HomeCelotehAkidi Tio, The Real Hero?

Akidi Tio, The Real Hero?

Kecil Besar

Media sosial dihebohkan oleh kabar donasi keluarga Alm. Akidi Tio kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) senilai Rp 2 triliun yang ditujukan untuk membantu penanganan pandemi Covid-19 di provinsi. Siapakah Akidi Tio? Apakah beliau the real hero di tengah kekacauan (madness) ini?


PinterPolitik.com

Setiap orang pasti memiliki kegemarannya masing-masing. Ada yang suka dengan musik jazz. Ada juga yang suka dengan musik rock metal. Sejumlah orang suka minum segelas kopi di pagi hari. Ada juga sebagian orang yang lebih memilih secangkir teh.

Tanpa disadari, sebenarnya kita tumbuh dengan kegemaran kita masing-masing. Mimin, misalnya, dulu waktu kecil suka menonton kartun dan membaca komik yang bertemakan pahlawan super. Sampai-sampai, setiap pagi sehabis subuh, mimin selalu nungguin seri kartun Justice League yang berisikan berbagai pahlawan super seperti Batman, Wonder Woman, dan Superman.

Nah, dari nama-nama pahlawan super di komik-komik DC ini, mimin paling suka dengan Batman, gaesGimana nggak? Batman ini – menurut mimin – adalah pahlawan sekaligus vigilante yang paling cerdas tuh dengan kecerdasan taktisnya dan alat-alat canggihnya, serta penuh dengan misteri.

Mimin pun pernah baca salah satu seri komik Batman yang menurut mimin cocok banget kalau dibuat ngegambarin situasi dunia yang saat ini tengah menghadapi pandemi Covid-19. Seri ini judulnya adalah Batman: Contagion – di mana si Ksatria Malam (Dark Knight) ini harus menghadapi ancaman wabah yang menghantui Kota Gotham.

Ceritanya sih wabah ini mulanya disebarkan oleh The Sacred Order of Saint Dumas. Virus yang mematikan tersebut digunakan untuk membuat Kota Gotham terperangkap dan tersandera oleh organisasi tersebut. Alhasil, Batman bersama teman-temannya seperti Robin, Catwoman, Azrael, dan Nightwing berusaha membebaskan Gotham.

Wahemang keren sih kalau ngelihat sosok Bruce Wayne yang emang super jago bela diri ini. Apalagi, Wayne ini dikenal sebagai sosok pebisnis yang super kaya dengan perusahaannya yang bernama Wayne Enterprises.

Tapi, Bruce ini bukan hanya sekadar kaya aja lho. Dalam banyak versi komik, seri, dan filmnya, Wayne ini dikenal sebagai sosok yang dermawan juga. Bruce juga mendirikan yayasan filantropi bernama Thomas/Martha Wayne Foundation – berasal dari nama bapak dan ibunya yang dibunuh ketika Bruce masih belia.

Baca Juga: Siasat BLT Jokowi untuk Mal?

Sumbangan Akidi Tio Konglomerat Covid-19

Yayasan filantropi Bruce ini merupakan yayasan yang banyak menyalurkan bantuan (charity). Nggak jarang, Thomas/Martha Wayne Foundation banyak memberikan sumbangsih kepada masyarakat, termasuk di bidang kesehatan publik.

Nah, mungkin nih, sosok seperti Bruce atau Batman ini ada di dunia nyata juga lhogaes. Beberapa waktu lalu, keluarga Alm. Akidi Tio dikabarkan memberikan sumbangan sebesar Rp 2 triliun kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) untuk digunakan dalam penanganan pandemi Covid-19.

Sontak aja, kabar sumbangan ini viral di media sosial (medsos), gaes. Pasalnya, sumbangan tersebut bukan nggak mungkin emang dibutuhkan di tengah “kekacauan” (madness) yang disebabkan oleh pandemi ini.

Alm. Akidi Tio sendiri semasa hidupnya disebut memiliki sejumlah perusahaan di bidang kontraktor, kontainer, dan besi. Mantan Kasat Reskrim Polres Aceh Timur Irjen Eko Indra Heri yang kini bertugas di Palembang, Sumsel, mengaku kenal baik dengan keluarga Alm. Akidi Tio.

Mungkin nih, munculnya kabar soal sumbangan besar dari keluarga Alm. Akidi Tio ini setidaknya mengingatkan kita bahwa umat manusia bukan tidak mungkin akan masih bertahan hingga masa mendatang – meskipun diterpa oleh berbagai persoalan dan pandemi. Gimana nggak? Rasa saling peduli mungkin masih menjadi “senjata utama” kita untuk survive demi anak cucu kita.

Ya, semoga aja setiap insan bisa memiliki rasa peduli seperti apa yang dimiliki oleh keluarga Alm. Akadi Tio. Pasalnya, makin ke sini, mimin makin merasa frustrasi nih mendengar kabar-kabar di tengah pandemi ini.

Ada yang bilang kalau pandemi kini disebut dijadikan sebagai alat politik oleh pihak tertentu. Ada juga yang bilang kalau orang-orang kaya semakin ke sini malah semakin kaya, sedangkan orang yang tidak mampu justru semakin terpuruk dihantam pandemi. Semoga saja kita masih punya harapan untuk Indonesia dan umat manusia secara keseluruhan di masa depan. (A43)

Baca Juga: Cara Jokowi Cari Konglomerat Baru?


► Ingin lihat video menarik lainnya? Klik di bit.ly/PinterPolitik

Ingin tulisanmu dimuat di rubrik Ruang Publik kami? Klik di bit.ly/ruang-publik untuk informasi lebih lanjut.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Ferry, “Sahabat Kepompong” Sandiaga

"Persahabatan bagai kepompong," lirik lagu Kepompong oleh Sind3ntosca. PinterPolitik.com Mendekati pilpres 2019, masing-masing kubu sibuk membangun struktur tim pemenangan agar mampu menjalankan manuver-menuver canggih untuk meraup...

Judul Sinetron PKS-Gerindra

"Tak banyak orang yang menganggap kekuasaan sebagai borgol, lebih banyak yang melihatnya sebagai gelang emas yang bisa bikin orang iri." ~Goenawan Mohamad PinterPolitik.com Eng, ing, eng,...

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

MK ‘Mabok’ Gugatan UU Pemilu

"Terlalu banyak menghabisakan waktu untuk bertanya ini - itu, kita malah lelah sendiri." ~Lala Purwono PinterPolitik.com Biasanya, keputusan spontan dalam keadaan terdesak akan melahirkan hasil yang...

Inisiatif Tingkat Dewa Timses Jokowi

"Jangan bertanding kalau Anda maunya hanya menang, tanpa siap untuk kalah." ~Mario Teguh PinterPolitik.com Semangat membara dari seluruh lapisan masyarakat dan politisi kadang dapat menimbulkan suhu...

Sambal Rocky Gerung Setelah Menghilang

“Sambala, sambala, bala sambalado. Terasa pedas, terasa panas.” – Ayu Ting Ting PinterPolitik.com Film pertama Rocky terlahir pada 1976. Sejak lahir doi langsung boyong tiga penghargaan...

Yenny “Jomblo”, Diperebutkan Jokowi-Prabowo

“Kamu kejam buat mereka terlihat jahat. Mereka keji membuat kamu terlihat jijik. Atau kalian berdua yang kejam dan keji karena tidak mau jujur melihat...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?