HomeCelotehDi Balik Jokowi Tunjuk Erick

Di Balik Jokowi Tunjuk Erick

“Ada yang berubah, ada yang bertahan. Karena zaman tak bisa dilawan. Yang pasti kepercayaan harus diperjuangkan” – Chairil Anwar, penyair asal Indonesia


PinterPolitik.com

Gengs, kalian sudah tahu informasi terbaru belum nih? Di tengah kondisi yang saat ini serba pelik karena kondisi pandemi yang tak kunjung usai, ternyata pemerintah membuat kebijakan yang menurut mimin cukup mengagetkan, cuy.

Pasalnya, pemerintah membubarkan lembaga gugus tugas yang saat ini dinilai sangat penting perannya. Apalagi, angka jumlah korban dan kematian tidak pernah menunjukkan penurunan alias semakin naik.

Tapi, tenang, meski lembaga ini dibubarkan, tetap ada gantinya kok. Ya, kan, tidak mungkin pemerintah membuat kebijakan tanpa dikaji terlebih dahulu plus minusnya – apalagi saat ini Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 adalah lembaga yang sangat penting dalam kondisi sekarang.

Nah, kabarnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membubarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, gengs. Pembubaran ini tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2020 tentang Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Pembubaran ini berlaku sejak beberapa waktu lalu ya, gengs, yaitu tanggal 20 Juli 2020 setelah Perpres ditandatangani oleh Presiden Jokowi.

Sebenarnya, tidak ada masalah dengan Perpres ini karena, meski dibubarkan, tetap ada lembaga yang concerndengan Covid-19, yaitu dibentuk Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional – alias ada penyatuan gitu loh antara penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Memang harus kita akui ya, cuy, bahwa Covid-19 ini memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian sebuah negara. Bahkan, mimin bisa bilang deh, hampir seluruh negara yang terdampak Covid-19 memiliki kondisi perekonomian yang menurun. Lahwong Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok sebagai negara besar saja keder. Hehehe.

- Advertisement -

Sebenarnya, yang mengagetkan dan menggemparkan jagat Indonesia bukan terkait pembubaran lembaga dan pembentukan lembaga baru ini ya, gengs, tetapi penunjukan Ketua Tim Komite ini, cuy, yaitu dipegang oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.

Coba deh perhatikan secara saksama. Dengan penunjukan Pak Erick sebagai Ketua Komite, ini kan seakan menunjukkan bahwa lagi-lagi yang diberikan tanggung jawab oleh Presiden Jokowi ya itu-itu saja – muter terus gitu seperti gasing Beyblade. Kalau anak tahun 90-an pasti tahu deh anime apa ini.

Kembali ke perputaran penunjukan, kok seakan tidak ada orang lain gitu loh, bosku, dalam pemberian wewenang. Ini kan menjadi bahaya.

Seakan nih, di antara jutaan sumber daya manusia Indonesia, kok ya hanya orang itu-itu saja yang diberikan tanggung jawab dan dipercaya oleh Bapak Presiden. Kan, mimin sebagai insan kritis transformatif berpikiran ke mana-mana. Berusaha positive thinking tetapi ujung-ujungnya membuatku selalu bertanya-tanya.

Apa jangan-jangan memang di negara Indonesia ini yang kredibel hanya mereka-mereka saja? Ataukah di belakang sana sedang terjadi sesuatu?

Soalnya nih, dengan ditunjuknya Pak Erick ini, dapat menjadi afirmasi tersendiri bahwa sebenarnya Presiden Jokowi sudah tidak terlalu percaya dengan beberapa pejabat di lingkarannya. Coba deh, kalian pikir dan hayati secara mendalam.Pejabat di lingkaran Istana ini se-ambreg loh, gengs, bukan hitungan jari saja.

Apalagi, kalau diamati secara saksama, kemungkinan besar nih, nanti tidak sedikit bukti yang menunjukkan bahwa ada banyak oknum yang ternyata rangkap jabatan. Misal, si A di Kementerian BUMN sudah menjabat posisi B, di kebijakan food estate juga menjabat posisi C, dan nanti di lembaga komite baru ini juga menempati posisi D.

- Advertisement -

Kalau seperti itu kan nanti ujung-ujungnya rangkap jabatan, cuy. Sehebat apa pun, pasti orang akan pusing jika mendapatkan jabatan yang rangkap-rangkap.

Ujung-ujungnya, nanti hasilnya belum tentu optimal. Yang dibuat pusing siapa? Ya, masyarakat biasa seperti kita-kita ini, cuy. Hadeeh. (F46)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Relawan Jokowi Berasa Parpol?
spot_img

#Trending Article

Ceker Ayam, Rahasia Kemajuan Tiongkok?

“Kami berusaha menyerap kenaikan harga komoditas ini, dengan memanfaatkan seluruh bagian ayam. Itu berarti menggunakan setiap bagian ayam, kecuali bulunya, kurasa.” – Joey Wat, CEO...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Melacak Arah Petir Brigadir J?

“CCTV harus diuji. Kenapa harus diuji? Pertama CCTV sudah disambar petir. Maka kalau tiba-tiba CCTV ketemu kembali, harus dibikin acara dengan petir, kapan petir...

Anies Ikuti Jejak Soekarno?

“Perubahan nama Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat, dilakukan agar Rumah Sakit ikut ambil peran dalam pencegahan penyakit, sekaligus mempromosikan hidup sehat.” – Anies Baswedan,...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Jokowi Kameo Pilpres 2024?

“Yang paling sering kalau ke kondangan. Bahkan saat nyumbang ke Surabaya, ada yang bilang kalau ada tamu Pak Presiden lagi blusukan. Bahkan ada yang rebutan...

Sambo Tidak Selincah Ninja Hatori?

“Kalau naik gunung itu, pijakan kakinya harus kuat. Jangan mengandalkan tarikan orang di atas. Kekuatan diri sendiri yang membawa kita ke atas.” – Brigjen...

Anies-AHY Kawin Paksa?

“Tentu proses membangun chemistry antara satu dan yang lain penting, bukan kawin paksa,” - Willy Aditya, Ketua DPP Partai NasDem PinterPolitik.com Siapa yang tidak kenal dengan Siti...

More Stories

Megawati Sukses “Kontrol” Jokowi?

“Extraordinary claims require extraordinary evidence” – Carl Edward Sagan, astronom asal Amerika Serikat (AS) PinterPolitik.com Gengs, mimin mau berlagak bijak sebentar boleh, ya? Hehe. Kali ini, mimin mau berbagi pencerahan tentang...

Arief Poyuono ‘Tantang’ Erick Thohir?

“Orang hebat tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. Mereka dibentuk melalui kesulitan, tantangan, dan air mata” – Dahlan Iskan, mantan Menteri BUMN PinterPolitik.com Gengs, kalian...

Sri Mulyani ‘Tiru’ Soekarno?

“Tulislah tentang aku dengan tinta hitam atau tinta putihmu. Biarlah sejarah membaca dan menjawabnya” – Soekarno, Proklamator Indonesia PinterPolitik.com Tahukah kalian, apa yang menyebabkan Indonesia selalu...