HomeCelotehCovid-19, Diam-diam Prabowo Berbuat Banyak

Covid-19, Diam-diam Prabowo Berbuat Banyak

Kecil Besar

“Dia tidak tanda tangani semua proyek pembelian alutsista yang markup-nya lebih dari 10 persen. Itu dia menghemat US$ 3,4 miliar diam-diam”. – Rizal Ramli, Mantan Menko  Kemaritiman


PinterPolitik.com

Sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto memang tak banyak tampil dalam beberapa kesempatan belakangan ini. Bukan tanpa alasan, isu krisis kesehatan ini memang lebih banyak melibatkan menteri yang berhubungan dengan persoalan kesehatan dan ekonomi karena menjadi hal yang paling langsung berhubungan dengan masyarakat.

Walaupun demikian, Prabowo tentu saja tahu bahwa isu Covid-19 punya dimensi pertahanan dan keamanan di dalamnya. Kan banyak tuh terori-teori konspirasi yang bilang Covid-19 ini bisa jadi semacam senjata biologis untuk menyerang negara tertentu atau menjatuhkan pemerintahan tertentu.

Tapi namanya teori konspirasi, kebenarannya nggak bisa dibuktikan.

Nah, ngomongin soal Prabowo, ada pernyataan menarik yang disampaikan oleh mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli. Dalam salah satu pernyataannya di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), ia menyinggung nama Prabowo.

Bukan negatif loh ya, doi justru memuji Prabowo yang disebutnya pada tahun 2019 lalu diam-diam menghemat keuangan negara. Rizal Ramli bahkan menyebut pemerintahan Presiden Jokowi sudah seharusnya berterima kasih pada Prabowo karena itu.

Jadi ceritanya Prabowo disebut tidak menandatangani semua proyek pembelian alat utama sistem senjata alias alutsista yang markup anggarannya lebih dari 10 persen. Buat yang belum tahu, biasanya saat pengadaan barang, selalu ada perhitungan anggaran lebih.

Anggaran lebih ini bisa digunakan untuk jaga-jaga kalau ada cost yang tidak diperhitungkan terjadi. Tapi, sering juga anggaran ini adalah “akal-akalan” pihak tertentu untuk mengambil keuntungan atau komisi dari pembelian barang yang dilakukan oleh negara.

Nah, Pak Prabowo disebut diam-diam menghemat hingga US$ 3,4 miliar atau sekitar hampir total Rp 50 triliun. Rizal Ramli juga bilang biasanya total markup alutsista itu ratusan persen bahkan ada yang ribuan persen.

Pak Prabowo tak mau tanda tangani pengajuan anggaran pembelian yang lebih dari 10 persen nilainya. Makanya, di situasi genting seperti sekarang ini, pemerintah akhirnya jadi punya uang tambahan dari penghematan tersebut.

Emang sih, kalau bicara, Rizal Ramli selalu sarat akan kritik pedas kepada pemerintah. Namun, soal penghematan itu memang hal yang positif sih.

Makanya pemerintah juga harus mulai melihat secara keseluruhan. Apakah masih masuk akal menjalankan proyek-proyek infrastruktur yang saat ini terus berjalan? Apalagi, jika negara memang membutuhkan anggaran berlebih untuk memberikan makanan pada keluarga-keluarga kelaparan di berbagai pelosok.

Hancur hati rasanya membaca berita ada ibu-ibu yang meninggal karena dua hari hanya mengisi perutnya dengan minum air galon akibat tak punya uang untuk membeli makanan, sementara di tempat lain banyak orang menumpuk makanan dan membeli lebih daripada yang mereka butuhkan. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Iron Cage Menteri PU
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Wiranto Pelanggar HAM?

Wiranto diduga terlibat namun bukan sebagai eksekutor, akan tetapi sebagai orang dibalik layar tragedi tersebut, hal itu dikarenakan posisinya pada masa itu sebagai Panglima...

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Mengapa Deklarasi Anies 10 November Batal?

“Kita saling menghargai semuanya sehingga harapan itu belum bisa terpenuhi besok karena partai itu kan punya mekanisme sendiri-sendiri yang harus dibicarakan bersama-sama” – Ahmad Ali,...

Papua Anak Emas Jokowi

"Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua merupakan perhatian yang semata-mata ingin mengejar ketertinggalan daerah tersebut dengan pembangunan infrastruktur ekonomi dan sosial." ~ Menteri Dalam Negeri,...

Surya Paloh Siap Relakan Megawati?

Intrik antara partai yang dipimpin Surya Paloh (Nasdem) dan PDIP yang dipimpin Megawati semakin tajam. Siapkah Paloh relakan Megawati?

Giring Ingin Balik Nyanyi Lagi?

Video Ketum PSI Giring Ganesha nyanyikan lagu Nidji tersebar di media sosial. Apakah Giring ingin balik nyanyi lagi dan lupakan politik?

Melirik Romantisme TGB-Somad

Netizen mendukung Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB Dr. Zainul Majdi dan Ustadz Abdul Somad untuk maju sebagai capres dan cawapres di Pilpres 2019. PinterPolitik.com Gubernur Nusa...

More Stories

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...

Iron Cage Menteri PU

Menteri PU Dody Hanggodo mengungkap pengalaman mengejutkan: ia "dipelonco" birokrasinya sendiri. Draft keputusan disodorkan sore hari saat ia kelelahan, pejabat "untouchable" mengabaikan instruksi, bahkan ASN muda pun berani menghina program prioritas presiden. Di kementerian dengan anggaran Rp118,5 triliun, “rayap” tidak takut pada menterinya.

Sultan Jogja: Simpul Kuasa Indonesia

Pertemuan Megawati dan Sultan Hamengku Buwono X beberapa hari lalu terlihat seperti silaturahmi biasa — kangen-kangenan setelah lama tak berjumpa. Namun di balik hangatnya obrolan itu, banyak pihak membaca makna lebih dalam: Sultan sekali lagi berdiri di persimpangan politik Indonesia, menjadi titik temu yang tak bisa diabaikan.