HomeCelotehBerharap PDIP, PKS Lelah Kalah?

Berharap PDIP, PKS Lelah Kalah?

Kecil Besar

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan jika partainya menutup pintu koalisi dengan PKS pada Pilpres 2024. Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsyi pun menegaskan jika koalisi itu seperti mencari jodoh sehingga tidak jarang ‘bertepuk sebelah tangan’.


PinterPolitik.com

“Cause you know what they say. If you love somebody, gotta set them free. I love you but I’m letting go” – Pamungkas, “I Love You But I’m Letting Go” (2018)

Bagaikan minyak dan air, mungkin itu istilah yang menggambarkan hubungan antara PDIP dan PKS. Kedua partai ini seolah tidak pernah bisa bersatu dalam suatu koalisi politik sehingga keduanya lebih sering berseberangan dalam dinamika politik Tanah Air. 

Seperti misalnya pada dua periode pemerintahan Jokowi, PKS selalu berada di barisan oposisi. Demikian sebaliknya, saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), PDIP berada di luar pemerintahan sedangkan PKS ada bersama dengan pemerintah. 

Meski seolah tidak pernah ‘bersatu’ nyatanya keduanya bisa lho bersanding dalam suatu koalisi di daerah. Berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), tercatat PDIP dan PKS berkoalisi di 33 daerah. Bahkan, keduanya merasakan ‘buah’ yang manis ketika berhasil membawa pasangan Nurdin Abdullah dan Sudirman Sulaiman menang di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan (Sulsel). 

Well, kondisi ini membuktikan jika keduanya bisa bergandengan tangan untuk mencapai suatu tujuan. Maka, tidak heran apabila Juru Bicara (Jubir) PKS Muhammad Kholid menegaskan supaya semua pihak termasuk PDIP agar tidak berlebihan dalam bersikap.

Hmm, masuk akal sih kalau mengacu dari koalisi PDIP-PKS di daerah. Meski kecil, peluang tetap ada untuk kembali bergandengan tangan. 

Apalagi, Ketua Majelis Syura PKS Dr. Habib Salim Segaf Al Jufri mengemukakan jika partainya siap untuk berkolaborasi dengan seluruh partai politik. Bahkan, ia menilai penolakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto terhadap partainya merupakan opini pribadi bukan mewakili partai politik berlambang ‘banteng’ itu. 

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Wah, bila benar begitu, lantas kenapa sepertinya Hasto tegas menolak koalisi dengan PKS? Kalau diperhatikan, hubungan PDIP-PKS ini seperti sepasang crush, yang mana salah satunya merasa cintanya tidak terbalaskan. Ya, seperti di dalam film drama pada umumnya. 

Kalau dilihat dari teori dramaturgi yang dikemukakan Erving Goffman dalam bukunya yang berjudul The Presentation of Self in Everyday Life, penolakan PDIP ini seperti sebuah drama yang dilakukan untuk menuai reaksi positif dari pihak lain. Ya, mungkin untuk mempertahankan suara pendukungnya yang cenderung ‘nasionalis’. 

Hm, apakah ini yang namanya ‘cinta yang bertepuk sebelah tangan’? Jadi teringat dengan lagunya Pamungkas yang berjudul “I Love You But I’m Letting Go” (2018). Hmm.

Well, tampaknya ‘cinta bertepuk sebelah tangan’ ini cukup melelahkan bagi PKS. Mengingat, Sekjen PKS Aboe Bakar Alhabsyi menegaskan partainya tidak ingin berada di luar pemerintahan di 2024 mendatang. 

Wah, sepertinya ada yang ‘capek’ selalu kalah nih. Masa iya PKS mau mencontoh Manchester United (MU) yang selalu kalah dalam hampir setiap pertandingan musim lalu? (G69) 


Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Pidato Berbisik Ala Prabowo

“Gebleknya maling-maling itu sudah mencuri uang kita, dia menyogok kita dengan uang kita sendiri saudara-saudara sekalian.” ~Prabowo Subianto PinterPolitik.com Menyedihkan gengs. Ternyata uang kita selama ini...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

More Stories

Surya Paloh Cemburu ke Prabowo?

NasDem persoalkan komentar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto karena dukung Anies di 2024. PDIP dianggap beda sikap bila terhadap Prabowo.

Airlangga Abaikan Giring?

PSI telah mendeklarasikan akan mengusung Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Mengapa Giring belum juga tawarkan Ganjar ke Airlangga?

Rocky Sebenarnya Fans Luhut?

Momen langka terjadi! Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya bertemu langsung dengan pengkritik terpedasnya, yakni Rocky Gerung.