HomeCelotehKung Fu Ridwan Kamil Geruduk Banteng

Kung Fu Ridwan Kamil Geruduk Banteng

Kecil Besar

“Solusi hari ini hanya vaksin yang bisa cepat menurunkan. Kalau saya lihat pemberitaan, yang saya tahu tokoh ini menolak kalau vaksin belum selesai pengetesannya, tidak mau ambil risiko karena (diketahuinya) Bio Farma melaporkan tesnya belum selesai”. – Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah


PinterPolitik.com

Ribut-ribut PDIP di Senayan terkait vaksin memang menarik perhatian banyak pihak. Bukannya gimana-gimana ya, sebagai partai utama pendukung pemerintah, pernyataan yang disampaikan oleh kadernya, Ribka Tjiptaning berasa kayak kontradiktif sama upaya pemerintah yang ingin mengajak masyarakat untuk tidak takut ikut vaksin Covid-19.

Apalagi, narasi yang dipakai sama Bu Ribka udah bawa-bawa kasus vaksin polio beberapa tahun lalu yang disebut-sebut justru efeknya sempat gagal pada beberapa peristiwa. Kan bikin masyarakat jadi tambah takut mau divaksin, mana Bu Ribka juga bilang vaksin Sinovac sebagai barang rongsokan. Beh, udah berlipat ganda nih tuduhan-tuduhannya.

Baca Juga: Tugas Berat Budi Sadikin: Rangkul IDI

Nggak heran, banyak pihak yang keki dengan pernyataan tersebut. Salah satu yang menyayangkan pernyataannya Bu Ribka adalah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Menurutnya, sebagai wakil rakyat seharusnya bisa memberikan semangat agar penanganan pandemi Covid-19 bisa berlangsung dengan baik, dan pada akhirnya bencana virus ini bisa segera berakhir.

Kang Emil juga menyinggung kemungkinan adanya miskomunikasi terkait uji klinis vaksin tersebut yang menurut Kang Emil sudah dilakukan oleh Bio Farma.

Hmm, wajar sih Kang emil agak sedikit keki dengan pernyataan Bu Ribka ini. Soalnya sebagai Gubernur Jawa Barat, Kang Emil jadi salah satu relawan yang diujicobakan vaksin Covid-19 ini. Dan sejauh ini, menurut beliau, semuanya aman terkendali. Bahkan dalam videonya bersama Ariel Noah, doi menyebutkan di darahnya sudah ada 99 persen antibodi. Wih.

Baca juga :  Driver Ojol Sang Marhaen Modern

Tapi, kalau bicara soal kritik, Kang Emil kudu hati-hati sih. Soalnya yang dihadapi ini adalah kader si banteng PDIP. Apalagi, dalam klarifikasinya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto juga tak menyalahkan pernyataan Bu Ribka. Doi cuma bilang partainya mendukung vaksin dan meminta masyarakat melihat secara keseluruhan apa yang disampaikan oleh Bu Ribka.

Hmm, berasa ada motif tersembunyi nih PDIP. Uppps.

Wih, bisa bahaya juga loh buat Kang Emil kalau kritikannya ini nanti dianggap jadi caranya untuk “kontra” sama PDIP. Soalnya, bagaimanapun juga, partai yang satu ini masih jadi yang terbesar dan paling kuat serta akan menentukan langkah politik Kang Emil di kontestasi elektoral mendatang, katakanlah di Pilpres 2024.

Kalau dapat dukungan dari PDIP kan lumayan tuh, Kang. Jadi kudu hati-hati ini, biar nggak menutup kemungkinan dapat dukungan dari partai yang satu ini.

Pada akhirnya sih, terlepas dari tuduhan yang dilemparkan oleh Bu Ribka dan motif PDIP yang ada di belakangnya, pemerintah memang harus memperbaiki komunikasi politiknya. Biar kritikan yang kayak gini nggak bikin masyarakat pusing. Lha kalau partai pemerintah aja ngritik kebijakan pemerintah, masyarakat bisa apa? (S13)


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Video Ketum PSI Giring Ganesha nyanyikan lagu Nidji tersebar di media sosial. Apakah Giring ingin balik nyanyi lagi dan lupakan politik?

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Iron Cage Menteri PU

Menteri PU Dody Hanggodo mengungkap pengalaman mengejutkan: ia "dipelonco" birokrasinya sendiri. Draft keputusan disodorkan sore hari saat ia kelelahan, pejabat "untouchable" mengabaikan instruksi, bahkan ASN muda pun berani menghina program prioritas presiden. Di kementerian dengan anggaran Rp118,5 triliun, “rayap” tidak takut pada menterinya.