HomeCelotehAnies-Ganjar Menuju Perang Dingin?

Anies-Ganjar Menuju Perang Dingin?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikabarkan melakukan kunjungan ke wilayah Jawa Tengah, yakni di Cilacap. Di sisi lain, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) sempat sindir soal tempat hiburan malam yang buka di Jakarta. Apakah ini bentuk Perang Dingin antara Anies dan Ganjar?


PinterPolitik.com

Dunia sekarang tengah dihadapkan dengan sebuah kompetisi besar. Meski sejauh ini dunia relatif aman dan damai, masa depan umat manusia – khususnya Asia – disebut-sebut bakal berubah di masa mendatang.

Pasalnya nih, di dunia yang semakin terkoneksi sekarang, sejumlah negara adidaya tengah terlibat dalam sebuah persaingan besar, yakni antara Amerika Serikat (AS) dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Sampai-sampai nih, banyak ahli yang bilang kalau persaingan besar ini bakal menjadi sebuah Perang Dingin baru di abad ke-21.

Perang Dingin baru ini banyak terjadi di banyak bidang lho – mulai dari persaingan militer hingga perdagangan. Bahkan, persaingan ini juga terjadi di bidang-bidang baru lho seperti teknologi dan informasi.

Ini mulai terlihat lho dari upaya saling sindir di antara dua negara adidaya tersebut. Ketika AS menuding Tiongkok terkait dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Provinsi Xinjiang, akun Twitter milik Kedutaan Besar (Kedubes) RRT untuk AS langsung berkoar-koar tuh – meskipun akhirnya di-suspend oleh Twitter tuh.

Wah, kalau gitu caranya, ini menjadi semacam transformasi dari Cold War jadi tweet war nihHehe. Uniknya nih, Perang Dingin via tweet war seperti ini kayak-nya juga terjadi di politik domestik Indonesia, khususnya antara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Baca Juga: Anies Cocok Jadi Diplomat?

Baca juga :  Gibran Ingin Jadi Sintesis Jokowi?
Ketika PBB Dengarkan Anies
- Advertisement -

Soalnya nih, sedengar mimin nih, Pak Anies dan Pak Ganjar dinilai mulai melakukan upaya saling sindir nih. Pak Anies, misalnya, disebut malah blusukan ke Cilacap yang terletak di Jateng. Di sisi lain, Pak Ganjar juga sempat menyindir akan adanya kabar bahwa terdapat tempat-tempat hiburan malam yang tetap buka di tengah pandemi Covid-19.

Waduh, mungkin nggak ya ini jadi semacam Perang Dingin antara Pak Anies dan Pak Ganjar? Kan, bukan jadi rahasia lagi kalau keduanya ini berpotensi – bakal saling balap-membalap dalam hal elektabilitas – untuk menjadi calon presiden (capres) potensial di tahun 2024 mendatang.

Hmm, kalau iya ini menjadi semacam Perang Dingin, kira-kira siapa ya yang bakal dapat partai baru duluan? Kan, Pak Anies hingga kini tidak memiliki partai politik (parpol) yang benar-benar seratus persen siap mendukung. Sementara, Pak Ganjar disebut-sebut tidak disukai tuh oleh lingkar pusat PDIP.

Wah, kalau gitu caranya, kenapa Pak Ganjar dan Pak Anies nggak bergabung aja ya? Kan, keduanya sama-sama nggak disukai tuh sama elite pusat PDIP – sebut saja Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri. Lagipula, lumayan tuh kalau akhirnya join forces dengan elektabilitas yang sama-sama tinggi.

Mungkin, upaya saling sindir kemarin ini merupakan bentuk ungkapan cinta dalam bentuk lain kali ya? Hmm, menarik nih kalau akhirnya Pak Anies dan Pak Ganjar kolaborasi tuh. Kita tunggu ajalah hasil kolaborasinya nanti di tahun 2024. Hehe. (A43)

Baca Juga: Jokowi Uji Anies & Ganjar?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

Baca juga :  G20: Reverie bagi Xi Jinping?
spot_img

#Trending Article

Ada “Udang” di Balik Relawan Jokowi?

“Saya di dalam sana. Jadi saya tahu perilakunya satu-satu. Kalau Anda bilang ada dua faksi sih tidak, berfaksi-faksi. Ada kelompok yang tiga periode, ada kelompok...

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

PSI Bakal Jadi Partai “Gagal”?

Kader-kader pentolan PSI memutuskan keluar dari partai -- mulai dari Tsamara Amany hingga Michael Sianipar. Mungkinkah PSI jadi partai "gagal"?

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

Lord Rangga Pergi, Indonesia Bersedih?

“Selamat jalan, Lord Rangga! Terima kasih sudah menyuguhkan kritik sosial dengan balutan performance gimmick yang cerdas untuk masyarakat yang memang bingung ini! Suwargi langgeng!” – Warganet PinterPolitik.com Sejumlah...

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).

PDIP Bakal Gabung KIB?

“Jadi warnanya tidak jauh dari yang ada di bola ini (Al Rihla)” – Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Golkar PinterPolitik.com Demam Piala Dunia 2022 Qatar rupanya...

PDIP vs Relawan Jokowi, Rebutan GBK?

Usai acara Gerakan Nusantara Bersatu di GBK, PDIP tampak tidak terima relawan Jokowi bisa pakai GBK. Mengapa GBK jadi semacam rebutan?

More Stories

PSI Bakal Jadi Partai “Gagal”?

Kader-kader pentolan PSI memutuskan keluar dari partai -- mulai dari Tsamara Amany hingga Michael Sianipar. Mungkinkah PSI jadi partai "gagal"?

Mengintip “Spotify Wrapped” Jokowi

Sekarang sudah waktunya untuk "Spotify Wrapped 2022". Musik dan politik pun saling berkaitan. Apakah Jokowi punya "Wrapped" sendiri?

Zulhas dan Bisnis Jastip Menjanjikan

Nama Mendag Zulkifli Hasan (Zulhas) disebutkan Prof. Karomani soal kasus penitipan mahasiswa baru di Universitas Lampung (Unila).