HomeCelotehBPIP Ingin Viral di TikTok?

BPIP Ingin Viral di TikTok?

Kecil Besar

“You can ‘least grab a camera. Shoot a viral” – Kanye West, penyanyi rap asal Amerika Serikat


PinterPolitik.com

Akhir-akhir ini, banyak media sosial diisi oleh berbagai macam video joget yang diikuti dengan musik-musik yang catchy. Tak sedikit juga orang akhirnya mencoba meniru dan membuat video-video dengan joget yang serupa.

Hype dan tren ini kayaknya nggak cuma berhenti di para pengguna medsos aja deh. Soalnya tuh, banyak juga politisi dan pejabat negara yang akhirnya ikutan tantangan-tantangan joget yang bermula di aplikasi video pendek yang dikenal sebagai TikTok.

Selain para politisi dan pejabat, lembaga-lembaga negara tampaknya juga semakin tertarik tuh buat ikutan bermain TikTok. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang dulu sempat memblokir aplikasi itu misalnya, kini memiliki akun resmi lho di aplikasi tersebut. Hehe.

Mungkin, dengan melihat Kominfo di TikTok, kini Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) juga ingin bergabung ke dalam hype­-nya TikTok nih. Beberapa waktu lalu, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menjelaskan bahwa – sesuai arahan Presiden Joko Widodo – badan yang dipimpinnya itu akan terjun dan berseluncur ke dunia digital, seperti YouTube dan TikTok.

Wah, ini bisa jadi kesempatan yang pas buat BPIP biar jadi populer – seperti Bowo Alpenliebe. Pasalnya, aplikasi asal Tiongkok yang bernama TikTok sekarang jadi salah satu aplikasi yang paling banyak diunduh lho di Indonesia.

Mungkin, BPIP bisa ngebikin challenge yang menarik gitu buat para pengguna TikTok. Kan, Pak Yudian sendiri bilang kalau BPIP perlu menarik perhatian para anak muda, seperti milenial dan generasi Z.

Tentu, harus menarik juga dong caranya. Dengan fungsi lembaga itu sebagai pembina dan penanam ideologi dan nilai-nilai Pancasila, BPIP bisa aja tuh membuat #PancasilaChallenge atau semacamnya gitu. Hehe.

Ya, pada intinya, waktu itu berubah ya. Meski TikTok dulu sempat dikenal menyebarkan nilai-nilai yang tak sesuai dengan budaya Indonesia, kini BPIP malah berencana untuk menggunakan aplikasi itu untuk menyebarkan nilai-nilai Pancasila yang acap kali dianggap sebagai nilai mutlak atas bangsa Indonesia.

Hmm, agak terdengar sedikit ironi juga ya? Ya, mari kita tunggu saja lah challenge bikinan BPIP nanti. Hehe. (A43)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  Hotel Sultan dan Mesin Uang Soeharto
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ahok Jadi Ketua KPK?

Jokowi telah resmi menunjuk pansel pimpinan KPK 2019-2023. Prediksi tentang siapa ketua KPK yang dihasilkan seleksi ini pun sudah mulai bisa digulirkan. Pinterpolitik.com Teka-teki tentang siapa...

Kini, Giliran Politik Milenial?

Sosok-sosok yang berasal dari generasi milenial kini mulai bermunculan guna mengisi perannya di berbagai bidang, termasuk pemerintahan dan politik. Apakah kehadiran milenial menjadi tanda...

Hantu Sawit di Papua?

Di balik berbagai kerusuhan yang terjadi akibat diskriminasi rasial terhadap kelompok Papua, terdapat persoalan kelapa sawit yang dinilai dapat mengancam lingkungan dan komunitas adat...

Jokowi Lempar Hadiah

Bagi kebanyakan orang, tentu saja apa yang dilakukan oleh Jokowi ini kurang etis. Dengan melempar-lemparkan bingkisan, Jokowi dianggap kurang menghormati masyarakat. PinterPolitik.com "If you have something...

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?