HomeCelotehJokowi Cuma Bisa PBB Kelas Lokal?

Jokowi Cuma Bisa PBB Kelas Lokal?

Kecil Besar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama menjabat sejak tahun 2014 disebut tidak pernah menghadiri secara langsung Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) – termasuk pada September 2022. Padahal, sebagai Presiden G20 2022, kehadiran Jokowi dianggap krusial.


PinterPolitik.com

“Sudah mendesak bagi kita untuk mengawal multilateralisme yang efektif dengan kerja dan hasil yang konkret.” – Jokowi, Sidang Umum ke-76 PBB (2021)

Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membuat sebuah warisan (legacy) bisa dibilang dapat terwujud di masa mendatang. Bagaimana tidak? Mantan Wali Kota Solo tersebut bisa menjadi presiden Indonesia pertama – di antara presiden-presiden yang menjabat lebih dari lima tahun – yang tidak pernah menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara langsung.

Sejak menjabat sebagai presiden pada tahun 2014 silam, Jokowi hanya dua kali memberikan pidato di pertemuan terbesar di PBB itu, yakni pada tahun 2020 dan 2021. Itu pun sang presiden hanya hadir secara virtual melalui pidato-pidato yang telah direkam terlebih dahulu – dengan alasan pandemi Covid-19.

Pada periode pertama pemerintahannya, Indonesia pun hanya diwakili oleh Wakil Presiden (Wapres) ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) di berbagai Sidang Umum PBB. Sampai-sampai nih, ramai isu bahwa Presiden Jokowi tidak mau hadir karena tidak memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang cukup baik.

Eits, sebentar. Tapi, Pak Jokowi hadir kok di sejumlah pertemuan tingkat internasional. Pada tahun 2019 silam, misalnya, Pak Presiden terlihat hadir di KTT G20 Osaka, Jepang, di mana beliau sampai ngobrol bersama Presiden ke-45 Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Lagi Lagi Jokowi Absen PBB

Hmm, kalau begitu, kira-kira kenapa ya Pak Jokowi tidak pernah mau hadir langsung di Sidang Majelis Umum PBB? Katanya Pak Aaron Connelly dalam tulisannya Sovereignty and the Sea sih, jawabannya adalah karena Pak Presiden lebih memilih politik luar negeri yang menguntungkan kepentingan Indonesia secara domestik – dalam hal ini adalah perdagangan dan investasi.

Baca juga :  The One-Man Band

Wah, bukannya Pak Jokowi sering promosikan multilateralisme ya di video-video pidato virtual PBB? Harusnya, Pak Presiden usung gagasan yang sama dong di tengah situasi global yang semakin tidak pasti dengan konflik seperti yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Apalagi nih, Pak Jokowi kan tahun ini jadi Presiden G20. Sebagai tuan rumah KTT G20 2022, sudah sepatutnya dong Pak Presiden ikut hadir di Sidang Umum PBB – misal nih dengan mendorong multilateralisme agar kegiatan KTT G20 bisa berjalan lancar. 

Eh, tapi, bentar. Pak Jokowi ternyata kemarin-kemarin sudah ketemu PBB lho. Pada tanggal 12 September kemarin, Pak Presiden ternyata sudah memanggil seseorang dari PBB ke Istana, yakni Pak Yusril Ihza Mahendra.

Hmm, meski beda PBB, at least, Pak Jokowi masih mendengarkan PBB ya – alias Partai Bulan Bintang. PBB kelas lokal udah ketemu nih, Pak. Kalau PBB kelas internasionalnya kapan? Hehe. (A43)


spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

More Stories

Hipdut, no na, Timurnesia: Trisula Nusantara?

Tiga aliran musik baru dari Indonesia kini merajai tangga lagu. Mungkinkah trisula ini diam-diam sedang melawan dominasi musik dunia? 

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu?