HomeCelotehJebakan Airlangga dan Menteri Perdagangan

Jebakan Airlangga dan Menteri Perdagangan

Kecil Besar

“HKTI secara tegas menolak kebijakan pemerintah untuk impor 1 juta ton beras yang merusak kehidupan petani yang tidak didasari data akurat serta tidak melibatkan stakeholder pertanian Indonesia”. – Fadli Zon, Ketua Dewan Pimpinan Nasional HKTI


PinterPolitik.com

Wacana impor beras yang hendak dilakukan pemerintah kini menjadi perdebatan serius di masyarakat. Bukan tanpa alasan, kebijakan impor 1 juta ton beras ini dianggap merugikan para petani domestik yang dalam beberapa bulan ke depan akan memasuki masa panen raya.

Ya iyalah, kalau pas panen terus ada beras impor, harga gabah petani udah pasti anjlok. Penolakan akan wacana ini kemudian datang dari berbagai pihak, baik itu dari para petani sendiri, maupun dari parpol dan tokoh-tokoh nasional.

PDIP sendiri sebagai partai pemerintah juga menolak rencana tersebut. Beberapa sumber kemudian menyebutkan bahwa pemerintah “pikir-pikir lagi” untuk mengambil kebijakan ini.

Baca Juga: Bisakah Biden “Bujuk” Jokowi?

Hmm, penasaran deh, wacana ini datang dari siapa sih? Apalagi Presiden Jokowi kan terkenal karena pernah bilang akan menolak impor pangan. Ini disampaikannya pada kampanye Pilpres di 2014 lalu. Yang terbaru doi juga mengajak masyarakat  untuk membenci produk-produk asing. Jadi pastinya agak sulit kalau melihat kebijakan ini datang dari Jokowi.

Nah, menurut pengakuan Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso, kebijakan impor ini dimunculkan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Wih, buka-bukaan banget nih Pak Budi Waseso.

Mendag sendiri sudah mengakui bahwa dialah yang mewacanakan kebijakan impor itu karena memperhitungkan cadangan beras pemerintah yang disebutnya di bawah 1 juta ton.

Hadeh, jujur deh, ini impor-impor untuk kepentingan siapa sih? Udah pasti dan tahu masa panen akan tiba. Jadi jelas dong beras dalam negeri akan berlipat ganda dalam beberapa waktu ke depan.

Tapi, ngomongin soal posisi Mendag ini bikin teringat pada Menteri Perdagangan yang sebelumnya, yakni Pak Enggartiasto Lukita. Semasa jadi Mendag, doi juga kerap mengambil kebijakan kontroversial terkait impor pangan.

Bahkan pernah waktu harga cabe lagi mahal-mahalnya dan masyarakat pada protes, doi malah kasih solusi dengan minta masyarakat tanam cabe sendiri. Hmm, sungguh solusi yang birilian, apalagi untuk warga Jakarta yang hidupnya makin terhimpit beton dan aspal. Hehehe.

Yang jelas, kebijakan ini jangan sampai menjadi semacam jebakan yang dibuat oleh Menko Perekonomian dan Mendag untuk para petani. Kasihan lah kalau pemerintah hobinya jadi ngeprank masyarakat sendiri. Uppps. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.