HomeCelotehBerani KPK Periksa Megawati Soal Bansos?

Berani KPK Periksa Megawati Soal Bansos?

Kecil Besar

“Seharusnya tidak menjadi ganjalan bagi KPK untuk dapat memeriksa mereka (Megawati dan Hasto Kristyanto)”. – Kurnia Ramadhan, Peneliti ICW


PinterPolitik.com

Akhirnya Presiden Jokowi melakukan kocok ulang kabinetnya. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menjadi salah satu wajah baru yang akan mengisi jabatan Menteri Sosial yang ditinggalkan Juliari Batubara. Buat yang belum tahu, Pak Juliari ini terjerat kasus korupsi dana bantuan sosial dan kini udah jadi tersangka di KPK.

Nah, karena sama-sama dari PDIP, publik berharap agar pergantian pucuk pimpinan ini tidak mempengaruhi proses hukum yang tengah menjerat Juliari. Pasalnya, KPK sedang menelusuri apakah kasus ini sampai menjerat petinggi PDIP atau tidak.

Baca juga: Sudah Saatnya Prabowo Tiru Megawati?

Soalnya, awalnya diketahui bahwa dana bantuan yang dipotong berjumlah Rp 10 ribu per paket sembako. Tempo menyebutkan bahwa jika asumsinya ada 22,8 juta paket sembako, maka korupsinya bisa mencapai Rp 228 miliar – sekalipun yang dituduhkan kepada Juliari baru Rp 17 miliar berdasarkan barang bukti yang ada.

Namun, belakangan disebut-sebut bahwa jumlah yang diduga ditilep mencapai Rp 100 ribu per paket sembako. Kalau jumlah tersebut yang benar, total penyelewengannya bisa menjadi sangat besar. Nah, kemana dong duit-duit yang lain?

Hal inilah yang membuat publik mendesak KPK untuk memeriksa semua pihak yang berkaitan dengan Juliari, termasuk para petinggi PDIP. Mulai dari Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, bahkan hingga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Wih, ngeri-ngeri sedap nih. Upps.

Apalagi, investigasi Tempo beberapa waktu lalu juga sempat menyebutkan bahwa ada nama putra Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka yang ikut disebut-sebut memberikan rekomendasi tertentu. Gibran sendiri sudah membantah hal tersebut.

Hmm, jadi makin rumit kasusnya nih. Udah nyerempet-nyerempet ke Megawati dan Jokowi.

Tapi, berani nggak sih KPK memeriksa Bu Mega? Lha soalnya, untuk waktu yang lama Bu Mega kan juga tersangkut paut dengan kasus macam Bantuan Likuiditas Bank Indonesia alias BLBI. Namun, belum-belum juga tuh diperiksa sama KPK.

Padahal, banyak yang bilang bahwa Bu Mega ikut bertanggungjawab karena menerbitkan Surat Keterangan Lunas atau SKL pada para obligor yang belum membayar kewajibannya. Ini salah satunya disinggung oleh ekonom senior Rizal Ramli yang menyebutnya sebagai “hal yang aneh”.

Hmm, jadi berasa kayak permainan game nih kasus-kasus korupsi ini. Soalnya ini levelnya udah menuju ke titik melawan bos musuhnya yang biasanya paling sulit dikalahkan. Uppps.

Semoga KPK tetap maju terus dan pantang mundur ya dan tidak tersangkut paut dengan konflik kepentingan tertentu. Yuhuuu. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Artikel Sebelumnya
Artikel Selanjutna
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Mengintip Ruang Kerja Nadiem

Rencana renovasi ruang kerja Mendikbudristek Nadiem dan sejumlah ruangan lain di Kemdikbudristek tuai polemik. Mengapa Nadiem butuh renovasi?

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

Humor ‘Receh’ Jokowi

“Selera humor adalah bagian penting seni kepemimpinan. Humor penting untuk bergaul dengan berbagai kalangan dan memudahkan penyelesaian pekerjaan.” PinterPolitik.com Indonesia Bubar 2030 menjadi narasi yang diperbincangkan...

Boediono ‘Si Pengguncang’ Dunia

“Beri aku 1.000 orangtua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” ~ Soekarno PinterPolitik.com Sungguh menggelegar apa yang digagas...

PSI, dari Achilles ke Batman

“Kamu punya pedang, saya punya trik. Kita akan bermain dengan mainan yang diberikan para dewa kepada kita”. – Odysseus, dalam film “Troy” PinterPolitik.com Gimana ya kalau...

Ma’ruf Amin yang Dirindukan

“I miss you, I miss you” – blink-182, grup band pop-punk asal Amerika Serikat PinterPolitik.com Tahun 2020 baru saja dimulai dengan memasuki awal bulan Januari. Namun,...

Prabowo vs Ma’ruf ‘Panaskan’ Tangsel

“Robek-robeklah badanku, potong-potonglah jasad ini, tetapi jiwaku dilindungi benteng merah putih” – Jenderal Soedirman, Jenderal Revolusi Indonesia PinterPolitik.com Adakah di sini yang nge-fans sama Cristiano Ronaldo...

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

More Stories

The One-Man Band

Lebih dari 19 jabatan selama era Jokowi — Luhut Pandjaitan kerap dikritik sebagai simbol konsentrasi kekuasaan yang tak sehat. Tapi kritik itu melewatkan satu pertanyaan kunci: bukan kenapa Luhut punya banyak jabatan, melainkan kenapa Jokowi terus memilihnya? Jawabannya bukan soal nepotisme — melainkan soal desain.

Komprador Gurita Batu Bara

Pemadaman listrik bergilir kembali menghantui sejumlah wilayah Indonesia. Di baliknya, PLN menghadapi defisit 20 juta ton batu bara yang belum dikontrak dari total kebutuhan 154 juta ton per tahun. Menteri Bahlil sempat membantah, namun tim koordinasi darurat sudah dibentuk — tanda masalah ini lebih serius dari yang diakui.

Prabowo dan Ancaman Stochastic Parrot

Dengarkan artikel ini: Sejak Pertamax resmi naik dari Rp 12.300 menjadi Rp 16.250 per liter pada 10 Juni 2026, gelombang demo mahasiswa meledak di Jakarta,...