HomeCelotehBukan ABS, Jokowi Ternyata ARS?

Bukan ABS, Jokowi Ternyata ARS?

Kecil Besar

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) menyematkan gelar The King of Lip Service kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Instagram. Apa ini mirip dengan sebuah istilah umum – yakni asal bapak senang (ABS)?


PinterPolitik.com

Publik baru-baru ini diramaikan dengan sebuah kabar yang menarik. Kabar ini datang dari kawan-kawan mahasiswa yang ada di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI).

Gimana nggak heboh? Di tengah akhir pekan kemarin, BEM UI melalui akun Instagram-nya mengunggah sebuah poster atau meme dengan foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) di dalamnya.

Di gambar tersebut, Pak Jokowi digambarkan sebagai sosok pejabat yang dijuluki sebagai The King of Lip Service. Sontak aja, langsung ramai jadi buah bibir tuh posting-an Instagram dari BEM UI.

Kabarnya, sejumlah pegiat media sosial (medsos) langsung mencecar kawan-kawan kita yang ada di BEM UI tuh. Banyak yang bilang kalau cara kritik melalui meme tersebut dianggap tidak sopan dan cenderung menghina.

Nggak hanya sejumlah pegiat medsos – alias buzzer, pihak Rektorat UI pun langsung memanggil BEM UI. Menurut Rektorat sih, kritik yang disampaikan oleh BEM UI tidak sejalan dengan koridor hukum lho.

Ya, terlepas dari benar atau tidaknya cara kritik kawan-kawan BEM UI ini, mungkin, bisa aja maksud dari kritiknya sudah tersampaikan tuhMimin jadi ingin mendalami soal istilah lip service di tulisan ini, gaes.

Baca Juga: The King of Lip Service, Apa Salahnya?

Heboh Jokowi Lip Service

Ya, intinya, lip service ini kan menggambarkan bahwa apa yang dikatakan dan dijanjikan tidak sejalan dengan apa yang dilakukan sebenarnya. Mudahnya sih, hanya di mulut doangGitugaes.

Mungkin nih, istilah ini mirip-mirip dengan salah satu istilah yang sudah populer duluan, yakni asal bapak senang (ABS). Kan, dulu kala pemilihan presiden (Pilpres) 2019, ramai tuh istilah tersebut.

Baca juga :  Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Waktu itu, ada yang bilang kalau bawahan-bawahannya Pak Jokowi banyak yang ABS doang. Artinya, banyak bawahan-bawahan presiden hanya melaporkan hal-hal yang baik tanpa memberikan kabar-kabar buruk. Yang penting, bapak presiden senang. Begitulah kurang lebih. Hehe.

Nah, mungkin nih, Pak Jokowi juga perlu nih menerapkan sistem ini. Mungkin, jadinya bukan ABS kali ya, melainkan ARS (asal rakyat senang).

Banyak kok pernyataan-pernyataan Pak Jokowi yang memang membuat rakyat senang. Janji untuk menguatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), misalnya, merupakan salah satu pernyataan yang membuat rakyat senang akan pemimpinnya lah.

Nah, kalau ada yang masih mengkritik keras pemerintahan Pak Jokowi, berarti rakyat lagi nggak senang tuh. Apalagi, baru-baru ini, banyak juga rakyat yang sedih dengan meninggalnya kerabat dan teman mereka akibat pandemi Covid-19 yang malah melonjak tinggi jumlah kasus positifnya.

Kuncinya tetap satu sih buat pemerintah. Asal rakyat senang. Biar senang, gimana ya caranya? Simple donggaes. Ya, dengan membuat kebijakan yang memihak ke rakyat. Meminjam kata-kata ala Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), gitu aja kok repot. Bukan begitu? Hehe. (A43)

Baca Juga: Amarah Netizen Bayangi Jokowi?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?