HomeCelotehAkhirnya Puan ‘Beri’ Klarifikasi

Akhirnya Puan ‘Beri’ Klarifikasi

Kecil Besar

“Sebelumnya, kampanye buat aku dulu ya” – Puan Maharani, Ketua DPR RI


PinterPolitik.com

Bagi yang suka menonton isu gosip terbaru, podcast yang biasa dibawakan oleh Deddy Corbuzier di akun YouTube-nya pasti sudah tidak asing lagi. Bagaimana tidak? Channel YouTube yang dibawakan oleh mantan pesulap itu kerap menjadi wadah bagi para artis, influencer, dan tokoh-tokoh lainnya untuk bercerita soal polemik terbaru di masyarakat.

Soal Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) atau yang biasa disebut sebagai omnibus law, misalnya, Deddy pun pada Oktober lalu mengundang salah satu pejabat di pemerintahan, yakni Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. Perihal jumlah jam kerja dalam seminggu, contohnya, Bu Ida menyebutkan bahwa ketentuan masih mengacu pada UU No. 13 Tahun 2003.

Hmm, ya, boleh lah kalau akhirnya pihak pemerintah mau datang ke podcast itu dan memberikan klarifikasi. Namun, pihak lain yang mungkin tengah ditunggu-tunggu oleh masyarakat adalah Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani.

Apalagi nih, Mbak Puan kemarin juga menimbulkan sejumlah kontroversi lho di masyarakat. Soal insiden mikrofon salah satu anggota DPR yang tiba-tiba mati dalam rapat paripurna omnibus law, misalnya, menjadi perhatian masyarakat – termasuk warganet yang melihat sejumlah klip video yang tersebar di media-media sosial.

Menanggapi sorotan para warganet, Wakil Ketua Komisi VII DPR Bambang Wuryanto yang sekaligus juga politikus PDIP memberi jawaban. Kalau kata Pak Bambang sih, insiden mematikan mikrofon kala itu sudah sesuai prosedur karena Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin selaku pemimpin sidang menganggap pembicaraan sudah di luar tata tertib.

Meski sudah diberi jawaban, bukan nggak mungkin masyarakat masih menunggu nih jawaban dari Mbak Puan. Akhirnya, putri dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tersebut muncul tuh di salah satu unggahan Deddy di akun Instagram-nya.

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK

Nggak cuma di akun Instagram Deddy, Mbak Puan juga muncul lho di salah satu video di channel YouTube milik Boy William. Dalam video tersebut, Ketua DPR tersebut akhirnya memberikan klarifikasi lho dan membeberkan alasan keputusan untuk mematikan mikrofon tersebut – yakni untuk memberikan kesempatan bagi anggota-anggota lain untuk berbicara.

Wah, akhirnya, yang ditunggu-tunggu pun tiba. HeheTapi nih, terlepas dari itu, kenapa baru sekarang ya munculnya Mbak Puan ini? Apalagi nih, Ketua DPR satu ini tampaknya lagi gencar-gencarnya muncul di akun-akun para influencer.

Hmm, apa iya ini ada kaitannya dengan pernyataan Mbak Puan beberapa waktu lalu ya? Pasalnya, beliau sempat bilang kalau generasi muda – khususnya Generasi Z – itu memiliki kontribusi yang membangun untuk bangsa dan negara melalui kritik-kritiknya.

Wah, apa jangan-jangan Mbak Puan ini mulai terjun ke jejaring medsos dan internet buat narik perhatian para calon pemilih ya. Apalagi nihnggak lama ini, sudah muncul kader PDIP yang digadang-gadang jauh lebih populer ketimbang Mbak Puan, yakni Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Kalau benar begitu, apa yang dilakukan Mbak Puan sekarang ini beda jauh lah ya sama pernyataan Bu Megawati beberapa waktu lalu, yakni pernyataan yang mempertanyakan sumbangsih generasi muda – khususnya para milenial. Kira-kira, kapan nih Bu Ketum PDIP sadar kalau nggak sedikit milenial juga memberikan sumbangsih – Mas Gibran Rakabuming Raka yang terjun di Pilkada Solo 2020 misalnya? Hehe.

Mungkin nih, Mbak Puan perlu memberi tahu Bu Megawati cara mengakses internet dan media sosial biar tahu bagaimana para milenial dan generasi Z juga punya “sumbangsih” berupa suara. Bagaikan orang tua yang masih gaptek (gagap teknologi), anaknya perlu dong memberi bantuan perihal teknologi ala milenial. Hehe. (A43)

Baca juga :  Jika Ahok jadi Ketua KPK
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

#Trending Article

Baliho Tikus, Tanda Kekalahan Jokowi?

“Apa kamu pernah membayangkan Jakarta menjadi Berlin, Bandung jadi Paris, Semarang jadi Swiss, Surabaya menjadi Roma, dan sebagainya? Oh indahnya Indonesia! Sayang, kita terlalu...

Thomas Lembong “Membalas” Jokowi?

“Investasi yang sukses adalah mengantisipasi apa yang dilakukan orang lain”. – John Maynard Keynes Pinterpolitik.com Nama Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), yaitu Thomas Trisakti Lembong...

Jokowi Ditagih Buruh

"Marsinah adalah sebuah cermin perlawanan buruh dalam bibit tumbuhnya gerakan buruh." ~Munir PinterPolitik.com Tiap hari bersimbah peluh dan menahan keluh, buruh hanyalah golongan pesuruh dengan upah...

La Nyalla: Prabowo, Pimpin Salat Dong

“Ibadah nomor satu dan korupsi nomor dua! Politisi banget.” PinterPolitik.com Eks kader Partai Gerindra, La Nyalla Mattalitti yang dulu mendukung Prabowo Subianto sekarang malah beralih dukungan...

PSI, Siap Progresif untuk LGBT?

“Berikan kami tempat berlindung. Kami butuh asupan nutrisi agar penyakit bisa terbendung.” PinterPolitik.com Makin hari si Iim semakin menggambarkan dirinya sebagai bagian dari generasi milenial. Tingkahnya...

Amien Ingin Anaknya Jadi Menteri Jokowi?

“Intinya supaya tidak ada lagi cebong dan kampret, sehingga yang ada tinggal cebong bersayap, artinya sudah akur.” – Amien Rais PinterPolitik.com Pertemuan Prabowo dan Amien Rais...

PKS Baper Makin Dikorbankan Gerindra

“Satu-satu, daun-daun, berguguran tinggalkan tangkainya. Satu-satu, burung kecil beterbangan tinggalkan sarangnya.” – Lagu Andaikan Aku Punya Sayap PinterPolitik.com Perlahan-lahan partai Koalisi Adil Makmur mulai berguguran meninggalkan...

Mega-SBY, A Birthday and Three Funerals

“Taufiq mendukung SBY usai terpilih sebagai presiden untuk kedua kalinya. Begitu pula SBY di kemudian hari menginstruksikan kadernya di kursi parlemen untuk memilih Taufiq...

More Stories

Tulus, SBY, Jokowi: Seni Bertahan

Setelah empat tahun diam, Tulus rilis "Teh Hijau" tanpa gembar-gembor. Mengapa justru keheningan yang membuatnya makin dinanti? 

Kiri, Kanan, Kulihat Merah Putih

Dari Kabinet hingga koperasi desa, nama bangsa kini melekat di mana-mana. Namun, mengapa harus seragam begitu? 

Inul dan Bangkitnya Sang ‘Anti-Hero’

Inul Daratista menolak tawaran masuk parlemen meski dijanjikan uang miliaran. Mengapa menolak kekuasaan justru membuatnya menang?