HomeCelotehKhofifah ‘Selamatkan’ Luhut?

Khofifah ‘Selamatkan’ Luhut?

“Kematian adalah jembatan yang menghubungkan orang yang mencintai dengan yang dicintainya” – Jalaluddin Rumi, filsuf teologi asal Persia


PinterPolitik.com

Penikmat bola pasti tahu kehebatan tim-tim asal Serie A Italia. Bahkan, mimin bisa menjamin bahwa mereka yang nggak kenal AC Milan, Inter Milan, AS Roma, Juventus, Lazio, dan Chievo hanyalah orang-orang yang cuman gaya-gayaan ‘cinta sepak bola’ aja sih. Pasalnya, mencintai tuh ya harus juga memahami mozaik-mozaik sepak bola dan Italia nggak bisa dihilangkan darinya, cuy.

Nah, sepak bola Italia merupakan arena yang masyhur dengan strategi catenaccio. Saking hebatnya, strategi yang disempurnakan oleh Helenio Herrera di tahun 1960-an itu sudah banyak membuat klub-klub Serie A berjaya di Eropa dan dunia.

Salah satu ramuannya yang sukses memecundangi lawan adalah lewat pemaksimalan kerja pertahanan dan kecerdasan memanfaatkan kelalaian tim lawan. Apabila dikerjakan, catenaccio sangat cocok diterapkan manakala tim lawan sedang semangat dan habis-habisan menyerang, sementara tim kita ingin membuat serangan kejutan.

Karenanya, strategi ini banyak diadopsi oleh klub-klub lain di luar Italia saat mereka berada dalam kondisi yang sama sesuai doktrin catenaccio, seperti Chelsea di bawah asuhan Mourinho tatkala melawan tim ‘tiki-taka’ dan gila menyerang, Barcelona.

Nah, cerita di atas mungkin sama dengan yang dipikirkan oleh Bu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat disebut telah menyurati Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait perlunya dibuat klasifikasi pelaporan kasus kematian akibat Covid-19.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi yang memperjelas sikap Bu Khofifah tersebut sebagai bentuk dari keinginan menurunkan angka kematian Covid-19. Wih, canggih nih Bu Khofifah – lama bertahan alias diam-diam lalu mengejutkan publik dengan serangan atau gagasan begini.

Baca juga :  Salmon Ganggu Soliditas TNI-Polri?

Sudah mirip catenaccio Italia kan, cuyHehe. Meski begitu, seperti cattenacio yang punya banyak kritikus, demikian juga pendapat Bu Khofifah ini.

- Advertisement -

Denger-denger banyak banget lho yang menuduh Bu Khofifah tuh hanya akan menambah korban yang nggak terdeteksi, sebab strategi miliknya hanya ada di tataran kuantitatif, bukan kualitas penanganan. Mungkin, Bu Khofifah hanya menjawab kebingungan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Marvest) Luhut B. Pandjaitan.

Sebelumnya, Pak Luhut ini kan disuruh Presiden Joko Widodo (Jokowi) buat menurunkan angka kematian di sembilan provinsi, salah satunya Jatim. Makanya, langsung saja tuh Pak Luhut menggelar rapat bareng kesembilan gubernur terkait dan mempersilahkan kalau ada dari gubernur yang punya gagasan guna menurunkan kasus harian, meningkatkan recovery rate (tingkat kesembuhan), dan menurunkan mortality rate (tingkat kematian).

Nah, di tengah kebingungan waktu yang sempit itu, makanya Bu Khofifah langsung menawarkan strategi yang sesuai pesanan. Ini kayak orang-orang cattenacio lho yang menjawab serangan demi serangan dari lawan lewat hantaman balik yang memberi efek kejut dalam waktu singkat dan cepat.

Lagian, jujur saja, Pak Luhut pun akan sangat senang sekali lah dengan saran Bu Khofifah ini karena nggak harus susah payah. Cukup membuat klasifikasi dan perubahan kata, jadi dehUpsss.

Makanya deh, kalau memang nggak pada puas dengan usulan Bu Khofifah, ya waktunya jangan cuman dua minggu dong. Dikira Covid-19 ini ada wujudnya sehingga menuntaskannya cuman lewat otak-atik angka dan kata? Please dehmbok yang realistis. Hmm. (F46)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Polemik Kuntadhi, Ganjar Cuci Tangan?

“Saya kenal Pak Ganjar. Tapi kayaknya Pak Ganjar, ya nggak kenal saya secara pribadi,” – Eko Kuntadhi, Pegiat media sosial PinterPolitik.com Eko Kuntadhi – pegiat media...

Mahfud MD Permainkan Bjorka?

“Satgas itu dibentuk bukan untuk memburu Bjorka, sebab yang dari Bjorka itu tak satupun yang membobol rahasia negara. Itu hanya sensasi,” – Mahfud MD,...

Airlangga ”Dijepit” JK dan PKS?

“Pak JK selalu dikaitkan, endorse Anies, kenapa nggak berat ke AH. Kalau kemudian Pak JK dikaitkan dengan endorse AH itu tidak lepas dari upaya upaya mencarikan...

Misteri Nomor Urut Tiga PDIP

“Jadi dari pihak PDIP, mengusulkan yang namanya tanda gambar itu, nomor itu sebenarnya saya katakan kepada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa...

Di-Back Up SBY-JK-Paloh, Anies Pede?

“Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku ayah biologis dan ideologis AHY, Jusuf Kalla sebagai mentor politik Anies, dan Surya Paloh sebagai king maker,” – Ahmad...

Dewan Kolonel, Gimmick Duet Puan-Prabowo?

“Pokoknya, Dewan Kolonel ini adalah satu-satunya dengan tujuan mendukung Mbak Puan di 2024. Itu sekali lagi, tentu kami masih menunggu keputusan Bu Megawati siapa...

Jokowi, Anies, dan Politik Penghargaan

Anies Baswedan mendapatkan penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow dari Singapura. Sementara, Jokowi dapat Global Citizen Awards di AS.

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...