HomeCelotehBobby Tak Takut Edy Rahmayadi?

Bobby Tak Takut Edy Rahmayadi?

Kecil Besar

“Ada lagi yang teriak-teriak di medsos atau di apa itu, wali kota tidak tahu. Loh, memang Tuhan Maha Tahu, tapi kalau orang satu-satu minta diberi tahu, tambah mundur dia. Hai manusia, bertakwalah kamu, kata Tuhan. Tapi tak satu per satu juga, kau harus tahu, kau harus tahu”. – Edy Rahmayadi, Gubernur Sumatra Utara


PinterPolitik.com

Baku hantam. Istilah yang layak untuk dipertimbangkan jika emosi telah memuncak dan cara-cara damai sulit tercapai. Plus, ini istilah buat para penggemar isu-isu kontroversial yang dibahas di YouTube atau forum-forum sejenisnya.

Biasalah, kalau ada kontroversi, selera baku hantamnya akan membuncah. Hehehe.

Nah, konteks baku hantam ini tengah ramai dipergunjingkan dalam pemberitaan terkait hubungan antara Wali Kota Medan yang juga menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution, dengan Gubernur Sumatra Utara Edy Rahmayadi.

Baca Juga: Bukit Algoritma, Cita-Cita Semu?

Ini terkait pernyataan Bobby di hadapan media yang menyebut dirinya tidak tahu di mana lokasi karantina WNI yang pulang dari luar negeri di Kota Medan. Bobby menambahkan bahwa hal tersebut terjadi karena informasi yang ia dapatkan tak utuh dari Pemprov Sumatra Utara.

Sontak, pernyataan Bobby ini bikin Gubernur Edy meradang. Doi marah karena hal tersebut justru diumbar Bobby ke media. Seharusnya, kalau memang informasinya belum ia dapatkan, yang dilakukan adalah berkoordinasi dan bukannya malah curhat ke media.

Bahkan Edy menyebutkan bahwa ia tak peduli latar belakang Bobby yang adalah menantu Presiden Jokowi. Wih, sadis nih kalau pernyataannya udah pakai bawa-bawa latar belakang kayak gini.

Udah gitu pakai bawa-bawa ketakwaan pada Tuhan segala nih mantan Ketua PSSI yang satu ini. Uppps.

Apapun itu, yang jelas ada benarnya juga sih yang disampaikan oleh Pak Edy itu. Dengan ngumbar ke media, jadi kelihatan kalau Bobby masih gagap dalam memetakan masalah dan penyelesaiannya. Kalau memang ada persoalan, maka seharusnya berkoordinasi dulu ketimbang menuduh-nuduh kayak gitu.

Nggak serem tuh sama Pak Edy kalau doi marah? Ngeri cuy. Uppps.

Tapi, apa mungkin Bobby justru emang sengaja membenturkan dirinya dengan Edy ya? Soalnya kalau itu yang terjadi, dia sukses loh menarik atensi masyarakat. Yang doi benturkan juga levelnya di atas dia.

Ibaratnya mencari musuh yang lebih tinggi biar dapat panggung yang lebih besar. Uppps. Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

PDIP Ketularan Artis

“Lelah bahas politik, mending lihat artis yang sedang akting jadi politikus. Hmmm, apa mereka akan berubah jadi tikus?” PinterPolitik.com Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tak sembarangan...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

More Stories

Kicepisme Pragmatis Politik

Jokowi dan JK bertemu di HUT Bhayangkara ke-80, dan suasananya adem-adem saja. Padahal beberapa bulan lalu JK sempat berteriak lantang: "Kasih tahu semua itu termul-termul, Jokowi jadi presiden karena saya", gara-gara isu ijazah yang menyeret namanya sebagai pihak yang terus mempersoalkan. Tapi begitu ketemu langsung, ijazah pun tak dibahas. Inilah wajah politik di level elite Indonesia yang sesungguhnya.

Anies dan Dark Side of The Moon

Beberapa hari lalu, Presiden Prabowo berbicara di depan ribuan akademisi dan menyebut: meski 5 kali ikut Pilpres dan baru 1 kali menang, ia tak pernah merongrong pemerintah yang sah. Pernyataan ini sekaligus pesan tersirat ke oposisi hari ini, termasuk Anies Baswedan, tentang batas etika berpolitik pasca kekalahan. Dalam beberapa kesempatan, Anies memang sempat mengkritisi kondisi negara, soal penghematan anggaran di satu sisi tapi juga pemborosan di lain sektor, serta kritik-kritik lainnya.

Menyikap Tubir Milbus

Pengangkatan purnawirawan sebagai Komisaris Utama PT Bukit Asam beberapa hari lalu melengkapi pola yang sudah terbentuk: Dirut MIND ID dari AU, Dirut PT Timah dari AD, Dirut Antam dari AD. Tiga perusahaan tambang negara paling strategis kini sama-sama dipimpin figur berlatar militer. Bercanda pun terasa pas — jurusan tambang terbaik Indonesia sepertinya ada di Akademi Militer.