Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Luhut Cocok Jadi Wakil Presiden?

Luhut Cocok Jadi Wakil Presiden?


A43 - Friday, October 15, 2021 7:00
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Antara)

0 min read

Sejumlah relawan yang menamai diri mereka sebagai Sahabat LBP mendeklarasikan dukungan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan untuk menjadi calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.


PinterPolitik.com

Panggilan alam. Sebuah frasa yang kerap digunakan oleh banyak orang setiap datang pagi. Biasanya, akan muncul sebuah perasaan yang menunjukkan bahwa diri telah merasa siap untuk menjawab “panggilan” tersebut.

Mungkin, perasaan terpanggil ini kini juga dirasakan oleh Luhut – seseorang yang menjabat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Negara Indonesia di alternate universe Bumi-45. Bagaimana tidak? Sejumlah pihak memanggil-manggil namanya agar Luhut bisa maju sebagai calon presiden (capres) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Lord Luhut! Lord Luhut! Lord Luhut!” sorak para penggemarnya yang mengklaim diri mereka sebagai BLINK (Barisan Luhut untuk Indonesia Negara Kece) setiap Luhut bersiap untuk memberikan pidato. Setelah beranjak menuju podium, Luhut pun mulai memberikan satu dua patah kata, “Mungkin, ini panggilan alam saya.”

Pidato itu diberikannya ketika Luhut tengah bersiap untuk mendaftar ke Komisi Pemilihan Presiden (KPP) yang bertugas untuk menyeleksi para capres. Ada beberapa syarat yang telah disiapkan Luhut, yakni sebuah dokumen riwayat hidup yang biasa dikenal sebagai curriculum vitae (CV).


Luhut: Selamat pagi, Pak. Permisi.

Ilham: Oh iya. Silakan masuk.

(Luhut duduk di hadapan Ilham)

Ilham: Baik. Selamat pagi. Sebelumnya, perkenalkan, nama saya Ilham. Saya adalah yang bertugas di sini untuk mewawancarai Pak Luhut sebagai kandidat capres di KPP. KPP di sini adalah Komisi Pemilihan Presiden ya, Pak, bukan Kantor Pelayanan Pajak.

Luhut: Baik, Pak Ilham. Kalau urusan pajak dan papers, tentunya bukan di sini urusannya ya, Pak. Hehe.

Ilham: Oke. Kita mulai saja. Bisa perkenalkan diri dulu. Silakan, Pak Luhut.

Luhut: Baik. Terima kasih. Perkenalkan. Nama saya Luhut. Saya di sini hendak mengajukan diri sebagai calon presiden untuk Negara Indonesia. Saya memiliki pengalaman yang cukup panjang di pemerintahan. Setidaknya, saya sudah pernah memegang jabatan lebih dari sepuluh secara total.

Ilham: Hah? Sepuluh jabatan lebih? Apa saja itu?


Baca Juga: Luhut dan Bayangan Teknologi Tiongkok

Hello My Name is Luhut CV

Luhut: Silakan. Bisa bapak lihat di CV saya yang sudah saya kumpulkan kemarin.

Ilham: Wah, keren juga sih ini. Banyak banget pengalamannya. Bisa-bisa jadi auto-keterima nih kalau punya pengalaman segini banyaknya. Sisanya tinggal poin good-looking-is-a-plus aja ini.

Luhut: Hehe. Iya, Pak. Jadi, bagaimana, Pak? Apa masih perlu interview lagi?

Ilham: Hmm, cukup sepertinya. Sebenarnya, dengan experience bapak, bapak bisa saja langsung diterima. Bapak juga jago dalam negotiation dan bisa assertive soal menerapkan Program Pantang Ke Mana-mana (PPKM). Namun, kualifikasi bapak ini sepertinya sangat over buat kami dan you know lah orang-orang Indonesia bagaimana, Pak.

Luhut: Saya sepertinya mengerti ini arahnya ke mana. Kalau begitu, saya pamit dulu, Pak Ilham. Mohon maaf dan terima kasih.

(Luhut bergegas untuk meninggalkan ruangan)

Ilham: Tunggu! Jangan pergi dulu!

Luhut: Apa?! Apa lagi yang kau inginkan dariku?

Ilham: There is and idea… to bring together a group of

Luhut: …remarkable people and so on and so on

Ilham: Saya berpikir. Dengan persoalan identitas Pak Luhut yang kemungkinan besar bakal dipersoalkan orang-orang Indonesia, bagaimana kalau bapak mencalonkan diri sebagai cawapres? Saya dengar Pak Luhut ini lihai bak Pak Jusuf Kalaa.

Luhut: Hmm. Menarik…

(To be continued…)

(A43)

Baca Juga: Jika Luhut Jadi Presiden di 2024


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait