HomeCelotehGanjar, "Anak Kesayangan" Megawati?

Ganjar, “Anak Kesayangan” Megawati?

Kecil Besar

Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo sebagai kader PDIP mendapatkan sanksi lisan dari Badan Kehormatan DPP PDIP. Apa sebenarnya arti dari teguran ini? Mungkinkah Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri masih mempertimbangkan Ganjar?


PinterPolitik.com

โ€œWho put this s**t together? I’m the glueโ€ โ€“ Travis Scott, โ€œSICKO MODEโ€ (2018)

Siapa yang masih ingat dengan zaman-zaman sekolah? Sebagian besar kerap menyebutkan bahwa masa-masa ketika masih duduk di bangku sekolah adalah masa-masa yang paling indah sepanjang hidup.

Mungkin nih, ada banyak yang bilang kalau masa-masa sekolah adalah masa-masa ketika kita tidak terlalu banyak memikirkan masalah kehidupan โ€“ mulai dari karier, masa depan, hingga kehidupan keluarga. Kebanyakan anak sekolah masih berpikir soal asmara, pertemanan, dan tugas atau pekerjaan rumah (PR).

Nggak heran kalau akhirnya banyak yang bertindak tanpa memikirkan konsekuensi. Coba dihitung tuh. Berapa kali coba kita yang dulunya nakal dipanggil ke ruangan guru bimbingan konseling (BK)?

Nah, seperti pada tulisan PinterPolitik.com yang berjudul Megawati Kehilangan Kendali PDIP?, PDIP mungkin bisa kita analogikan sebagai sebuah sekolah besar yang disebut sebagai PDIP High School. Dalam hal ini, Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri bisa jadi kepala sekolahnya tuh.

Beberapa waktu lalu, sejumlah siswanya dipanggil oleh guru BK โ€“ yakni Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto โ€“ untuk didisiplinkan. Salah satu siswa yang dipanggil adalah Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Emang sih Pak Ganjar ini akhirnya diberi sanksi lisan. Tapi nih, kalau menurut Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti, sanksi lisan ini sebenarnya hanya teguran โ€œkasih sayangโ€ karena sanksi itu menandakan bahwa Pak Ganjar masih diperhitungkan sebagai bagian dari PDIP.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Hmm, jelas sih. Dimarahin karena persoalan-persoalan tertentu memang sudah biasa terjadi di lingkungan sekolah.

Ganjar Akhirnya Di-sanksi PDIP

Apakah mungkin Pak Ganjar ini anak kesayangannya kepala sekolah juga ya? Kan, biasanya ada tuh satu anak yang populer dan berprestasi di jalur olahraga โ€“ ya meskipun cenderung nakal dan terkadang berbuat onar ya.

Mungkin, Pak Ganjar adalah satu โ€œanak basketโ€ yang akhirnya perlu โ€œdisayangโ€ oleh kepala sekolah. Toh, senakal gimana pun, โ€œanak basketโ€ ini juga ikut mengharumkan nama sekolah. Ganjar, se-gimana pun dianggap tidak mengikuti koordinasi pimpinan PDIP, juga dianggap ikut mengharumkan nama PDIP melalui popularitas dan elektabilitasnya.

Bisa jadi, apa yang dibilang Ray Rangkuti benar โ€“ yakni bahwa PDIP masih membutuhkan Ganjar untuk menentukan pencalonan presiden (pen-capres-an) yang biasa dilakukan Bu Mega di penghujung deadline. Bukan nggak mungkin, Ganjar juga dibutuhkan Bu Mega untuk ditimbang-timbang lagi dalam pilihan capres 2024.

Kalau gini caranya, mungkin ini bisa disebut sebagai strategic ambiguity (ambiguitas strategis) โ€“ yang mana dijalankan oleh Bu Mega dengan menerapkan posisi ambigu terhadap Ganjar. Meski Ganjar dianggap melangkahi kewenangan Ketum PDIP, toh Ganjar hanya diberi sanksi lisan tanpa harus dipecat dari partai tersebut.

Brett V. Benson dan Emerson M.S. Niou mencontohkan strategic ambiguity semacam ini dengan komitmen Amerika Serikat (AS) untuk melindungi Republik Tiongkok (Taiwan). Meski AS mengakui Republik Rakyat Tiongkok (RRT), AS juga membuat aturan yang mewajibkannya untuk ikut campur bila Taiwan diserang.

Nah, gimana tuh, Bu Mega? Sampai kapan strategic ambiguity PDIP ini akan bertahan? Sungguh pilihan yang sulit buat Bu Mega apabila tiba saatnya untuk memilih antara โ€œmuridโ€ membanggakannya dengan anaknya sendiri, Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Hmm. (A43)

Baca juga :  Driver Ojol Sang Marhaen Modern

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor โ€˜Recehโ€™ Jokowi

โ€œSelera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.โ€ PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono โ€˜Si Pengguncangโ€™ Dunia

โ€œBeri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.โ€ ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

PSI, dari Achilles ke Batman

โ€œKamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kitaโ€. โ€“ Odysseus, dalam film โ€œTroyโ€ PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

More Stories

‘Teach You a Lesson’: Fantasi Indonesia?

Serial Korea soal negara yang mengirim inspektur ke sekolah jadi sorotan. Mungkinkah fantasi itu yang sebenarnya dibutuhkan guru Indonesia?

Najwa Shihab dan Kebangkitan Gossip-cracy

Najwa Shihab diam soal aksi 12 Juni, lalu dituding "antek". Benarkah publik sedang salah alamat dalam menagih pertanggungjawaban?

Jalan-jalan dengan Sepatu Roda ‘Girl Power’

Lagu "rollerblade" (2026) milik no na meledak jadi meme nasional. Kenapa justru girl group yang kini menguasai dunia?ย