HomeCelotehFadli Zon Gantikan Sri Mulyani?

Fadli Zon Gantikan Sri Mulyani?

Kecil Besar

Selain sempat ditanyai oleh para wartawan soal kemungkinan menjadi menteri, Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon memberi saran agar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dievaluasi kembali di tengah isu reshuffle kabinet. Mungkinkah Fadli Zon gantikan Sri Mulyani?


PinterPolitik.com

Dalam operasi-operasi rahasia, biasanya kerahasiaan informasi menjadi salah satu faktor penting bagi kesuksesan operasi. Dengan kerahasiaan yang terjaga, bukan nggak mungkin operasi yang dijalankan dapat berjalan dengan lancar tanpa diketahui musuh.

Nah, mungkin, pelajaran akan kerahasiaan informasi intelijen ini dapat kita ambil dalam sejumlah film yang didasarkan pada cerita-cerita sejarah nih. Salah satunya adalah The Imitation Game (2014) yang dibintangi oleh Benedict Cumberbatch.

Di film ini, Cumberbatch  memainkan peran sebagai Alan Turing, seorang matematikawan asal Inggris yang disebut-sebut menjadi penemu mesin komputer pertama di dunia. Nah, menariknya, penemuan komputer ala Turing ini bermula dari misi rahasia yang diberikan oleh pemerintah Inggris kepadanya lho.

Kala itu, Inggris – bersama negara-negara sekutu lainnya – tengah menghadapi Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. Guna membalikkan posisi Jerman yang unggul dengan kekuatan militernya, Inggris pun berpikir untuk mengulik informasi rahasia milik Nazi Jerman guna mengetahui kelemahan mereka.

Nah, si Turing inilah yang akhirnya mendapatkan tugas mereka. Sembari mengimitasi gaya kode informasi rahasia ala Jerman, Turing dengan komputernya akhirnya berhasil tuh memecahkan kode-kode rahasia tersebut. Ini kemudian mengantarkan kemenangan pada Inggris di sejumlah pertempuran.

Dari film ini, mungkin, kita bisa belajar bahwa informasi itu mudah didapatkan (bila kode-kode yang menutupinya berhasil dibongkar). Inilah mengapa, kalau kita lagi pendekatan (PDKT), pasti ada aja tuh kode-kode dari si doi perlu kita bongkar agar tahu isi hatinya. Hehe.

Baca Juga: Sri Mulyani Tak Kasihan Prabowo?

SIN Sri Mulyani Tunggu Apa

Mungkin nih, kode-kode rahasia ini juga biasa digunakan dalam dunia politik Indonesia nih. Soalnya nih, selain ditanyai soal kemungkinan untuk menjadi menteri di tengah ramainya isu reshuffle kabinet, Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon malah melontarkan kritik pada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (Ani) lho.

Kata Bung Fadli sih, Bu Ani ini perlu dievaluasi kembali. Soalnya nih, menurut politikus Gerindra tersebut, permintaan bimbingan Bu Menkeu ke International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia (WB) bisa berujung pada jatuhnya Indonesia ke lubang yang sama untuk kedua kalinya – menjadi “pasien” IMF-WB kembali.

Hmm, ya, terlepas dari kritik ini, mimin jadi bertanya-tanya sih. Kenapa ya Bung Fadli melontarkan kritik tersebut di tengah ramainya isu reshuffle yang bakal dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) – apalagi namanya disebut-sebut bisa jadi menteri?

Hmm, apa jangan-jangan ini kode-kode ala Turing nih? Kan, barang kali, kodenya ini bisa dibaca kalau Bung Fadli bisa nih jadi Menkeu yang baru. Kan, siapa tahu? Hehe.

Tapi, hati-hati nih, Bung Fadli. Guna menjadi Menkeu setelah Bu Ani, bisa-bisa bebannya berat banget tuh. Apalagi, Bu Menkeu udah terkenal dengan segudang predikat penghargaan tuh.

Ya, terlepas dari berat atau nggak-nya, mimin sih terserah Pak Jokowi saja kalau emang mau nge-ganti Bu Menkeu. Mungkin, Bung Fadli perlu berdoa tuh agar Pak Presiden bisa memecahkan kode tersebut secanggih pemecahan kode ala Turing. Hehe. (A43)

Baca Juga: Fadli Zon Takut Kena PHP?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?