HomeCelotehDiam-diam Ganjar Hajar Prabowo

Diam-diam Ganjar Hajar Prabowo

Kecil Besar

“Ganjar walaupun sering muncul di survei, tetap agak berat untuk melaju di Pilpres. Karena ada persoalan dalam kasus e-KTP. Dalam kasus tersebut, Ganjar disebut-sebut oleh pihak lain terlibat. Itulah yang membuat langkah Ganjar sedikit berat”. – Arya Fernandes, Centre for Strategic and International Studies (CSIS)


PinterPolitik.com

Nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kini jadi salah satu sosok paling diperhitungkan di tingkat nasional. Bukan tanpa alasan, doi dianggap sebagai tokoh potensial yang bisa menjadi penantang serius untuk Pilpres 2024.

Hal ini bisa dilihat dari beberapa survei terbaru yang dilakukan oleh lembaga-lembaga survei. Salah satunya adalah survei dari Indikator Politik Indonesia yang dirilis beberapa hari terakhir ini. Nggak tanggung-tanggung, nama Ganjar bahkan menjadi yang tertinggi dan bahkan unggul atas calon kuat seperti Prabowo Subianto.

Dalam survei tersebut, Ganjar memiliki elektabilitas sebesar 18,7 persen. Ia disusul oleh Prabowo Subianto dengan 16,8 persen, lalu Anies Baswedan dengan 14,4 persen, Sandiaga Salahuddin Uno dengan 8,8 persen, dan Ridwan Kamil dengan 7,6 persen.

Adapun tokoh-tokoh yang tersisa seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Khofifah Indar Parawansa, Gatot Nurmantyo dan sebagainya masih di bawah angka 5 persen.

Pencapaian ini tidak bisa dianggap sebelah mata. Pasalnya, Ganjar selalu menduduki tempat teratas dalam 3 survei terakhir. Beberapa pihak juga menyebutnya sebagai salah satu kandidat paling menjanjikan untuk Pilpres 2024.

Ia disebut mampu membangun koneksi lintas generasi yang membuatnya bisa diterima semua lapisan masyarakat, baik itu anak muda, buruh, petani, pengusaha, dan lain sebagainya. Lihat saja aksi-aksinya di media sosial dan pendekatan-pendekatan yang digunakannya untuk menyelesaiakan persoalan-persoalan yang ada di daerahnya.

Beh, kalau kata orang Ambon: “Seng ada lawan nih Pak Ganjar”. Bukan Pak Ganjar akan lawan seng loh maksudnya, tapi kader PDIP itu emang nggak ada lawannya.

Baca juga :  Driver Ojol Sang Marhaen Modern

Nah, berkaitan dengan PDIP, salah satu tantangan terbesar Pak Ganjar adalah partai banteng tersebut. Soalnya, doi harus meyakinkan si merah itu untuk memberikannya dukungan. Mirip-mirip sama Pak Jokowi pada 2014 lalu lah.

Ini jadi persoalan yang cukup pelik karena pengambilan keputusan di PDIP akan sangat ditentukan oleh Megawati Soekarnoputri. Apalagi, di internal PDIP juga ada sosok seperti Ketua DPR Puan Maharani – sang putri mahkota – yang secara politik juga cukup kuat.

Selain itu, Pak Ganjar juga sempat tuh dikait-kaitkan dengan kasus e-KTP, sekalipun tidak terbukti bersalah. Ini bisa jadi serangan kampanye yang efektif kalau doi jadi maju.

Selain dua isu itu, mungkin nggak ada hal lain yang bisa menjadi penghalang buat Gubernur berambut putih itu. Buat Pak Prabowo, hati-hati nih pak. Pak Ganjar ini ibaratnya rookie yang naik kelas dari Moto2 ke MotoGP. Hehehe.

Jangan-jangan bakal kuat dan bisa jadi pemenang. Rookie yang hebat banyak loh. Di MotoGP ada Marc Marquez. Di seri film animasi ada Lightning McQueen – itu loh di film Cars. Musim ini di Liga Inggris ada Leeds United. Dan masih banyak yang lainnya lagi.

Emang nih Pak Ganjar lagi bahaya-bahayanya. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (S13)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Video Ketum PSI Giring Ganesha nyanyikan lagu Nidji tersebar di media sosial. Apakah Giring ingin balik nyanyi lagi dan lupakan politik?

Ada Apa Dengan Fredrich?

Setelah ditangkap KPK atas tuduhan menghalangan penyidikan, Fredrich Yunadi ternyata belum kapok. Ia berkoar sana sini, bahkan sampai mengajak boikot KPK segala. Ada apa...

More Stories

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Jebakan Rindu Soeharto?

Demokrasi sudah 28 tahun berjalan, tapi foto Soeharto di sawah itu masih terus beredar di WhatsApp. Ekonom senior Ferry Latuhihin menyatakan menyesal ikut menjatuhkan Soeharto — dan Mahfud MD tidak mau meralat pernyataannya bahwa korupsi era reformasi "lebih gila" dari Orde Baru. Ada pertanyaan filosofis yang lebih dalam di balik semua ini: bukan siapa yang lebih baik, tapi mengapa negara yang lebih bebas justru terasa lebih tidak hadir?

Iron Cage Menteri PU

Menteri PU Dody Hanggodo mengungkap pengalaman mengejutkan: ia "dipelonco" birokrasinya sendiri. Draft keputusan disodorkan sore hari saat ia kelelahan, pejabat "untouchable" mengabaikan instruksi, bahkan ASN muda pun berani menghina program prioritas presiden. Di kementerian dengan anggaran Rp118,5 triliun, “rayap” tidak takut pada menterinya.