HomeCelotehKejayaan Pasca Pulangnya Habib Rizieq

Kejayaan Pasca Pulangnya Habib Rizieq

Kecil Besar

“Ini Dubes aneh. Waktu warganya (HRS) dicekal, nggak mau tahu. Giliran cekalnya (HRS) dicabut, sibuk cari tahu dan berupaya agar dicekal lagi. Sehingga pernyataan Dubes itu menunjukkan bahwa dia salah satu variabel yang mempersulit masalah kepulangan imam besar HRS”. – Slamet Ma’arif,  Ketua DPP FPI


PinterPolitik.com

Kabar akan pulangnya Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab memang kini jadi salah satu topik pemberitaan utama. Rizieq awalnya memang dikabarkan telah mendapatkan penghapusan pencekalan dari pemerintah Arab Saudi.

Namun, isu ini kini mendapatkan dimensi baru karena “pertentangan” yang terjadi antara FPI dengan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel.

Kedua kubu memang saling berbalas pernyataan terkait rencana kepulangan Rizieq. Adu komentar itu bahkan menyeret isu soal politisasi kota Makkah hingga ajakan untuk bertaubat. Wih, ngeri-ngeri sedap nih kalau udah bahas yang kayak ginian.

Nah, pertentangan itu bermula dari pernyataan Ketum FPI Ahmad Shabri Lubis dari mobil komando saat demo tolak omnibus law UU Cipta Kerja beberapa hari lalu, yang menyebutkan bahwa junjungannya itu akan segera pulang ke Indonesia dan memimpin revolusi.

Ia menyebutkan bahwa cekal dan denda terkait Habib Rizieq di Saudi sudah dihapus.

Sontak pernyataan itu mendapatkan berbagai tanggapan. Salah satunya adalah dari Dubes Agus Maftuh. Dalam pernyataannya, doi menyebutkan bahwa status Habib Rizieq dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih “blinking merah” atau belum bisa keluar dari negara tersebut.

Menurutnya, jika mengecek dalam sistem portal imigrasi itu, tertulis juga alasan Habib Rizieq masih berstatus “blinking merah”. Di antaranya adalah terkait visanya yang habis dan melanggar undang-undang.

Nah, komentar itu lantas dibalas oleh FPI lewat Slamet Ma’arif selaku sang Ketua DPP, bahwasanya justru Dubes Agus-lah yang mencari-cari alasan lagi agar Rizieq tidak bisa pulang.

Hmmm, sebetulnya, kalau dilihat dari konteks pernyataannya Shabri Lubis, boleh jadi memang maksudnya untuk memberikan semangat pada masa demonstrasi bahwa sang imam besar tersebut akan pulang. Tapi, di sisi lain bukan tidak mungkin juga benar tuduhannya bahwa memang Rizieq “sengaja” tidak dipulangkan untuk alasan tertentu.

Tapi sebaliknya nih, kalau Habib Rizieq beneran bisa pulang dalam waktu dekat, akan seperti apa ya kondisi politik domestik? Mungkinkah ada aksi penyambutan besar-besaran?

Jadi keingat kisah Odysseus nih. Buat yang belum tahu, Odysseus adalah raja dari Kerajaan Ithaca di Yunani yang ikut dalam perang melawan Troya. Jika nonton filmnya, doi disebut sebagai orang yang punya ide untuk membuat patung kuda besar yang didalamnya disembunyikan tentara-tentara Yunani. Pada akhirnya para tentara Yunani itu bisa menembus tembok kota Troya dan memenangkan perang.

Nah, pasca perang, doi melakukan perjalanan dan pengembaraan selama hampir 10 tahun, sebelum kemudian kembali ke Ithaca. Saat kembali, ia membawa pencerahan dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan di negaranya sendiri setelah lama ditinggalkannya.

Hmmm, mungkin nggak ya Habib Rizieq jadi seperti Odysseus? Setelah “Perang Troya Pilkada DKI Jakarta 2017” berakhir, doi kemudian “berlayar” pergi ke Arab Saudi. Tinggal menanti kepulangannya saja, apakah benar-benar mampu “menyelesaikan berbagai persoalan” seperti Odysseus. (S13)

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

Ma’ruf Amin yang Dirindukan

“I miss you, I miss you” – blink-182, grup band pop-punk asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Tahun 2020 baru saja dimulai dengan memasuki awal bulan Januari. Namun,...

Prabowo vs Ma’ruf ‘Panaskan’ Tangsel

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih” – Jenderal Soedirman, Jenderal Revolusi Indonesia PinterPolitik.com Adakah di sini yang nge-fans sama Cristiano Ronaldo...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

More Stories

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Komprador Gurita Batu Bara

Pemadaman listrik bergilir kembali menghantui sejumlah wilayah Indonesia. Di baliknya, PLN menghadapi defisit 20 juta ton batu bara yang belum dikontrak dari total kebutuhan 154 juta ton per tahun. Menteri Bahlil sempat membantah, namun tim koordinasi darurat sudah dibentuk — tanda masalah ini lebih serius dari yang diakui.

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...