HomeCelotehAmarah Moeldoko di Mural Jokowi

Amarah Moeldoko di Mural Jokowi

Mural bergambarkan muka Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditutupi dengan tulisan “404: Not Found” telah menarik perhatian banyak pihak. Pihak berwajib sempat memburu pembuat mural karena dianggap telah melanggar hukum berupa penghinaan terhadap lambang negara.


PinterPolitik.com

Kepada buku harianku,

Saya hari ini merasa kesal sekali. Sungguh, ini menjadi salah satu hari saya yang paling berat. Bagaimana nggak? Saya menemukan muka sosok yang saya orang-tua-kan, yakni Pak Joko Widodo, yang digambarkan di sebuah tembok di Tangerang, Banten.

Ya, saya jadi kepingin banget agar pelakunya segera ditangkap dong. Bagaimana pun juga, mural-mural liar seperti ini kan jadi polusi buat lingkungan juga. Alhasil, pihak berwajib pun sempat berusaha menangkap pembuat muralnya.

Saya dulu waktu sekolah pernah diajarin kalau presiden itu kepala negara dan kepala pemerintahan. Kata guru saya, kepala negara memiliki peran sebagai simbol negara, sementara kepala pemerintahan adalah sosok yang memang berperan sebagai pemimpin pemerintah.

Gara-gara itu, saya juga pernah bilang kalau presiden itu lambang negara pas tahun 2019 dulu. Waktu itu sih, saya murka soalnya ada orang yang bilang mau memenggal kepala Pak Jokowi. Ngawur itu orang.

Baca Juga: Moeldoko: Jokowi Simbol Negara!

Mural Jokowi Heboh
- Advertisement -

Ehkok ladalah, ternyata saya ada salahnya juga tohKok ya banyak ahli hukum yang akhirnya bilang kalau presiden itu bukan simbol negara? Hmm, apa yang dibilang guru saya dulu salah juga?

Ahli hukum tata negara dari Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS), Agus Riewanto, misalnya, bilang kalau Pak Jokowi ternyata bukan simbol negara. Katanya, lambang negara ternyata hanya meliputi empat, yakni bendera, bahasa, lambang negara, dan lagu kebangsaan.

Baca juga :  Jokowi Turun Kasta?

Waduh, ini gimana dong jadinya? Nggak bisa dong nangkep pelakunya. Pihak berwajib kabarnya juga udah nggak mau ngejar pembuat mural karena dianggap tidak ada unsur pidananya.

Eits, tapi tenang dulu. Kalau di hukum tertulis nggak ada, kan masih ada di hukum tidak tertulis. Ya, akhirnya, saya keluarkan lah jurus “etika”. Gimana pun juga, kita ini kan bangsa beretika. Mbok ya, jangan ngomong sembarangan dengan kalimat dan gambar – yen perlu ya meneng wae lak enakIyo opo ora?

Demikian catatanku hari ini.

Salam, Moel.

(A43)

Baca Juga: Jokowi dan Jebakan Simbol Negara


- Advertisement -

► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_img

#Trending Article

Jakarta-Shanghai, Apple to Apple?

“In the long run, your human capital is your main base of competition. Your leading indicator of where you're going to be 20 years...

Dewan Kolonel, Gimmick Duet Puan-Prabowo?

“Pokoknya, Dewan Kolonel ini adalah satu-satunya dengan tujuan mendukung Mbak Puan di 2024. Itu sekali lagi, tentu kami masih menunggu keputusan Bu Megawati siapa...

Ketika Anies Jadi Cover Boy

Baru-baru ini, warga Kota Malang, Jawa Timur, diramaikan oleh kemunculan tabloid-tabloid bergambarkan muka Anies. Anies sukses jadi cover boy?

Mengapa Mahfud Kebut UU PDP?

Setelah ramai serangan Bjorka pada pejabat, Mahfud MD berjanji agar UU Perlindungan Data Pribadi (PDP) segera disahkan oleh DPR.

Jokowi, Anies, dan Politik Penghargaan

Anies Baswedan mendapatkan penghargaan Lee Kuan Yew Exchange Fellow dari Singapura. Sementara, Jokowi dapat Global Citizen Awards di AS.

Airlangga ”Dijepit” JK dan PKS?

“Pak JK selalu dikaitkan, endorse Anies, kenapa nggak berat ke AH. Kalau kemudian Pak JK dikaitkan dengan endorse AH itu tidak lepas dari upaya upaya mencarikan...

Ojol Sejahtera, Janji Tinggal Janji?

“Besar harapan kami, aksi yang kami lakukan dapat diakomodir menjadi diskusi yang baik dan konstruktif, dan dapat menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat Indonesia yang berprofesi...

Misteri Nomor Urut Tiga PDIP

“Jadi dari pihak PDIP, mengusulkan yang namanya tanda gambar itu, nomor itu sebenarnya saya katakan kepada Bapak Presiden dan Ketua KPU dan Bawaslu bahwa...

More Stories

Ridwan Kamil Penuhi Syarat Kaesang?

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) komentari studi soal bubur diaduk vs tidak diaduk. Bagaimana dengan di Istana menurut Kaesang?

Luhut Tundukkan Rocky Gerung?

Setelah selama ini "pedas" ke Menko Marves Luhut Pandjaitan, Rocky Gerung tampak sopan saat bertemu langsung. Luhut sudah tundukkan Rocky?

Megawati Perlu ke Pesulap Merah?

Soal usulan nomor urut partai yang tetap di setiap Pemilu, Megawati dituding konsultasi ke dukun. Lebih baik ke Pesulap Merah saja sekalian?