HomeCelotehAnies & Surya Paloh: Sahabat Baru?

Anies & Surya Paloh: Sahabat Baru?

Kecil Besar

“Persahabatan bagai kepompong. Mengubah ulat menjadi kupu-kupu” – Sind3ntosca, musisi asal Indonesia


PinterPolitik.com

Sedia payung sebelum hujan. Mungkin, peribahasa ini perlu dipelajari dan diterapkan oleh semua orang. Siapa tahu kan persoalan suatu saat nanti akan datang tanpa antisipasi dan persiapan yang cukup?

Persiapan seperti ini pun bisa dilakukan sejak jauh hari. Payton Hobart dalam seri yang berjudul The Politician (2019-sekarang), misalnya, memiliki mimpi agar suatu saat nanti dapat menjadi presiden Amerika Serikat (AS). Guna mencapai mimpi itu, Payton pun menyusun rencana hidup dan politik sejak duduk di bangku sekolah lho.

Nah, bukan nggak mungkin persiapan seperti ini juga diperlukan lho dalam kancah perpolitikan Indonesia. Soal Pemilihan Presiden (Pilpres) pada tahun 2024 nanti, misalnya, sudah banyak pihak – mulai dari politisi, partai politik, pengamat, hingga publik sendiri – mulai berbincang soal ini lho.

Salah satunya adalah Partai Nasdem. Partai yang didirikan dan dipimpin oleh Surya Paloh ini baru saja memperingati hari ulang tahunnya. Dalam perayaan hari itu, Nasdem pun mengumumkan akan melaksanakan Konvensi Calon Presiden (Capres) pada tahun 2020 lho.

Wah, menarik dong ini. Nasdem bisa dibilang sigap dan cekatan. Hehe. Kira-kira, siapa ya calon yang akan diusung oleh Nasdem nanti? Kabarnya sih, partai itu akan terbuka pada siapa saya yang hendak maju melalui Nasdem lho.

Nah, uniknya lagi nih, di peringatan hari ulang tahun beberapa waktu lalu, terdapat sebuah baliho berlambang Nasdem di Jakarta yang mencantumkan salah satu politikus yang disebut-sebut berpotensi menjadi capres pada tahun 2024 nanti lho. Sosok tersebut adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lho.

Widih, kemunculan baliho ini bukan nggak mungkin jadi sinyal tertentu dong soal hubungan politik antara Nasdem dan Pak Anies. Apalagi nih, Pak Surya Paloh sejak tahun lalu juga sempat lho terlihat dekat dengan Pak Gubernur Jakarta satu ini.

Apa jangan-jangan Pak Surya Paloh sekarang sudah punya sahabat baru ya? Kan, sebelumnya Ketum Nasdem tersebut selalu mengaku sebagai sahabat tersayang dan sejati bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hehe.

Jangan sampai lah, karena sahabat baru, Pak Surya Paloh jadi berjauh-jauhan dengan sahabat lamanya. Kalau kata lagu “Kepompong” dari Sind3ntosca sih, sahabat bisa saja berjalan berjauh-jauhan dan bertindak kejauhan karena sesuatu lhoHehe.

Tapi, ya, bagaimana pun, Sind3ntosca juga bilang kalau persahabatan itu bak kepompong yang mengubah ulat menjadi kupu-kupu. Mungkin, Pak Surya Paloh dan Pak Anies ingin nih bermetamorfosis menjadi kupu-kupu di dunia politik – khususnya pada tahun 2024 nanti.

Lagipula, fase metamorfosis itu penting lah untuk ulat hingga menjadi kupu-kupu. Mungkin, proses alami ini bisa dijadikan pelajaran bagi manusia untuk menjadi lebih baik.

Ya, semoga saja dua ulat ini mampu menjadi kupu-kupu yang mampu mendukung satu sama lain lah ya. Jangan sampai dari ulat malah menjadi “kepentingan”. Hehe. (A43)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ada Apa Anies dengan Politik Identitas?

Dalam wawancara ABC News Australia, Anies Baswedan ditanyai soal politik identitas. Apakah politik identitas memang tidak bisa dihindari?

PDIP, Lu Itu Gak Diajak?

PDIP langsung menanggapi pertemuan ketum lima parpol (Gerindra, PKB, PPP, PAN, dan Golkar) yang munculkan wacana koalisi di 2024.

Sandi Galau Jokowi Makin Sakti

“Berikan tubuhmu sebanyak mungkin nutrisi supaya kuat, sehat dan bertenaga. Jika tubuh sudah kuat, sehat dan bertenaga, maka silahkan lanjutkan perlawanannya.” PinterPolitk.com Sandiaga Salahuddin Uno menyambut...

Pemimpin Idaman Versi Jokowi-Sandi

"Cita-cita demokrasi kita lebih luas, tidak saja demokrasi politik, melainkan juga demokrasi ekonomi. ~Bung Hatta PinterPolitik.com Dalam acara deklarasi dukungan dari alumni sejumlah kampus beberapa waktu...

Esemka, Mobil Dinas Baru Jokowi?

“Karakter bukan diajarkan lewat teori dan wejangan. Karakter diajarkan pakai teladan, dengan contoh nyata”. – Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta PinterPolitik.com Ada waktu untuk tertawa, ada...

Masa Suram Budiman Sudjatmiko dkk.

“Orang tua, pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya, tolong kau jawab dengan cinta,” – Iwan Fals, Bongkar Pinterpolitik.com Mahasiswa bergerak. Ribuan mahasiswa  di seluruh penjuru negeri...

Anas Urbaningrum Segera Tantang SBY?

Baliho Anas Urbaningrum tiba-tiba terpasang di dekat Cikeas. Apakah mungkin Anas segera tantang SBY selepas bebas dari penjara?

Soal Gaji, Jurus Kamehameha Sandi

“Kau tidak akan pernah menang jika bergantung pada teknik orang lain, dan itu sangat tidak berguna bagi musuhmu”. – Son Goku PinterPolitik.com Anak-anak era 1990-an pasti...

More Stories

Fathimah Azzahra dan Warisan STOVIA

Seorang mahasiswi kedokteran memukau publik di panggung debat nasional. Mengapa cara bicaranya yang tenang justru terasa begitu radikal? 

Inul, Naykilla, dan Kebangkitan ‘Centil-isme’

Dari gaya dan goyang yang dulu dicekal, "centil" kini jadi identitas yang dirayakan. Apa yang sebenarnya sedang naik?

‘Teach You a Lesson’: Fantasi Indonesia?

Serial Korea soal negara yang mengirim inspektur ke sekolah jadi sorotan. Mungkinkah fantasi itu yang sebenarnya dibutuhkan guru Indonesia?