Support Us

Available for Everyone, funded by readers

Contribute
E-Book
Home > Celoteh > Ketika Jokowi Menunggu Booster Pfizer

Ketika Jokowi Menunggu Booster Pfizer


A43 - Monday, August 30, 2021 7:00
Presiden Joko Widodo (Jokowi) (dua dari kiri), Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto (kiri), dan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Isran Noor (tengah) berbincang bersama ketika menyaksikan vaksinasi massal untuk pelajar yang dilaksanakan di Samarinda, Kaltim pada 24 Agutus 2021. (Foto: Biro Pers Setpres)

0 min read

Ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke Kalimantan Timur (Kaltim), terdengar sebuah pembicaraan antara Jokowi dan sejumlah pejabat seperti Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, dan Gubernur Kaltim Isran Noor. Sejumlah pejabat mengaku sudah mendapatkan vaksinasi ketiga (booster), sementara Jokowi menyebutkan masih menunggu Pfizer.


PinterPolitik.com

Dear Kristinn Hrafnsson,

Bulan Oktober 2021 nanti bakal menjadi pengingat akan peristiwa pada 11 tahun yang lalu ketika WikiLeaks telah membocorkan dokumen-dokumen penting yang memiliki andil besar dalam sejarah dunia. Berkat peranmu sebagai pemimpin redaksi dan juru bicara WikiLeaks, serta peran tim kita secara keseluruhan, kita kini dikenal sebagai organisasi yang menjunjung transparansi di banyak negara di dunia.

Kala itu, kita membuka mata dunia tentang rahasia-rahasia pemerintahan George W. Bush dan institusi-institusi negara lainnya perihal invasi yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya terhadap Irak pada tahun 2004 silam. Sontak, dunia dibuat kaget bukan main – mengingat ternyata Irak yang menjadi sasaran perang tidaklah memiliki senjata penghancur massal seperti yang dibilang pemerintahan Bush di AS dan pemerintahan Tony Blair di Britania Raya (Inggris).

Tidak berhenti di persoalan Invasi Irak 2004, kita juga membocorkan banyak dokumen dan percakapan rahasia di banyak negara, termasuk di Indonesia. Pada tahun 2010 lalu, misalnya, kita merilis sejumlah laporan rahasia dari kabel Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Jakarta mengenai berbagai urusan politik di negara Asia Tenggara tersebut.

Baca Juga: Vaksinasi Papua Rendah, Trust Issue?

Rumpi-Rumpi Vaksin Booster Jokowi

Namun, tampaknya, kita membutuhkan staf baru di Indonesia. Mungkin, dengan adanya staf yang berperan sebagai editor di negara itu, kita bisa mewujudkan transparansi dan akuntabilitas di negara tersebut.

Soal vaksinasi Covid-19 ketiga (booster), misalnya, banyak rumor mengatakan bahwa para pejabat sudah mengincar booster tersebut meskipun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah mengkhususkannya untuk para tenaga kesehatan (nakes). Bahkan, bocoran dan rumor ini juga berasal dari Kemenkes sendiri.

Beberapa waktu setelah rumor itu mencuat, video komunikasi publik Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri ternyata menyingkap rumor itu sendiri. Dengan rekaman yang disebarluaskan di internet, presiden bersama pejabat-pejabat lainnya terdengar tengah berbincang mengenai vaksinasi booster – beberapa bahkan mengaku sudah mendapatkannya.

Bagaimana, Kristinn? Apa kita perlu mengajak beberapa dari mereka untuk bergabung dengan WikiLeaks? Tampaknya, tanpa kita sadari, para pejabat pemerintahan Indonesia sudah cukup mumpuni dalam menjaga transparansi di beberapa kesempatan.

Salam,

Julian Assange

Pendiri WikiLeaks

(A43)

Baca Juga: Diplomasi Vaksin AS-Tiongkok, Sebuah Mitos?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Berita Terkait