HomeCelotehKemenag Nimbrung Nadiem Makarim?

Kemenag Nimbrung Nadiem Makarim?

Kecil Besar

“Oh, they doin’ that. I did it first” – Lil Baby, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Siapa sih yang nggak kenal dengan Nadiem Makarim? Sosok pengusaha start-up muda tersebut beberapa bulan lalu didapuk oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengisi peran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) di periode kedua kepresidenannya.

Selain sosok muda yang dianggap inovatif, Pak Jokowi tampaknya juga ingin melakukan beberapa perubahan nih dalam dunia pendidikan Indonesia. Pendidikan tinggi misalnya, kini kembali menjadi bagian dari nomenklatur kementerian yang kini dipimpin oleh Nadiem.

Di media sosial, Mas Nadiem sempat viral karena pidato beliau kala peringatan Hari Guru Nasional 2019 pada November lalu. Muatan pidato beliau dianggap memunculkan cara pandang baru untuk para guru.

Baru beberapa bulan saja, Nadiem juga telah melakukan beberapa kebijakan yang dianggap sebagai gebrakan-gebrakan baru. Penghapusan Ujian Nasional (UN) yang telah lama menjadi wacana pemerintah misalnya, telah dilakukan oleh Mas Nadiem dengan menggantinya menjadi Tes Asesmen Kompetensi.

Tes tersebut nantinya menjadi bagian dari kebijakan dan program Merdeka Belajar yang diusulkan Nadiem. Kebijakan itu nantinya akan memberikan keleluasaan bagi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).

Kebijakan-kebijakan Mas Nadiem tersebut memang baru di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Namun, ada beberapa pihak yang merasa bahwa ide tersebut telah dilakukan sebelumnya, yakni Kementerian Agama (Kemenag).

Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan Madrasah Ahmad Umar bilang kalau program serupa sudah dilaksanakan oleh kementeriannya sejak tahun ajaran 2018/2019. Menurut beliau, Kemenag telah membiarkan guru lebih bebas dalam menyusun kurikulum, menyederhanakan asesmen nasional, dan memberikan kewenangan kelulusan pada masing-masing madrasah.

Hmm, terlepas dari mana yang lebih dulu nih, hal yang penting kan adalah kebijakan dan hasilnya. Siapa yang lebih dulu juga tidak akan mempengaruhi sasaran kebijakan masing-masing.

Mungkin nih, Kemenag pengen nimbrung ke branding-nya Mas Nadiem yang lagi populer nih. Apalagi, citra Kemenag tidak seterkenal sebaik Mas Mendikbud. Soal kebijakan tentang pendaftaran majelis taklim dan kriterianya misalnya, dikritik beberapa pihak dan organisasi masyarakat.

Hmm, kalau soal nimbrung-menimbrung dan merasa lebih baik nih, jadi ingat kisah film Thor: Ragnarok (2018). Dalam salah satu adegan film tersebut, Thor selalu merasa menjadi avenger terkuat tuh. Padahal, kalau kata komputer pesawat Avengers, superhero terkuat adalah Hulk.

Ya, seperti di film itu, penilaian siapa yang duluan atau lebih baik bukan ada di diri sendiri, melainkan kembali lagi pada kacamata masyarakat. Lagi pula, publik juga nantinya yang menilai dan merasakan dampak dan manfaat masing-masing kebijakan. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Reinkarnasi Ahmad Sahroni?
Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Jokowi si Politisi Jenius?

Profesor Kishore Mahbubani menyebut Presiden Jokowi sebagai pemimpin jenius dalam tulisan terbarunya. Berbagai kebijakan mantan Wali Kota Solo tersebut mendapat pujian. Mahbubani bahkan menilai pemerintahan Jokowi layak ditiru oleh berbagai negara. Apakah Presiden Jokowi adalah politisi jenius?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia? 

“Sell Indonesia” dan Spirit 1928

Narasi "Sell Indonesia" menyapu pasar global, tapi di dalam negeri justru lahir persatuan. Apa yang sebenarnya sedang bangkit? 

MBG dan Runtuhnya ‘Republik Tepung’

Prabowo melarang telur dadar di program MBG karena rawan dicampur tepung. Mungkinkah kebiasaan "tepung" ini mengancam masa depan bangsa?