโ€. โ€“ Odysseus, dalam film โ€œTroyโ€ PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

โ€œBerikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.โ€ PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Pemimpin Idaman Versi Jokowi-Sandi

"Cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik, melainkan juga demokrasi ekonomi. ~Bung Hatta PinterPolitik.com Dalam acara deklarasi dukungan dari alumni sejumlah kampus beberapa waktu...

Esemka, Mobil Dinas Baru Jokowi?

โ€œKarakter bukan diajarkan lewat teori dan wejangan. Karakter diajarkan pakai teladan, dengan contoh nyataโ€. โ€“ Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta PinterPolitik.com Ada waktu untuk tertawa, ada...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

โ€œOrang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,โ€ โ€“ Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswaย  di seluruh penjuru negeri...

Anas Urbaningrum Segera Tantang SBY?

Baliho Anas Urbaningrum tiba-tiba terpasang di dekat Cikeas. Apakah mungkin Anas segera tantang SBY selepas bebas dari penjara?

More Stories

Fathimah Azzahra dan Warisan STOVIA

Seorang mahasiswi kedokteran memukau publik di panggung debat nasional. Mengapa cara bicaranya yang tenang justru terasa begitu radikal?ย 

Inul, Naykilla, dan Kebangkitan โ€˜Centil-ismeโ€™

Dari gaya dan goyang yang dulu dicekal, "centil" kini jadi identitas yang dirayakan. Apa yang sebenarnya sedang naik?

‘Teach You a Lesson’: Fantasi Indonesia?

Serial Korea soal negara yang mengirim inspektur ke sekolah jadi sorotan. Mungkinkah fantasi itu yang sebenarnya dibutuhkan guru Indonesia?