HomeCelotehJokowi Ingin ‘Tenggelamkan’ Susi?

Jokowi Ingin ‘Tenggelamkan’ Susi?

Kecil Besar

“And so the battleships will sink beneath the waves” – Taylor Swift, penyanyi asal Amerika Serikat (AS)


PinterPolitik.com

Sebagian besar orang mungkin merasa bahwa masa-masa lampau yang telah dilalui terkadang sulit dilupakan. Bahkan, di masa-masa tersebut, kita terkadang merasakan ketenangan dan kebahagaian yang selama ini dicari-cari oleh banyak orang.

Guna melepas kerinduan akan masa lampau, terkadang kita memutuskan untuk menemui orang-orang yang pernah hadir di kehidupan masa lalu itu. Orang-orang itu bisa jadi teman-teman masa kecil, mantan kekasih, teman sekolah, hingga teman-teman rekan kerja sebelumnya.

Perasaan akan kenangan masa lalu ini mungkin tergambarkan dengan baik di sebuah film yang berjudul Grown Ups (2010) yang turut ditulis oleh salah satu aktor komedi kondang asal Amerika Serikat (AS) yang bernama Adam Sandler. Dalam film tersebut, dikisahkan teman dan sahabat masa lalu yang akhirnya bertemu kembali setelah bertahun-tahun.

Perasaan dan pengalaman reuni seperti ini mungkin juga tengah dirasakan lho oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, pada tanggal 10-11 November nanti, mantan Wali Kota Solo tersebut akan menganugerahi sejumlah tanda jasa Bintang Mahaputera.

Beberapa penerimanya adalah mereka yang pernah bekerja bersama Presiden Jokowi di periode pertamanya, seperti mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Uniknya, mengacu pada informasi yang diberikan oleh Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, beberapa mantan menteri juga akan mendapatkan tanda jasa tersebut, seperti mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti, mantan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.

Wah, bisa-bisa Pak Jokowi dan para mantan menteri ini melaksanakan reuni dong. Bahkan, sosok Menteri KP Susi yang kini kerap memberikan kritik pun juga bakal hadir dalam acara “reuni” kecil tersebut.

Baca juga :  Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Hmm, apa mungkin Pak Jokowi sedang rindu dengan skuad lamanya ya. Kan, bagaimana pun, mereka juga pernah bersama-sama menjalani suka dan duka bersama Pak Presiden. Hehe.

Apalagi nih ya, Pak Jokowi beberapa waktu lalu dinilai tengah dihadapkan banyak persoalan lho dengan skuad barunya. Asumsi ini muncul gara-gara kemarahan yang kerap meluap dari mulut dan emosi Pak Presiden.

Hmm, apa mungkin Pak Jokowi kini tengah rindu dengan Bu Susi ya? Kan, dulu Pak Presiden dan Bu Susi kerap sejalan tuh  soal kebijakan maritim di awal-awal periode pertama. Tapi ya, di antara para mantan pemimpin dan petinggi negara itu, Pak Gatot dan Bu Susi bisa jadi yang paling “layak” lah untuk mendapatkan tanda jasa.

Gimana nggak? Meski dulu pernah bekerja dengan Pak Jokowi, mereka lah yang hingga kini masih aktif lho memberikan kritik. Lagipula, kritik kan juga jadi sumbangsih buat bangsa dan negara. Hehe.

Ya, meski begitu, publik pun juga pasti bertanya-tanya dong. Soal Pak Gatot, misalnya, masyarakat dan sejumlah pihak mulai berasumsi lho kalau pemberian Bintang Mahaputera ini jadi upaya untuk melakukan kooptasi atau pembungkaman kritik – khususnya terhadap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Apa jangan-jangan hal serupa juga dilakukan pada sang mantan Menteri KP ya? Apalagi, Bu Susi kan paling aktif tuh  dalam menyuarakan kebijakan-kebijakan perikanan dan kelautan yang dianggap merusak lingkungan. Bahkan, beliau sempat menyebut kalau Pak Jokowi kini tidak lagi peduli sama laut lhoHmm.

Wah, apakah mungkin kini giliran Pak Jokowi  yang ingin “menenggelamkan” Bu Susi? Mungkin, hanya Pak Presiden dan Bu Susi lah yang tahu. Kita nantikan sajalah kelanjutannya bagaimana nanti tanggal 10-11 November. Hehe. (A43)

Baca juga :  Gibran "Ban Serep" yang Ngarep?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Gimik Haedar di Istana Presiden?

“Bilangnya sayang sama negara, negara banyak diperas kok pada enggak lihat?” PinterPolitik.com Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengusulkan enam poin Nawacita II untuk...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?