HomeCelotehKasus Lesti-Billar, Begini Tanggapan Lesti

Kasus Lesti-Billar, Begini Tanggapan Lesti

Kecil Besar

Publik dan warganet baru-baru ini dihebohkan dengan kabar pelaporan yang dilakukan oleh penyanyi bernama Lesti Kejora atas suaminya, Rizky Billar, terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) karena diduga selingkuh. Persoalan ini tunjukkan bagaimana persoalan gender masih jadi masalah besar di masyarakat Indonesia.


PinterPolitik.com

“Sisa cinta ‘kan jadi cerita, tersimpan selamanya bersama kejora” – Lesti Kejora, “Kejora” (2014)

Akhir-akhir ini, media massa dan media sosial (medsos) dipenuhi oleh berita-berita perselingkuhan yang dilakukan oleh figur-figur publik – mulai dari Reza Arap Oktavian, Adam Levine (vokalis Maroon 5), hingga Rizky Billar.

Ramainya berita-berita seperti ini jadi perbincangan lho di linimasa-linimasa medsos. Nggak sedikit dari mereka pengguna medsos seperti Twitter mengkritik selebriti-selebriti laki-laki yang mengkhianati pasangannya.

Memang sih, pengkhianatan apapun bakal terasa sakit. Ini pun berlaku lho bagi pengkhianatan politik. Kalau nggak percaya, coba tanya pada Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Hehe.

Ya, terlepas dari persoalan politik, persoalan rumah tangga ini juga penting lho, guys. Apalagi nih, keluarga itu merupakan lingkaran internalisasi pertama bagi siapa pun. Bila mengacu pada filsuf Yunani kuno bernama Aristoteles, justru dari unit keluarga lah semua berangkat menjadi lebih terorganisir ke unit lebih besar – mulai dari desa, polis, hingga negara.

Namun, gimana jadinya kalau ternyata dari unit terkecil seperti keluarga udah muncul masalah-masalah yang mengganggu harmoni – misalnya perselingkuhan? Belum lagi nih, bila masalahnya malah berujung pada kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) atau kekerasan berbasis gender (KBG). Waduh! Parah sih.

Tanggapan Lesti Sudah Benar

Yang terbaru nih, guys. Kabarnya, penyanyi dangdut bernama Lesti Kejora mengalami KDRT dari suaminya, Rizky Billar. Kasus ini jelas menambah deretan KGB dan KDRT yang telah jadi problem di masyarakat kita.

Hmm, tapi nih, dari sekian persoalan rumah tangga seperti yang dilakukan oleh Reza Arap, Rizky Billar, hingga Adam Levine ini, ada persoalan apa sih di masyarakat pada umumnya? Mungkin, jawaban paling sering kita dengar adalah budaya patriarkis yang masih kita rawat.

Teni Davoudian dalam tulisannya yang berjudul I Cheat Because I Can: Power, Sexism and Approval of Infidelity menjelaskan bagaimana perselingkuhan sendiri bisa marak terjadi. Davoudian menyebutkan bahwa distribusi kekuatan antara laki-laki dan perempuan bisa mempengaruhi sebuah hubungan percintaan.

Mungkin, inilah mengapa kita kerap menjumpai di masyarakat kasus-kasus KGB yang menjadikan perempuan sebagai korban – yakni karena distribusi kekuatan antar-gender yang belum setara. Bisa jadi, dari berbagai kasus seperti yang dialami oleh Lesti Kejora, kita semua perlu belajar bagaimana menghormati dan menjaga martabat antar-gender – apalagi dalam sebuah hubungan pernikahan. 

Tanggapan atau reaksi Lesti atas apa yang terjadi padanya bisa jadi adalah tanggapan yang paling sesuai. Gimana pun juga, kekerasan tidaklah benar untuk dilakukan – apapun alasannya. Ini saatnya bagi masyarakat untuk memberi ruang lebih kepada para korban kekerasan untuk memperjuangkan haknya. (A43)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?