Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Ketika Mahfud MD Terlalu Jujur

Ketika Mahfud MD Terlalu Jujur


A43 - Wednesday, December 9, 2020 12:00
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD ketika menjawab pertanyaan dari para pewarta di Istana Merdeka, Jakarta. (Foto: Setkab)

0 min read

“Sometimes I'm just too honest. Sorry” – Aminé, penyanyi rap asal Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Hampir dari semua orang pasti memiliki seorang teman yang memang nggak bisa buat diajak bergosip. Gimana nggak? Teman satu ini biasanya menjadi saluran bocornya gosip ke luar circle.

Nah, dalam sebuah circle nih, boleh jadi ada tuh orang-orang seperti itu. Sebenarnya, belum tentu mereka yang salah juga sih. Namun, ancaman bocornya gosip inipun bisa jadi perlu dimitigasi dengan membatasi informasi dari mereka.

Bukan nggak mungkin nih, sosok orang yang “bocor” seperti ini juga ada lho di pemerintahan. Mungkin, sosok seperti ini melekat pada Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD.

Gimana nggak? Beberapa waktu lalu nih, Pak Mahfud malah “buka-bukaan” dalam sebuah video yang diunggah oleh channel YouTube milik Karni Ilyas. Dalam video itu, Pak Mahfud dinilai membuka “perasaan” pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) terhadap kepulangan Habib Rizieq Shihab (HRS).

Bahkan nih, Pak Mahfud bilang kalau ada sejumlah menteri meminta untuk menyiapkan sejumlah skenario lho terkait kepulangan Imam Besar dari Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Waduh, bocor dong jadinya. Hmm.

Selain soal adanya permintaan skenario tersebut, Pak Mahfud juga membuka sikap Pak Jokowi dalam menyikapi sejumlah kerumunan yang dihasilkan oleh berbagai kegiatan HRS. Bahkan, Pak Mahfud bilang kalau Pak Jokowi meminta agar para aparat – seperti Kapolda – untuk dipecat apabila gagal menerapkan protokol kesehatan terkait kegiatan HRS.

Wah, tanpa disadari, Pak Mahfud ini kan menunjukkan kalau ada peran Pak Jokowi di balik pemecatan para Kapolda beberapa waktu lalu. Kalau begini kan, semua rahasia bisa aja malah terbuka dong.

Mungkin sih, Pak Mahfud ini dari sananya dikenal “bocor”. Coba lihat aja ketika lelucon internal soal Covid-19 dibagikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan.

Pak Mahfud pun langsung membukanya ke hadapan publik dan menganalogikan Covid-19 bak istri yang susah dikontrol. Waduh, kan ada damage-nya juga ke publik itu, Pak Mahfud. Mungkin, Pak Mahfud ini orangnya terlalu jujur dan terlalu baik ya. Jadi inget ketika ditolak doi. Hehe.

Sosok pemimpin dan pejabat yang terlalu jujur gini juga pernah tercatat lho dalam sejarah. Salah satunya adalah Presiden Amerika Serikat (AS) ke-39 Jimmy Carter.

Katanya sih, Mr. Carter ini terlalu jujur dan naif lho soal bagaimana jalannya dunia politik. Bahkan tuh, kejujurannya itu konon malah merugikan dirinya sendiri. Wah wah.

Kalau begitu, mungkin Pak Mahfud perlu belajar dari kesalahannya Mr. Carter nih. Apalagi nih, gap antara pemerintah dan FPI-PA 212 semakin meluas tuh gara-gara insiden baku tembak kemarin. Hayo, gimana tuh, Pak Mahfud? Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait