HomeCelotehDi Balik KPU Izinkan Konser

Di Balik KPU Izinkan Konser

“Tujuan utama kita di hidup ini adalah untuk menolong orang lain” – Dalai Lama XIV, pemimpin spiritual pemeluk Buddha Tibet


PinterPolitik.com

Cuygimana sih hati kalian ketika ketika sudah berkorban banyak tapi ternyata ada pihak yang ternyata tidak menghargai pengorbanan kalian? Behnggak usah ditanyakan lagi ya, sob, ibaratnya, pasti sakit banget hati kita. Bahkan, sakitnya tuh sampai ke relung hati dan sum-sum tulang belakang. Upss, lebay dikit. Hehehe.

Kenapa mimin ngomong seperti ini? Tentu, bukan tanpa alasan ya, gengs. Mimin tuh hanya bersimpati kepada berbagai kelompok dan pihak yang sudah berkorban pikiran, mental, dan fisik untuk menghambat persebaran Covid-19 di Indonesia, gengs.

Setelah banyak yang berusaha sekuat tenaga, ehladalah kok Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengizinkan para peserta Pilkada Serentak 2020 menggelar berbagai acara yang berpotensi memperparah penularan Covid-19 – misal seperti bazar, gerak jalan santai, dan sepeda santai.

Bahkan, yang paling greget nih, si penyelenggara Pemilu ini juga membolehkan konser musik digelar meski pandemi virus Corona ini belum usai, sobWow banget ya, gengs?

Ya, meski posisinya mereka ini memberikan aturan bahwa jumlah peserta acara tidak boleh lebih dari 100 orang, tapi kan nggak ada aturan luas area dan bagaimana model penyelenggaraan konsernya – seperti soal pembatasan jarak. Hadeuh.

Lebih-lebih, itu semua sudah di atus di Pasal 63 Ayat (1) poin C dan poin E Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 10 Tahun 2020 lohDuh, KPU ini kok ya kebangetan gitu loh?

Padahal, partai politik saja sudah menganjurkan untuk memperbanyak kampanye secara virtual saja. Misal, Golkar yang mengimbau kadernya agar menerapkan kampanye secara virtual melalui instruksi Pak Airlangga Hartarto.

Baca juga :  Strategi Politik Cak Imin Usang?
- Advertisement -

Sementara, KPU sebagai penyelenggara kok malah tidak membuat aturan yang menitikberatkan pada kesehatan. Padahal, Presiden pun sudah  memberikan imbauan agar semua elemen tuh fokus terhadap sektor kesehatan. Duh duh.

Sampai-sampai nih, banyak banget loh pihak yang juga mengkritisi tindakan KPU ini. Misal, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bahwa, “Ora usah, ah, konser-konser. Nggo opo?

Lagian nih, apa KPU nggak kasihan sih sama Pak Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo dan tenaga kesehatan yang selama ini siang dan malam tidak kenal waktu berjuang sekuat tenaga untuk menangani Covid-19? Pak Doni sendiri udah bilang lho kalau Covid-19 itu mematikan layaknya malaikat pencabut nyawa. Tuh, dengerin, KPU.

Lebih-lebih nih, kok ya nggak segan gitu loh sama para artis yang dulu sampai rela membatalkan job konser hanya untuk ikut berjuang bersama agar si kecil Corona ini bisa segera diatasi. Misal, Mbak Raisa yang dulu ketika April rela membatalkan konsernya demi kepentingan rakyat.

Bahkan, ini kan bisa menyakiti hati para musisi tanah air ya. Jerih payahnya menekan ego selama ini ibaratnya sudah tercederai loh. Seperti yang dikatakan oleh Awan, pemain bas dari .Feast yang sampai mengatakan sakit hati layaknya dikhianati.

Beeh, daripada ditekan sama berbagai pihak karena polemik ini, mending coba deh komunikasi dan konsultasi ke Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Itung-itung saja silaturrahmi sebagai bentuk menghormati Pak Doni dan timnya yang selama ini bekerja keras (F46)

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Anies-AHY, Reuni Kuasa SBY-JK?

“Padahal saat itu SBY dan JK adalah menteri Megawati. Toh pertarungan keras antarkan SBY-JK sukses kalahkan Megawati yang adalah Presiden saat itu,” – Muslim...

Ridwan Kamil Penuhi Syarat Kaesang?

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) komentari studi soal bubur diaduk vs tidak diaduk. Bagaimana dengan di Istana menurut Kaesang?

Gibran Kok Berani Lawan Jokowi?

Jokowi teken Inpres yang syaratkan penggunaan mobil listrik sebagai mobil dinas . Namun, Wali Kota Solo Gibran sebut Pemkot Solo belum ke sana.

Prabowo Siap Di-ospek?

“Pertanyaannya adalah, (kampanye) boleh dilakukan di mana saja? Di mana saja sepanjang ada pemilih, itu boleh kampanye pada prinsipnya, termasuk di dalam kampus, di...

Megawati Perlu ke Pesulap Merah?

Soal usulan nomor urut partai yang tetap di setiap Pemilu, Megawati dituding konsultasi ke dukun. Lebih baik ke Pesulap Merah saja sekalian?

Kasino, Alternatif Enembe Cuci Uang?

“Bukan itu persoalannya, itu (tambang) juga tidak pernah ada. Jadi sekarang ini kan Pak Gubernur dituduh hasil korupsinya disetor ke kasino, sekarang tugasnya itu...

SBY-JK-Paloh Adalah Nakama?

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Jusuf Kalla (JK), dan Surya Paloh disebut tengah bangun koalisi. Apakah ini sebuah koalisi "nakama"?

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...