HomeCelotehGibran Mau Maju Pilpres 2024?

Gibran Mau Maju Pilpres 2024?

Kecil Besar

“Bisa disebut begitu, akan berusaha membangun jembatan untuk bisa maju di Pilpres 2024”. – Ujang Komarudin, Pengamat Politik


PinterPolitik.com

Gibran Rakabuming Raka sudah lega karena akhirnya memenangkan pertarungan Pilkada Solo pada awal Desember 2020 lalu. Namun, kemenangan tersebut kini punya implikasi tersendiri loh buat putra sulung Presiden Jokowi itu.

Doi kini jadi sosok yang dikemas sedemikian rupa oleh media massa dan disebut sebagai “penantang baru” di panggung politik nasional. Nggak tanggung-tanggung loh, mulai dari Pilkada DKI Jakarta 2022, perebutan pengaruh di internal PDIP, hingga soal Pilpres 2024.

Weh, ini berlebihan nggak sih? Gibran menjabat aja belum, tapi udah sebegitu besarnya image branding yang dilakukan terhadap pengusaha martabak ini. Nggak tanggung-tanggung loh, maju ke Pilpres 2024 cuy. Prabowo Subianto aja yang udah maju sejak 2009 lalu kalem-kalem aja tuh. Ini si anak kemarin sore udah nyelonong aja nih. Uppps. Hehehe.

Baca Juga: Di Balik Jokowi Pecat Terawan

Tapi emang beneran prematur sih kalau tiba-tiba mem-branding Gibran untuk maju di Pilpres 2024. Tapi jangan salah loh, beberapa media sebelumnya sempat melakukan polling di media sosial. Secara khusus untuk calon-calon presiden dari PDIP, nama Gibran jadi pilihan teratas, gaes!

Iyess, teratas. Itu ngalahin Ganjar Pranowo, Bu Risma, Puan Maharani dan bahkan Megawati Soekarnoputri sendiri. Beh, sakti nggak tuh?

Tapi ya namanya polling di medsos, nggak ada nilai ilmiahnya. Soalnya, bisa aja itu akun-akun palsu yang emang sengaja vote Gibran. Makanya, jadi curiga juga. Jangan-jangan yang vote buat Gibran ini sebenernya nyindir.

Lha iya, soalnya dengan posisi Presiden Jokowi yang secara politik sangat kuat saat ini, nggak heran kalau banyak orang menganggap posisi politik Gibran sejak Pilkada Solo tak lebihnya adalah faktor pengaruh Jokowi yang menurun pada anaknya. Wih, hati-hati tuh kalau bikin asumsi kayak gitu ya. Uppps.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Hmm, ngomong-ngomong soal anak yang tiba-tiba diharapkan bisa semuanya ini, bikin keingat sama film The Odd Life of Timothy Green yang berkisah tentang Timothy Green, seorang anak yang “dianugerahkan” pada sepasang suami istri yang belum punya anak dengan cara yang ajaib.

Mereka menulis keinginan mereka tentang sosok “anak impian” dan kemudian menguburkan keinginan tersebut di dalam tanah. Keajaiban muncul, di malam penuh badai dari lubang tempat mereka mengubur tulisan-tulisan itu keluar seorang anak manusia.

Sayangnya ceritanya si anak ini udah langsung gede. Nggak dari bayi gitu. Hidupnya juga cuma bertahan beberapa bulan saja dan akhirnya kembali dengan cara ajaib sama seperti saat dia datang.

Hmm, semoga nggak terjadi sama Gibran. Datangnya tiba-tiba, terus karier politiknya nggak bertahan lama, lalu pergi dengan tiba-tiba juga dari panggung politik. Uppps. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (S13)


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.