HomeCelotehDikritik, Anies Makin Siap Nyapres

Dikritik, Anies Makin Siap Nyapres

Kecil Besar

“Banyaklah (prestasi), tapi kenapa Mas Hasto kasih catatan? Tanya Mas Hasto, kalau saya sih bahagia dengan Mas Anies”. – Mardani Ali Sera, Ketua DPP PKS


PinterPolitik.com

Sejak membuka gerbang reformasi, negara ini mengubah rupa dari otoritarianisme menjadi penganut demokrasi. Di alam baru ini, kritik mendapatkan tempat terhormat. Meski sering pahit, tapi itu dibutuhkan untuk membuat pengelolaan pemerintahan tetap sehat dan sepenuhnya memperjuangkan kepentingan rakyat. 

Jika dipikir-pikir, negara yang nihil kritik akan membuat pemerintah yang punya segala sumber daya dan kuasa rentan untuk menyimpang dari jalan kebenaran. Tanpa kritik, pemerintah bisa menjadi semena-mena. 

Namun, beberapa hari ini, kontkes kritik itu dipersoalkan. Persoalan berawal dari sindiran Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal tujuh prestasi Gubernur DKI Jakarta Anies baswedan saat memimpin ibu kota. Sindiran yang ditafsirkan sebagai kritik ini berujung tanggapan dan pandangan sejumlah politisi.

Reaksi datang dari politisi senior Partai Nasdem Bestari Barus, yang menilai kalau Hasto sebenarnya hanya “kudet” atau kurang update, sehingga tidak mampu melihat prestasi Anies di Jakarta. Ia menilai bagaimana bisa banyaknya prestasi yang telah dicapai Anies, tapi tidak terlihat.

Bestari menyinggung prestasi Anies seperti penghargaan internasional terkait pengelolaan transportasi publik, lalu penanganan Covid-19 di Jakarta dinilai terbaik dan terakhir yaitu pembangunan sirkuit dan pelaksanaan Formula E, yang semuanya menurut Bestari berhasil diwujudkan.

image 73
Beda Hasto, Beda Trimedya?

Sama halnya dengan Bestari, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera atau PKS, Mardani Ali Sera justru merasa senang terhadap Anies karena prestasinya yang menurutnya sangat banyak. Bahkan bagi Mardani, sosok Anies merupakan salah satu pejabat yang mampu membuat nyaman umat beragama di Jakarta.

Emang kadang-kadang Bang Mardani ini ceplas-ceplos ya saat memberikan komentar. Publik mungkin masih ingat, dulu Presiden Jokowi pernah meminta masyarakat lebih aktif memberikan kritik dan masukan terkait pelayanan publik. Mardani merespons permintaan Jokowi itu himbauan itu dan bilang bahwa saat ini masyarakat semakin takut memberikan pendapat, khususnya kritikan kepada pemerintah. 

Respon  Mardani saat itu fenomenal sih, soalnya dia membandingkan himbauan Jokowi untuk dikritik, tapi rupanya berseberangan dengan data yang menyebutkan bahwa indeks demokrasi Indonesia saat itu yang cenderung menurun.

Anyway, kembali ke konteks kritik terhadap Anies. Ada satu fenomena menarik yang dapat dijadikan bahan analisis untuk memahami karakteristik Anies ketika diterpa kritik. Mungkin kita masih ingat di tahun 2019 ada pemberitaan terkait kritik DPRD DKI Jakarta terhadap Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). 

Anies merespon dengan mengatakan bahwa kritik dari oposisi selalu diarahkan pada program yang dianggap berhasil. Anies menjadikan indikator kritik dari oposisi sebagai keberhasilan program yang ia kerjakan selama ini.

Well, dari sini kita bisa membaca logika yang direkayasa oleh Anies, yaitu keberhasilan dapat dilihat dari adanya kritik dari pihak oposisi. Jadi jika Anies makin dikritik, maka makin siap jadi presiden dong ya maksudnya. Hehehe. (I76)


Anies dan Ganjar Rebutan Jokowi?
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

Keluarga Fahri ‘Terlatih’?

“Dengan modal keberanian dan teror saja, tak banyak yang bisa dicapai dalam kehidupan modern begini.” ~ Pramoedya Ananta Toer PinterPolitik.com Sempat disebut sebagai politikus independen, Wakil...

More Stories

Ganjar Punya Pasukan Spartan?

“Kenapa nama Spartan? Kita pakai karena kata Spartan lebih bertenaga daripada relawan, tak kenal henti pada loyalitas pada kesetiaan, yakin penuh percaya diri,” –...

Eks-Gerindra Pakai Siasat Mourinho?

“Nah, apa jadinya kalau Gerindra masuk sebagai penentu kebijakan. Sedang jiwa saya yang bagian dari masyarakat selalu bersuara apa yang jadi masalah di masyarakat,”...

PDIP Setengah Hati Maafkan PSI?

“Sudah pasti diterima karena kita sebagai sesama anak bangsa tentu latihan pertama, berterima kasih, latihan kedua, meminta maaf. Kalau itu dilaksanakan, ya pasti oke,”...