HomeCelotehHarun Masiku Seperti Paul McCartney?

Harun Masiku Seperti Paul McCartney?

Kecil Besar

“Jaringan saya menyebutkan Harun Masiku sudah tidak ada atau meninggal, tanda kutipnya tidak tahu seperti apa”. – Boyamin Saiman, Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia


PinterPolitik.com

Tahun telah berganti. Namun, kasus Harun Masiku masih menjadi misteri. Banyak yang bilang ia sudah mati. Tapi KPK bilang belum ada bukti. Ke mana-mana sosoknya dicari. Di mana-mana mayatnya dicari. Kalau beneran sudah mati loh ya. Hehehe.

Bikin kalimat-kalimat berima kayak Mbak Najwa emang gampang-gampang susah ya. Tapi boleh lah kalau itu dibikin untuk sosok yang selama satu tahun terakhir menjadi misteri terbesar di republik ini: Harun Masiku.

Iyess, sosok yang satu ini hingga kini masih dicari keberadaannya yang entah ada di mana. Padahal, di baliknya ada kasus yang berkaitan dengan PDIP sebagai partai tempat Harun bernaung yang bahkan dituduhkan melibatkan elite-elite partai tersebut.

Baca Juga: FPI dan Geliat Vigilantisme Loyalis Trump

Makanya, seperti disinggung di awal, banyak yang kemudian menduga-duga bahwa si Harun ini sudah mati cuy! Beh, ngeri-ngeri sedap nggak tuh. Ini misalnya disampaikan oleh Boyamin Saiman yang merupakan Ketua Masyarakat Anti Korupsi Indonesia alias MAKI.

Menurut doi, ada informasi yang menyebutkan bahwa Harun memang sudah “tidak ada”. Kata “tidak ada” ini kok dengernya bikin merinding ya.

Tapi, sekalipun ada keterangan yang demikian, KPK sebagai otoritas yang menangani kasus Harun Masiku ini menyebutkan tak akan percaya begitu saja pada keterangan tersebut. Selama belum menemukan jenazah atau makam yang bersangkutan, mereka tak akan menelan mentah-mentah dugaan tersebut.

Hmm, emang sih kasus ini udah berasa kayak misteri terbesar di tahun 2020 lalu. Dan dengan spekulasi terkait kematiannya, Harun Masiku berasa disejajarkan dengan tokoh-tokoh yang dikonspirasikan sudah mati.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Salah satu yang paling populer adalah konspirasi kematian pentolan The Beatles, Paul McCartney. Konspirasi itu bertajuk “Paul is Dead”. Konspirasi ini muncul di sekitaran tahun 1967 dan menyebutkan bahwa Paul meninggal dalam kecelakaan mobil. The Beatles kemudian menggantikan sosoknya dengan seseorang yang mirip. Wih.

Hmm, jangan-jangan ini yang terjadi pada Harun Masiku kali ya. Uppps. Kalau Paul McCartney kasusnya adalah hoaks atau konspirasi yang tidak bisa dibuktikan. Kalau Harun Masiku? Hmm, bisa saja seperti yang disebut Pak Boyamin. Menarik untuk ditunggu. (S13)


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Yenny “Jomblo”, Diperebutkan Jokowi-Prabowo

“Kamu kejam buat mereka terlihat jahat. Mereka keji membuat kamu terlihat jijik. Atau kalian berdua yang kejam dan keji karena tidak mau jujur melihat...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.