HomeCelotehAzis Syamsuddin The Next Setnov?

Azis Syamsuddin The Next Setnov?

“Kita bisa berkaca pada kasus Setya Novanto. Sempat tertunda karena harus menunggu Badan Kehormatan Dewan. Saya pikir dalam upaya untuk penegakan hukum itu bukan hanya harus ditindak secara efisien, tapi harus dilakukan dalam jangka yang singkat”. – Arif Susanto, Pengamat Politik dari Exposit Strategic


PinterPolitik.com

Mungkin banyak dari kita yang sudah agak lupa dengan kasus yang menjerat mantan Ketua DPR Setya Novanto beberapa tahun lalu. Ya, Papa Setnov – demikian ia dijuluki kala itu – terjerat kasus korupsi e-KTP yang membuat ia mendekam di penjara.

Belum selesai, saat di penjara pun Novanto justru mendapatkan fasilitas sel mewah yang kala itu sempat bikin heboh satu republik. Wih, nggak kurang-kurang emang nih nyari perhatiannya.

Baca Juga: Siasat Nadiem “Rayu” Megawati?

Nah, kini, memori Setnov ini seolah kembali jadi pergunjingan. Pasalnya, kini ada lagi pimpinan DPR yang tengah dikait-kaitkan dengan kasus korupsi.

Adalah Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang jadi sentral utamanya. Pak Azis disebut-sebut terkait dalam kasus suap terhadap penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju oleh Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Rumah Pak Azis sampai digeledah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Nah, banyak pengamat yang bilang bahwa kasus ini menunjukkan bahwa semua penegak hukum harus menelusuri kasus Azis ini sama seperti Setnov dulu. KPK diminta tidak boleh hanya berhenti sampai di penggeledahan-penggeledahan semata.

- Advertisement -

Banyak juga yang menyoroti berbagai upaya dari banyak pihak dalam menghalangi penangkapan dan penindakan terhadap Setnov dulu. Baik secara politik, tarik-ulur dalam sidang majelis kehormatan dewan, sampai upaya melarikan diri dari Setnov sendiri.

Iya sih. Emang perlu hati-hati agar tidak terulang lagi.

Baca juga :  PSI Bakal Jadi Partai "Gagal"?

Selain itu, Pak Azis seharusnya berupaya membersihkan nama DPR dari jerat korupsi, alih-alih malah turut terseret di tengah kasus. Hadeh.

Berasa de javu kasus Setnov nih. Ini juga bakal jadi semacam hammer blow untuk Partai Golkar yang tengah berusaha kembali membersihkan nama baik di panggung politik nasional.

Bahkan, bisa saja ini berdampak buruk untuk tokoh Golkar yang akan bersaing di kontestasi elektoral di kemudian hari, katakanlah Airlangga Hartarto yang memang jadi salah satu yang terdepan untuk hal ini.

Menarik untuk ditunggu kelanjutannya. (S13)

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

PSI Bakal Jadi Partai “Gagal”?

Kader-kader pentolan PSI memutuskan keluar dari partai -- mulai dari Tsamara Amany hingga Michael Sianipar. Mungkinkah PSI jadi partai "gagal"?

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

Lord Rangga Pergi, Indonesia Bersedih?

“Selamat jalan, Lord Rangga! Terima kasih sudah menyuguhkan kritik sosial dengan balutan performance gimmick yang cerdas untuk masyarakat yang memang bingung ini! Suwargi langgeng!” – Warganet PinterPolitik.com Sejumlah...

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

More Stories

Mengapa BBM Bisa Bahayakan Jokowi?

Pemerintah telah menaikkan harga BBM. Pertalite naik hingga 30 persen, dari sebelumnya Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter. Kebijakan ini kemudian...

Kasus Sambo Untungkan Jokowi?

Bergulirnya kasus pembunuhan Brigadir J yang melibatkan Irjen Ferdy Sambo memang menarik perhatian masyarakat luas. Isu ini bahkan mengalahkan narasi krisis ekonomi yang kini...

Ini Alasan 2024 Harus Kandidat Militer

Peningkatan kapasitas militer Tiongkok dan manuver yang dilakukan oleh negara tersebut atas Taiwan diprediksi akan memanaskan situasi politik di Asia Timur. Banyak ahli geopolitik...